26 C
Padang
Kamis, Februari 25, 2021
Beritasumbar.com

Insiden Crain dan Denting Uang Logam
I

Kategori -

Insiden crain di Masjidil Haram, menjadi pertanyaan dari banyak teman yang disampaikan melalui media sosial atau pesan singkat (SMS). Sesampainya di Tanah Suci Mekkah, saya langsung ingin mencari tahu tentang hal itu.

Rasa ingin tahu para karib kerabat itu, saya rasa juga mewakili perasaan yang sama jutaan kaum muslimin di Tanah Air. Bahkan menjelang keberangkatan saya ke Mekkah pertengahan September lalu, mereka berpesan agar saya berhati-hati di Mekkah, menjauhi lokasi-lokasi yang sedang dalam pengerjaan renovasi.

Kekhawatiran teman dan karib kerabat itu bisa saya mengerti, karena pemberitaan di sejumlah stasiun televisi, menggambarkan seakan seluruh bangunan Masjidil Haram “runtuh” tertimpa crain raksasa. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, bahkan sisi kiri Babussalaam atau pintu As Salaam atau yang tertimpa crain, hanya rusak sedikit di bagian paling atas bangunan Al Haram.

Ada lebih dari seratus crain besar dan kecil di sekitar bangunan Masjidil Haram, yang digunakan untuk membantu meringankan para pekerja mempecepat renovasi Masjidil Haram. Crain yang roboh akibat sambaran petir hanya satu dari belasan crain berukuran raksasa yang ada di kawasan masjid itu.

Artinya, robohnya crain itu tidak terlalu berarti terhadap pelaksanaan renovasi, apalagi terhadap kekokohan berdirinya Masjidil Haram. Kalau boleh diibaratkan, crain yang roboh itu, mirip seperti uang logam yang jatuh di lantai dan bunyinya hanya berdenting. Tapi peran media yang memblow up, sehingga bunyinya jadi mendentum.

Pandangan ini tidak berarti saya mengecilkan peristiwa itu, apalagi akibat crain yang roboh, sampai terdapat korban jiwa. Tapi bukankah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menyikapi dengan arif insiden itu, selain menyantuni keluarga korban, juga akan memberikan sanksi kepada Perusahaan Bin Laden sebagai penggarap proyek.

Sejumlah jamaah haji berpandangan, insiden crain itu merupakan peristiwa yang bisa terjadi di mana pun dan tidak menciutkan nyali para jamaah haji. Menurut saya, pandangan itu hampir menjadi pandangan seluruh jamaah haji juga. Pertama karena memang di lokasi robohnya crain, kerusakan tidak begitu parah dan soal adanya korban jiwa, bahwa itu adalah takdir, ketentuan yang sudah dicatat oleh Yang Kuasa.

Seseorang bisa meninggal dimana dan kapan saja, dengan sebab yang sama atau berbeda-beda. Di Masjidil Haram, tanpa ada musibah crain juga ada orang yang disolatjenazahkan, artinya setiap harinya selalu ada orang yang meninggal, baik karena sakit, karena usia yang sudah uzur atau sebab-sebab lain.

Pemberitaan media di Tanah Air, memang kerap didramatisir dan mengabaikan laporan pandangan mata. Berita dikunyah begitu saja tanpa mencari sumber-sumber primer. “Saya merasa bahwa berita yang kita dengar di Tanah Air terlalu dibesar-besarkan,” kata Azwar Rustam, Jamaah Haji asal Bali yang tergabung dalam Kloter 57-Surabaya.

Orang-orang kita memang latah, termasuk soal anjuran menggunakan masker yang dikaitkan dengan MERS. Maka dari itu, di Masjidil Haram paling mudah menebak yang mana Jamaah Haji asal Indonesia, atau dengan kata lain, kalau ada yang mengenakan masker di dalam Masjidil Haram, bisa dipastikan mereka adalah Jamaah Haji asal Indonesia.

