25.2 C
Padang
Friday, November 27, 2020
Beritasumbar.com

Gusti Asnan : Warga Perlu Kenal Sejarah Guna Bangun Kotanya
G

Kategori -

Padang – Pakar Sejarah Prof Gusti Asnan menilai bahwa masyarakat Padang, Sumatera Barat (Sumbar) perlu mengenal bangunan atau situs sejarah yang ada pada kotanya sebagai langkah membangun identitas kota tersebut .

“Saat ini banyak warga tidak bisa menilai penting atau tidaknya suatu situs sejarah di kotanya, akibatnya tahap pembangunan tidak mencerminkan identitas asalnya,” katanya, di Padang, Senin.

Menurutnya Suatu daerah berkembang pesat karena pembangunannya berdasarkan sejarah asalnya.
Sebagai contoh kota besar semisal Tokyo, Seoul atau Roma meski merupakan daerah maju namun beragam situs sejarah masih terpatri di sekelilingnya.

Hal ini menandakan bahwa masyarakatnya berkembang berdasarkan sejarah asal muasal.

“Masyarakat Padang dan beberapa daerah lain di Indonesia mengenal situs sejarah tersebut namun tidak mengetahui dengan jelas informasi dan maknanya,” imbuhnya.

Sebagai contoh beberapa situs sejarah di Padang seperti monumen Padang Area, Tugu Simpang Tinju, Monumen Harimau Kuranji, dan Tugu Linggar jati tentunya sudah dikenal oleh warga masyarakat Padang.

Sebab, lokasi situs sejarah tersebut terletak pada daerah strategis dan dekat dengan pemukiman warga.

Namun sebagian besar tidak mengetahui arti dan asal usul munculnya situs sejarah tersebut, imbuhnya.

Akibatnya beberapa diantaranya terlihat kotor, rusak dan ditumbuhi tanaman liar, katanya.

“Mengenal sejarah dan situsnya penting bagi warga untuk membangun tahap demi tahap identitas kota,” kata dia.

Misalnya Monumen Padang Area di daerah Simpang Haru yang saat ini telah mengalami pemugaran namun kembali tak terawat akibat tidak adanya sistem keamanan.

Seharusnya kata dia monumen tersebut menjadi salah satu identitas dari kota Padang sebagai ibukota Minangkabau.

“Monumen Padang Area atau Tali Tigo Sapilin melambangkan perjuangan pahlawan dahulu dalam menjunjung tinggi asal usul dan budayanya,” ujar Gusti.

Dengan deskripsi Tubuh menjulang ke angkasa, kaki mencengkram bumi berdiri beralaskan piramida terbalik, tiga tangannya saling melilit memuntahkan bara yang membelah kota Padang ini menjadi asal usul berkembangnya Padang.

Dari sinilah kata dia, kota Padang muncul dan berkembang hingga menjadi 11 Kecamatan.

Namun meski terlihat mencolok, banyak warga terutama generasi muda tidak mengetahui asal mula tugu monumen tersebut.

Walaupun pada waktu tertentu pada generasi muda tersebut berkumpul, atau hanya sekedar berfoto di situs tersebut.

“Sosialisasi tentang situs sejarah tersebut menjadi salah satu upaya untuk menekankan pentingnya hal tersebut,” katanya.

Dengan catatan sosialisasi tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga menarik warga, ucapnya.

Sementara itu salah satu warga yang tinggal di sekitar Monumen Harimau Kuranji Tati mengaku tidak terlalu mengetahui asal usul situs sejarah tersebut.

Namun begitu dia mengenal situs sejarah tersebut sebagai penghargaan terhadap pahlawan.

Menurutnya keberadaan situs tersebut berkaitan dengan adanya Taman Makam Pahlawan di dekatnya, ucap Tati. (Ant/Oleh M R Denya Utama)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Ketum LPPKI Azwar Siri Dipercaya Sebagai Team Seleksi Calon Anggota BPSK Sumbar

Padang,BeritaSumbar.com,- Seleksi tertulis dan wawancara calon anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Sumatra Barat dari unsur pemerintah yang dilaksanakan di Aula...

“Trinda Farhan Menyelami Visi Mulia Agam Madani Aristo Munandar”

Oleh Syaddam Anelka Abdillah Siapa yang tak kenal dengan Nama yang satu ini, Seorang Bupati yang ramah, mudah senyum...

Pemko Payakumbuh adakan Bimtek Persiapan penyusunan laporan SPM kota Payakumbuh tahun 2020.

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Dalam rangka persiapan penyusunan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2020, Pemerintah Kota Payakumbuh mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

IMO-Indonesia Siap Gaungkan Wisata Nusantara

JAKARTA | Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri wisata tanah air, terpuruknya sektor pariwisata sembilan bulan terakhir sejak pandemi membuat banyak pihak...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...

Peminat KPPS Di Kecamatan VII Koto Padang Pariaman Melimpah

Padang Pariaman, beritasumbar.com -Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menyerahkan hasil seleksi calon Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) oleh...
- Advertisement -