spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Idul Adha di Payakumbuh Khidmat, Ratusan Jemaah Menangis
I

Kategori -
- Advertisement -

Ratusan dari ribuan jemaah Idul Adha 1436 H di Payakumbuh, menangis  berlinangan air mata.  Ketika Wadir  2 Pasca Sarjana Unand Padang, Dr. H. Henmaidi, ST, M.Eng, SC, selaku khatib shalat Idul Adha di halaman Gedung Balaikota baru di eks lapangan Poliko  Kota Batiah, Kamis (24/9),  menceritakan,  ketika Allah SWT, di zaman para sahabat nabi,   tak menerima ibadah haji 700 ribu jemaah dari berbagai penjuru dunia.

Namun, akhirnya ibadah haji 700 ribu jemaah itu diterima Allah SWT, ketika seseorang berdo’a dengan ikhlas, agar menerima ibadah para  jemaah dimaksud. Orang yang berdo’a itu, adalah seseorang yang hidup pas-pasan, namun punya  niat ikhlas untuk keselamatan umat.

Nilai-nilai keikhlasan dalam beribadah itu, diingatkan Dosen Teknik Industri Unand ini, untuk diteladani. Menurutnya,  merayakan Idul Adha, bukan  semata menyelenggarakan shalat Id’ di lapangan terbuka, atau hanya dipahami sebatas ibadah ritual keagamaan. Namun, peristiwa ini harus membangkitkan semangat pengorbanan, peningkatan keimanan dan ketaqwaan, rasa sosial dan rasa empati kepada sesama insan.

Dikatakan, banyak orang berkecukupan uang bolak balik menunaikan haji ke Mekkah. Tapi, belum membawa perubahan bagi kehidupannya. Sebaliknya, banyak orang yang serba kekurangan, karena keikhlasnya menunaikan haji, ibadahnya diterima Allah dan pulang dengan sebutan haji mabrur.

Karena itu, sebelum terlambat, khatib putera asli Kelurahan Payolinyam Koto nan Gadang, Payakumbuh Utara ini, mengajak jemaah memperbaiki niatnya dalam beribadah. Ia juga meminta umat, untuk ber-empati kepada orang-orang yang serba kekurangan dalam hidupnya. Nilai-nilai ibadah haji  ini, harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, ingatnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar dan Kepala Kantor Kementerian Agama H. Asra Faber, juga mengajak warga kota,  memaknai arti pengurbanan yang diajarkan Islam.  Kenapa dinegara  yang kaya sumber daya alam ini, masih  lambat mencapai kesejahteraan  terhadap penduduknya. Karena,  semangat pengurbanan itu masih belum ikhlas karena Allah SWT.

Dalam memacu pembangunan Payakumbuh, pemerintah kota butuh peran serta masyarakat. Semangat juang seluruh warga diperlukan, guna mengantisipasi keterbatasan financial kota. Untuk itu,  seluruh aparatur penyelenggara negara dan masyarakat atau umat Islam, harus bersinergi membangun kota ini, dengan memohon ridhanya Allah.

Pelaksanaan shalat Idul Adha 1436 Hijriyah itu, berlangsung tertib, khidmat  dan lancar. Ikut hadir  shalat Idul Adha bersama Wakil Walikota Suwandel Muchtar, Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, Wakil Ketua Wilman Singkuan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Heri Sumitro, S.Pd, Kapolresta AKBP Yuliani, SH, sejumlah pimpinan SKPD,  pengurus MUI dan perantau yang pulang kampung.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img