Padahal sebagaimana anjuran Kementerian Agama, masker digunakan kalau ada orang yang sakit dan dikhawatirkan menularkan penyakitnya. Atau bila ada debu akibat dari kegiatan enovasi Al HAram, masker digunakan, agar kita tidak menghirup udara kotor.

Kasus crain yang roboh maupun kasus MERS, seakan sengaja dibesar-besarkan, entah dengan tujuan apa, atau hanya agar bisa menayangkan berita sensasi. Soal adanya korban jiwa yang mencapai seratusan orang, kalau diprosentasekan dari asusmsi jumlah jamaah haji sebanyak dua juta orang, maka korbannya hanya 0,00005 persen.

Jadi berita itu bisa menjadi besar atau menjadi berita biasa, tergantung bagaimana cara media menyiarkannya.

Di dalam Masjid Al HAram ada Baitullah. Rumah itu pernah akan dihancurkan oleh Penguasa Persia, Abrahah, namun pasukan Abrahah dikalahkan burung Ababil yang diperintah Allah. Allah tidak akan membiarkan rumah-Nya dirusak, termasuk dia akan menjaga para tamu-Nya. Kalau toh ada yang meninggal akibat crain yang roboh, mereka adalah orang-orang pilihan yang telah syahid di jalan Allah. (ahmad baraas)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Usai Jabat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan Akan Aktif Dalam Kegiatan Sosial

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Setelah berakhir menjabat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat periode 2016-2021, Ferizal Ridwan akan kembali menjalani sejumlah kegiatan sosial. Hal itu...
- Advertisement -

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

Muskot 1 ESI Payakumbuh, Wujudkan Hobi Bermain Game Sebagai Prestasi, Prestasi Menjadi Profesi

Dengan tema "Mewujudkan Hobi menjadi prestasi dan prestasi sebagai profesi", Musyawarah Kota 1 Electronic Sport Indonesia (ESI) digelar di Kantor KONI Kota Payakumbuh, Kamis (18/2).
- Advertisement -

Terlambat Laporkan SPT Tahunan, Wismar: Tak Berpenghasilan Tetap Didenda

Bukittinggi, beritasumbar.com - KPP Pratama Bukittinggi mengimbau masyarakat wajib pajak pribadi atau badan, meski tak berpenghasilan diwajibkan melaporkan SPT tahunan 2020 sebelum jatuh tempo,...

Erwin Yunaz Pimpin Goro Pengamanan Tebing Di Tepian Batang Lamposi

Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz turun ke lapangan melakukan gotong royong bersama warga membenahi aliran Batang Lamposi di Kelurahan Sungai Durian Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Kamis (18/2).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

BANGKITKAN KESADARAN !!!

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...

CUDIN, SAHABAT YANG UNIK

“Siapapun orang disekitarmu atau diluar sana, Mereka adalah mereka, dia adalah dia…! jangan berharap mereka kan pernah menjadi dirimu atau dirimu akan menjadi seperti mereka dan dia berkacalah dan jadilah dirimu sendiri…”

Mama, Aku Pengin Jadi Pilot Pesawat Tempur

“Hidup tanpa cita-cita seperti berlayar tampa nahkoda, …maka bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang”

TAN GINDO NAMAKU

“Lanjutkan perjuangan hingga ajal menjemput, meski sedikit yang penting berarti, selebihnya berarti mati…”

Menanam Kejujuran Di Lahan Kebohongan

Ketika seseorang anak bayi lahir oleh siapapun orang tuanya atau di daerah manapun serta apapun suku bangsanya, didalam dirinya sudah tertanam sifat jujur, karena sifat jujur tersebut adalah suci. Ciri-ciri yang paling kentara dari kejujuran seorang anak kecil adalah ketika dia digendong oleh seseorang yang tidak dengan ikhlas atau sepenuh hati menggendongnya.
- Advertisement -