Ditulis oleh: Irsyad Syafar (Anggota DPRD Provinsi Sumbar)

Ada apa Amerika sampai menggalang koalisi 40 negara untuk hancurkan ISIS? Padahal kekuatan ISIS tidak sampai 30 ribu orang. Track record kehebatannya juga belum terlalu terkenal. Peralatan tempur dan persenjataan mereka juga tidak hebat-hebat betul dibandingkan dulu isu yang dibuat tentang kehebatan pasukan Saddam husein dan senjata pemusnah massalnya.

Apa sebenarnya yang dicari dibalik genderang perang yang ditabuh Amerika dan sekutunya ini? Betulkah mereka mau hancurkan ISIS saja, atau ada agenda yang lebih besar dibalik itu?

Sangat mencurigakan memang. Kalau hanya sekedar ISIS gak perlu amerika mengajak yang lain. Mereka saja bisa menyelesaikan. Kecurigaan semakin menguat ketika yang diserang dan dihancurkan pasukan sekutu justru basis-basis pejuang mujahidin suriah, bukan basis-basis ISIS.

Agenda besar amerika dibalik ini adalah menguasai seluruh negeri arab dengan segala kekayaannya, untuk menjamin kesejahteraan rakyat mereka untuk masa jangka panjang dan sekaligus menghabiskan sehabis-habisnya seluruh kekuatan politik Islam.

Yang paling dicurigai agenda amerika setelah ini adalah menyerang Turki dengan berbagai dalih dan alasan. Karena ternyata seluruh serangan terhadap Turki dari dalam, tidak menggoyahkan pemerintahan Erdogan. Malah erdogan dengan partai Islamnya semakin kuat dan eksis dengan memenangkan kursi Presiden.

Setelah kekuatan Islam di Mesir ditumbangkan, di Tunis dilemahkan, di negara teluk sudah lama takluk, maka kekuatan politik Islam yang tersisa hanyalah Turki, yang semakin hari semakin menguat. Maka kekuatan ini harus segera diakhiri.

Ditambah lagi perlawanan dan perjuangan para Mujahidin di Suriah juga semakin menguat, dan merepotkan penguasa zhalim Basyar Asad, juga akan mengancam hegemoni Amerika di kawasan timur tengah. Karena itu semualah sekenario perang ISIS ini dibuat.

ومكروا ومكر الله, والله خير الماكرين….

loading...