Padang – Sejumlah warga kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengharapkan pemerintah RI segera memadamkan titik api akibat kebakaran hutan sumber munculnya kabut asap pada beberapa wilayah.
“Presiden Jokowi sudah turun ke lapangan, sudah sepatutnya pemadaman titik api tersebut mulai dilakukan,” kata salah seorang warga Mawi, di Padang, Minggu.
Menurutnya pemadaman titik api tersebut harus dilakukan dalam waktu dekat karena dampak yang ditimbulkannya bukan hanya merugikan masyarakat dalam negeri saja melainkan juga luar negeri.
Hal ini katanya bisa mengganggu stabilitas antara RI dan negara tetangga.
“Bila masyarakat Indonesia saja yang terkena sudah biasa, tapi kalo masalahnya berimbas ke negara lain dapat mengancam hubungan kedua negara,” katanya.
Dalam hal ini kata dia, pemerintah daerah harus memiliki inisiatif untuk menangani permasalahan tersebut, selain menunggu instruksi presiden.
Sebagai contoh katanya kabut asap di Sumbar, meski titik api tidak banyak ditemukan dan hanya sebuah dampak kiriman namun pihak Pemda perlu juga proaktif membantu daerah lain.
Bentuk proaktif ini yakni melakukan konsolidasi dengan pemda lain seperti pengiriman tenaga pemadam kebakaran, staff ahli kebun dan hutan, atau Badan penanggulangan bencana.
“Hal ini perlu dilakukan mengingat kabut asap telah menjadi bencana nasional bahkan berpotensi menjadi internasional,” ucapnya.
Warga lain Arlon Dison mengatakan pemerintah juga perlu meminta bantuan negara yang terpapar asap untuk menanggulangi titik api tersebut bila merasa tidak mampu menanganinya sendiri.
Dengan begitu katanya kedua negara sama mendapat keuntungan.
Sementara itu sebelumnya pakar kajian udara dari Ilmu Lingkungan Universitas Andalas Dr. Fadjar Goembira mengatakan bahwa untuk melakukan pemadaman titik api pada kebakaran hutan tidak mudah.
Sebab menurutnya selain berat secara teknis adanya kepentingan lain dan kebijakan tentang lingkungan di sekitarnya dapat menjadi faktor penghambatnya.
Meskipun demikian bila pemerintah mampu berkonsolidasi dengan berbagai pihak titik api tersebut dapat dipadamkan. (Ant/Oleh M R Denya Utama)
