25.6 C
Padang
Kamis, September 23, 2021
Beritasumbar.com

Insiden Crain dan Denting Uang Logam
I

Kategori -

Insiden crain di Masjidil Haram, menjadi pertanyaan dari banyak teman yang disampaikan melalui media sosial atau pesan singkat (SMS). Sesampainya di Tanah Suci Mekkah, saya langsung ingin mencari tahu tentang hal itu.

Rasa ingin tahu para karib kerabat itu, saya rasa juga mewakili perasaan yang sama jutaan kaum muslimin di Tanah Air. Bahkan menjelang keberangkatan saya ke Mekkah pertengahan September lalu, mereka berpesan agar saya berhati-hati di Mekkah, menjauhi lokasi-lokasi yang sedang dalam pengerjaan renovasi.

Kekhawatiran teman dan karib kerabat itu bisa saya mengerti, karena pemberitaan di sejumlah stasiun televisi, menggambarkan seakan seluruh bangunan Masjidil Haram “runtuh” tertimpa crain raksasa. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, bahkan sisi kiri Babussalaam atau pintu As Salaam atau yang tertimpa crain, hanya rusak sedikit di bagian paling atas bangunan Al Haram.

Ada lebih dari seratus crain besar dan kecil di sekitar bangunan Masjidil Haram, yang digunakan untuk membantu meringankan para pekerja mempecepat renovasi Masjidil Haram. Crain yang roboh akibat sambaran petir hanya satu dari belasan crain berukuran raksasa yang ada di kawasan masjid itu.

Artinya, robohnya crain itu tidak terlalu berarti terhadap pelaksanaan renovasi, apalagi terhadap kekokohan berdirinya Masjidil Haram. Kalau boleh diibaratkan, crain yang roboh itu, mirip seperti uang logam yang jatuh di lantai dan bunyinya hanya berdenting. Tapi peran media yang memblow up, sehingga bunyinya jadi mendentum.

Pandangan ini tidak berarti saya mengecilkan peristiwa itu, apalagi akibat crain yang roboh, sampai terdapat korban jiwa. Tapi bukankah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menyikapi dengan arif insiden itu, selain menyantuni keluarga korban, juga akan memberikan sanksi kepada Perusahaan Bin Laden sebagai penggarap proyek.

Sejumlah jamaah haji berpandangan, insiden crain itu merupakan peristiwa yang bisa terjadi di mana pun dan tidak menciutkan nyali para jamaah haji. Menurut saya, pandangan itu hampir menjadi pandangan seluruh jamaah haji juga. Pertama karena memang di lokasi robohnya crain, kerusakan tidak begitu parah dan soal adanya korban jiwa, bahwa itu adalah takdir, ketentuan yang sudah dicatat oleh Yang Kuasa.

Seseorang bisa meninggal dimana dan kapan saja, dengan sebab yang sama atau berbeda-beda. Di Masjidil Haram, tanpa ada musibah crain juga ada orang yang disolatjenazahkan, artinya setiap harinya selalu ada orang yang meninggal, baik karena sakit, karena usia yang sudah uzur atau sebab-sebab lain.

Pemberitaan media di Tanah Air, memang kerap didramatisir dan mengabaikan laporan pandangan mata. Berita dikunyah begitu saja tanpa mencari sumber-sumber primer. “Saya merasa bahwa berita yang kita dengar di Tanah Air terlalu dibesar-besarkan,” kata Azwar Rustam, Jamaah Haji asal Bali yang tergabung dalam Kloter 57-Surabaya.

Orang-orang kita memang latah, termasuk soal anjuran menggunakan masker yang dikaitkan dengan MERS. Maka dari itu, di Masjidil Haram paling mudah menebak yang mana Jamaah Haji asal Indonesia, atau dengan kata lain, kalau ada yang mengenakan masker di dalam Masjidil Haram, bisa dipastikan mereka adalah Jamaah Haji asal Indonesia.

Padahal sebagaimana anjuran Kementerian Agama, masker digunakan kalau ada orang yang sakit dan dikhawatirkan menularkan penyakitnya. Atau bila ada debu akibat dari kegiatan enovasi Al HAram, masker digunakan, agar kita tidak menghirup udara kotor.

Kasus crain yang roboh maupun kasus MERS, seakan sengaja dibesar-besarkan, entah dengan tujuan apa, atau hanya agar bisa menayangkan berita sensasi. Soal adanya korban jiwa yang mencapai seratusan orang, kalau diprosentasekan dari asusmsi jumlah jamaah haji sebanyak dua juta orang, maka korbannya hanya 0,00005 persen.

Jadi berita itu bisa menjadi besar atau menjadi berita biasa, tergantung bagaimana cara media menyiarkannya.

Di dalam Masjid Al HAram ada Baitullah. Rumah itu pernah akan dihancurkan oleh Penguasa Persia, Abrahah, namun pasukan Abrahah dikalahkan burung Ababil yang diperintah Allah. Allah tidak akan membiarkan rumah-Nya dirusak, termasuk dia akan menjaga para tamu-Nya. Kalau toh ada yang meninggal akibat crain yang roboh, mereka adalah orang-orang pilihan yang telah syahid di jalan Allah. (ahmad baraas)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Lima Positif Covid-19 dan Empat Bebas Isolasi Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Perkembangan kasus Covid-19 Kota Payakumbuh terus melandai dari hari kehari. Dimana sampai Jumat(17/09) kasus aktif virus corona tinggal 49 kasus.
- Advertisement -

Wakapolres Sijunjung Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Singgalang 2021

Sijunjung, Berita Sumbar--Waka Polres Sijunjung Kompol Syahrul Chan SH memimpin apel gelar pasukan operasi patuh singgalang 2021 di mapolres Sijunjung, Senin (20/9).

