24 C
Padang
Senin, Agustus 2, 2021
Beritasumbar.com

Benteng Fort De Kock Hadir Sebagai Pelengkap Wisata Bukittinggi
B

Kategori -

Kebun Binatang Bukittinggi tak bisa dilepaskan dari sejarah pembangunan Benteng Fort de Kock. Selain berada di tempat yang berdekatan, Belanda membangun kebun bunga yang kelak menjadi kebun binatang, sebagai pelengkap wisata dari penguasa waktu itu.

Fort de Kock adalah permulaan, kemudian dilengkapi taman bunga setelah suasana aman. Bila taman dibangun di Bukit Malambuang, benteng sudah didirikan sejak 1825 di Bukit Jirek.

“Benteng Fort de Kock oleh pemerintah kolonial pada 1825 untuk pertahanan saat Perang Paderi (1821-1837),” kata Sejarawan Universitas Andalas Gusti Asnan beberapa waktu lalu.

Saat Belanda mencoba memasuki ranah Minang, mereka harus berpikir dua kali, karena ini bangsa yang tak sanggup ditaklukkan dengan meriam dan senjata. Mereka memutar otak. sehingga mereka mengadu domba masyarakat Minang dengan memecahnya jadi dua kubu, kubu adat dan kubu agama hingga pecah lah perang Paderi pada tahun 1821.

Belanda berpihak pada kaum adat dan untuk membuat sentra perlawanannya, maka kapten Belanda yang bernama Bauer mendirikan benteng di atas bukik jirek kota Fort De Kochk yang kini dinamai Bukittinggi.

Benteng ini memiliki meriam di setiap sudutnya dan ini merupakan markas Belanda dan cikal bakal dari expansi Belanda ke ranah Minang.

Benteng ini didirikan pada tahun 1825 untuk mecegah dan mempertahankan kekuasan Belanda dari kaum paderi dan kala itu dikomandani oleh Fort De Kock.

Benteng yang banyak menyisakan sejarah itu kini hanya tinggal sebuah taman wisata yang berbukit tanpa peninggalan sejarah yang di lestarikan. Benteng Fort De Kock yang di hubungankan antara Taman Marga Satwa Bukittinggi Kinantan dengan jembatan Limpapeh yang megah itu.

Tidak banyak bukti-bukti sejarah yang masih bisa kita dapati hari ini di benteng Fort De Kock selain sebuah batu prastasi yang di tandatangani pemerintrahan kota Bukittinggi pada tahun 2003. Namun situs ini memiliki nilai sejarah yang amat tinggi,

“Dengan adanya benteng fort de kochk ini maka ada kota bukittinggi seperti saat ini, karena sejarah bernula dari situ” ujar Ikbal, kepala Taman Marga Satwa Bukittinggi Kinantan.

Kini di Benteng Fort de Kock, terasa lebih sejuk saat mendengar kicauan berbagai jenis burung yang di sangkarkan oleh pihak TMSBK. Ada kuda yang bisa disewa untuk ditunggangi sambil berkeliling dan juga taman yang rapi untuk rehat setelah penat berjalan berkiling Bukittinggi.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

IKM Baruah Gunuang Terbentuk

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Dua puluh dua orang mahasiswa yang berasal dari Nagari Baruah Gunuang yang merupakan perwakilan dari berbagai kampus di Indonesia menghadiri kegiatan first gathering dalam pembentukan keluarga mahasiswa di nagari dengan nama Ikatan Keluarga Mahasiswa Baruah Gunuang (IKMB).
- Advertisement -

617 Siswa SLTP Dan SLTA Dapat Bantuan Beasiswa Dari Program Sijunjung Cerdas

Sijunjung, Berita Sumbar--Sebanyak 617 Orang Siswa SLTP dan SLTA sekabupaten Sijunjung mendapat bantuan biaya pendidikan dari program Sijunjung Cerdas Tahap l tahun 2021, dana untuk Mustahik yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung. Adapun nilai bantuan yang diserahkan hari ini senilai Rp. 186.850.000, (Seratus Delapan Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), penyerahaan diberikan oleh Bupati secara simbolis kepada sekolah kata Ketua Baznas Sijunjung H. Hidayattullah, Muaro Sijunjung hari ini.

MTsN 5 Padang Pariaman Gelar Kegiatan Madrasah Berbagi di Momen Idul Adha.

Padang Pariaman, beritasumbar.com,- "Bahagia itu bersama, bukan sendiri. Senang itu bersama, bukan sendiri. Bahagia itu sesungguhnya sederhana, ketika digapai bersama". Itulah ungkapan yang terucap, oleh Dra. Lismaini Amir, M.Si. Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Padang Pariaman, ketika disambangi awak media di ruang kerjanya usai penyerahan bantuan paket sembako kepada beberapa murid-muridnya.
- Advertisement -

Ada Temaram di Pintu Aging

Cerita Berseri: Seribu Cerita untuk Bahagia Seri 1/1000 “Ada Temaram di Pintu Aging” Oleh : H. Nofrijal, MA  Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama/IV-e Sudah biasa dan terbiasa ada kata-kata...

Pemko Payakumbuh Apresiasi kegiatan Rehab Rumah Dari Alumni SMEA Negeri Payakumbuh Milenial

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Atas dasar solidaritas dan kemanusiaan, Ikatan Alumni SMEA Negeri Payakumbuh (Snepa) laksanakan kegiatan bedah/rehab rumah bagi salah seorang alumni mereka yang kurang mampu yang berdomisili di kelurahan Padang Data Tanah Mati, kecamatan Payakumbuh Barat.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kampung Adat Terpopuler Versi API Itu Berasal Dari Kabupaten Limapuluh Kota

Labuan Bajo, beritasumbar.com - Kementerian Pariwisata RI anugerahkan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dengan Anugerah  Pesona Indonesia (API) tahun 2020 yakni juara dua kategori Kampung...

HWK Sumbar Tampil di Konser Minang Bersuara II bersama Seniman dari 5 Negara

PADANG (BeritaSumbar.com)– Eksplorasi seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara mengatasi banyak permasalahan. Seni dan budaya juga bermanfaat untuk menyukseskan program Pemerintah dalam...

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...
- Advertisement -