Payakumbuh,BeritaSumbar,-Akhir akhir ini pemberitaan lokal maupun nasional dihangatkan dengan naiknya harga telur di pasaran. Harga telur per kg berada di atas 25 ribu rupiah.

Untuk Payakumbuh dan Limapuluh Kota harga telur berada di kisaran 1400 sampai 1500 rupiah per butir. Dan harga itu masih ditingkat pengumpul. Harga telur melambung disebabkan turunnya produksi telur. Sementara permintaan pasar tetap stabil.

Saat BeritaSumbar mencoba menelusuri kondisi di lapangan mengingat daerah ini merupakan sentra telur di Sumatera Barat ,salah seorang peternak ayam petelur menceritakan sebab turunnya produksi telur di Limapuluh Kota. Beberapa waktu lalu penyakit ayam mewabah. Banyak ayam yang sedang produktif mati diserang wabah tersebut. Serta mahalnya harga ayam tua yang membuat pemilik kandang melego ayam yang masih efektif bertelur untuk diganti ayam yang masih muda.

Kadang ayam petelur saat ini banyak yang kosong ujar Zal PS salah seorang peternak dan juga pengumpul telur ayam di Payakumbuh. Kandang kosong umumnya disebabkan ayam banyak mati karena penyakit yang mewabah akhir akhir ini. Sementara untuk pengisian ulang butuh waktu 1 sampai 2 bulan pensterilan,baru bisa diisi lagi dengan ayam petelur. Juga harga pakan yang tidak stabil saat ini ujar Zal.

Penyakit ayam yang terdeteksi saat ini yaitu flu burung, Low fatagenic, High fatagenic – diagnosa kabur. ujar salah seorang peternak ayam petelur.Saat ini kita terpaksa menambah biaya dalam perawatan ayam berupa suplemen (multivitamin, mineral, enzym,asam butirat, asam amino,anti toxyin,temu lawak, kunyit, bethain) ujar salah satu peternak ayam kepada BeritaSumbar.com.

Kedepan dengan kejadian ayam terserang penyakit sehingga banyak ayam yang mati,Peternak ayam berharap kepada pemerintah baik kota Atau kabupaten Limapuluh kota bisa mencarikan solusi pencegahan dengan adanya labor representatif. Sehingga pemeriksaan ternak dan pengadaan pakan yang sehat bisa di siap sediakan di daerah ini.

Melambungnya harga telur ayam ini berdampak drastis kepada usaha kecil yang berbahan baku telur di Kota Payakumbuh. Seperti usaha kue makanan kue bolu. Ina Boy salah satu dapur kue bolu di Payakumbuh Utara terpaksa mengurangi produksi karena keterbatasan bahan baku telur saat ini. Biasanya setiap hari dapur kue bolu ini minimal butuh 7500 butir telur. Saat ini hanya bisa didapat setengahnya. Sehingga karyawan hanya bisa bekerja setengah hari saja,ujar Inaboy (*)