Pemkab Dukung Pembangunan Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Limapuluh Kota

Lima Puluh Kota,Beritasumbar.com,-Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo menerima kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Anwarudin Sulistiyono di aula rumah dinas Bupati Lima Puluh Kota, Senin (20/09/2021). Kunjungan juga disambut oleh Ketua DPRD Lima Puluh Kota Deni Asra, Asisten I, dan Kepala OPD.
- Advertisement -

KONI 50 Kota dan Tanah Datar Hearing Soal Program Pembinaan Olahraga

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Limapuluh Kota menerima kunjungan KONI Kabupaten Tanah Datar di Kantor Sekretariat KONI, Jl Olahraga, kawasan pusat Kota Payakumbuh. Bukan untuk bertanding, melainkan saling bertukar informasi seputar kegiatan serta program kerja dalam rangka pembinaan olahraga di daerah masing-masing.

Masuk 100 Pelaksana, Puluhan Peserta Ikuti Sekolah Kader Pengawasan Di Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat menjadi salah satu daerah dari 100 titik yang ditunjuk oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sebagai...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Benarkah Masa Pandemi Covid-19 itu Ibarat Pisau Bermata Dua dan Berkah Bagi Sektor Pertanian” Kita ?

Berbicara tentang pandemi Covid-19, hampir pasti di semua kita langsung tersirat makna negatif setelah mendengar kata “Covid” tersebut. Padahal kenyataannya tidak. Masa pandemi Covid-19 ibaratkan seperti pisau bermata dua. Bagaimana tidak? Ingin tahu kenapa..padahal artikel ini akan kita kupas mengenai itu.

Jabatan Itu Amanah, Jangan Kau Minta Apalagi Beli

Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis melarang umatnya untuk meminta jabatan. Rasulullah juga enggan memberikan jabatan kepada orang yang meminta jabatan dan rakus.

Dosen Unand Beri Pelatihan Teknik Relaksasi benson Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Pada Lansia

Dosen Universitas Andalas dari Fakultas Keperawatan, memberikan pelatihan tentang “Teknik Relaksasi Benson Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Pada Lansia” Kegiatan ini dilaksanakan di Panti jompo Wisma Cinta Kasih kota Padang. Dosen-dosen tersebut ialah Gusti Sumarsih Agoes, S.Kp, M.Biomed, Ns. Arif Rohman Mansur, M.Kep dan Ns. Windy Freska, M.Kep

Manajemen Kesehatan Diri Di Masa Pandemi Covid-19

Pandemik merupakan penyebaran luas (mendunia) penyakit baru yang disebabkan agen biologis. Pandemik memiliki beberapa karakteristik yaitu merupakan penyakit baru (paling sering: zoonosis, penyakit akibat virus), penyebaran tingkat global dan sebagian besar mayarakat tidak memiliki kekebalan tubuh.

Gorengan Politik

Pernah mencoba makan goreng pisang? Bagaimana, enak bukan? Apalagi dimakan saat hari hujan ditemani segelas kopi bersama kawan, sensasinya sungguh nikmat sekali. Momen indah, yang ingin terus terulang.

Yang Heboh Sudah Terbiasa Bikin Heboh

Tadi malam agak beda pula informasinya. Pemberitaan di salah satu media online menyebutkan KPK sedang OTT di Sumbar. Bahkan langsung mengarah kepada Pemprov Sumbar. “Bakalisiak” pula semua orang dibuatnya. Sehingga yang tenang jadi heboh.

Buya Mahyeldi Profesional Lantik Pejabat

Agaknya dua puluh empat jam gerak-gerik Buya Mahyeldi selalu di pantau. Diperhatikan betul, tak berkedip mata dibuatnya. Kebijakanya selalu di sorot dan di preteli satu persatu. Sepertinya terlalu berlebihan akan tetapi diambil saja sisi positifnya. Banyak yang perhatian kepada Buya Mahyeldi

Era Industri 4.0 Dikhawatirkan Menggerus Nilai-Nilai Kemanusiaan

Jakarta,BeritaSumbar.com. – Dunia pendidikan saat ini sedang mengalami masalah yang serius. Dengan perubahan Ilmu Pendidikan dan Teknologi (Iptek) yang sangat cepat dan kompleks.

Pemberdayaan PKK Dalam Meningkatkan Self Management Terkait Pandemik Covid-19 Di Jorong Bansa

Pandemik Covid 19 berdampak pada perubahan berbagai aspek kehidupan baik dimensi bio, psiko, sosio, ekonomi, spiritual dan kultural. Infeksi virus SARS-CoV-2 (coronavirus) sebagai penyakit infeksi baru yang belum diketahui obatnya, menyerang secara tiba-tiba dengan penularan dan penyebaran progresif yang cepat mengakibatkan kecemasan dan ketakutan hampir diseluruh lapisan masyarakat.

Surat Untuk Pejabat Daerah Kabupaten Solok

Bismillahirrohmanirrahim. Dengan segala ketulusan ketulusan dan kecintaan kepada Kabupaten Solok, demi kesetiaan serta pengabdian kepada Ibu Pertiwi. Semuanya berlalu begitu saja tanpa rasa berdosa merayakan kemerdekaan di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Solok 18 Agustus 2021.
- Advertisement -