Tapanuli Selatan, – Tim Penelitian SiNergi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) yang diketuai oleh Prof. Dr. Rince Alfia Fadri, S.ST., M.Biomed., didampingi tim peneliti Coffee Education Research Institute (CERI), melakukan kunjungan lapangan ke salah satu perkebunan kopi organik di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengamatan lapangan dan pengumpulan data penelitian terkait praktik budidaya, pengolahan, dan ketertelusuran kopi yang diterapkan oleh pelaku usaha kopi di Sumatera Utara.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah PT Tapanuli Agro Mandiri atau yang lebih dikenal dengan nama Tiga Dara. Perusahaan kopi ini didirikan dan dikelola oleh Sartika Permata Nasution bersama rekan-rekannya dengan semangat membangun usaha kopi yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya perempuan.
“Saya ingin perempuan-perempuan lain dapat berdaya dan memperbaiki perekonomian keluarga melalui sektor perkebunan kopi,” ujar Sartika.
Menembus Pasar Ekspor dengan Kopi Specialty Sipirok
Di bawah kepemimpinan Sartika, kopi yang diproduksi oleh PT Tapanuli Agro Mandiri berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara, termasuk Jepang. Salah satu produk unggulannya adalah kopi specialty Arabika Sipirok yang dikenal memiliki karakter cita rasa khas dari dataran tinggi Tapanuli Selatan.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan produk kopi Excelsa yang telah mendapatkan perhatian dalam berbagai ajang dan festival kopi regional.
Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas, Sartika juga telah memperoleh sertifikasi CQI Arabica Processing Professional, sebuah sertifikasi internasional yang diberikan oleh Coffee Quality Institute (CQI), Amerika Serikat. Sertifikasi tersebut menunjukkan kompetensi dalam menerapkan standar pengolahan kopi yang baik dan sesuai dengan praktik terbaik industri kopi dunia.
“Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa proses pengolahan kopi yang kami lakukan telah memenuhi standar yang diakui secara internasional,” jelasnya.
Mengembangkan Inovasi Melalui Carbonic Maceration
Tidak hanya fokus pada produksi kopi konvensional, Sartika juga terus mengembangkan inovasi dalam pengolahan pascapanen. Salah satu metode yang saat ini sedang dipelajari dan diterapkan adalah Carbonic Maceration, yaitu teknik fermentasi yang menggabungkan proses fermentasi intraseluler dalam lingkungan kaya karbon dioksida untuk menghasilkan profil rasa dan aroma yang lebih kompleks.
Menurut Sartika, setiap kebun kopi memiliki pendekatan yang berbeda dalam proses pengolahan.
“Pengolahan kopi tidak memiliki satu formula yang sama untuk semua. Setiap kebun memiliki kondisi, pengalaman, dan preferensi yang berbeda sehingga menghasilkan beragam metode pengolahan kopi,” ungkapnya.
Kebun Organik Bersertifikat dengan Produksi yang Stabil

Perkebunan kopi Tiga Dara merupakan kebun kopi organik yang telah memperoleh sertifikasi resmi dari pemerintah. Berlokasi di kawasan Kampung Baru dengan luasan area yang mencapai sekitar 200 hektare, kebun ini dikenal memiliki produktivitas yang relatif stabil sepanjang musim panen.
Sartika menjelaskan bahwa ketika sebagian petani mengalami penurunan produksi, kebun yang dikelolanya masih mampu menghasilkan panen secara berkelanjutan. Pemanenan dilakukan secara rutin setiap sekitar 10 hari sekali sesuai tingkat kematangan buah kopi.
Menariknya, sistem budidaya yang diterapkan mengandalkan proses alami tanpa penggunaan pupuk kimia sintetis. Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung status organik perkebunan serta menjaga keseimbangan ekosistem di area kebun.
Inspirasi Perempuan Muda di Industri Kopi

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Rince Alfia Fadri, S.ST., M.Biomed., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sartika dalam membangun usaha kopi sekaligus memberdayakan masyarakat melalui sektor pertanian.
Menurutnya, Sartika merupakan sosok inspiratif yang menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya perempuan, memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan industri kopi Indonesia.
“Sartika telah membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi pelaku utama di sektor pertanian dan membangun kemandirian ekonomi melalui kopi. Semangat dan inovasi yang ditunjukkan menjadi inspirasi bagi banyak perempuan untuk berani berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian,” ujar Prof. Rince.
Meski telah berhasil menembus pasar ekspor dan mengembangkan berbagai inovasi pengolahan kopi, Sartika mengaku perjalanan yang ditempuh masih panjang. Ia berharap dapat terus mengembangkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat sekitar.
Kunjungan tim penelitian SiNergi PPNP dan CERI ke PT Tapanuli Agro Mandiri diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai praktik budidaya kopi organik, inovasi pengolahan pascapanen, serta peran penting perempuan dalam mendorong keberlanjutan industri kopi Indonesia.