BATUSANGKAR, BeritaSumbar.com – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, meninjau langsung gladi bersih Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Rabu (24/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan maksimal, menyusul tertundanya festival ini pada tahun lalu akibat bencana alam.
Dalam gladi bersih tersebut, seluruh komponen pendukung acara kembali melakukan simulasi. Berbagai atraksi yang akan disuguhkan pada acara pembukaan, mulai dari arak-arakan budaya hingga tari kolosal yang menjadi daya tarik utama, dipersiapkan secara matang.
”Hari ini kita melaksanakan gladi bersih seluruh komponen yang akan tampil. Kita ingin memastikan pembukaan Festival Minangkabau 2026 benar-benar berjalan dengan baik, karena itu saya turun langsung melihat seluruh persiapan di lapangan,” ujar Eka Putra di lokasi kegiatan.
Tak hanya pertunjukan seni, Eka Putra juga mengecek secara detail berbagai kebutuhan teknis pendukung. Pengecekan mencakup kesiapan sistem suara (sound system), pemasangan layar LED, hingga penataan lokasi bagi para penonton dan tamu undangan.
Perhatian terhadap detail ini krusial. Pasalnya, pembukaan festival budaya berskala internasional ini dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah tamu VVIP. Beberapa di antaranya adalah Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Gubernur Sumatera Barat, hingga tamu kehormatan dari mancanegara.
”Kita pastikan semuanya, termasuk posisi para tamu undangan yang datang dari berbagai daerah hingga luar negeri. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar mereka merasa nyaman selama mengikuti kegiatan,” tambahnya.
Selain panggung utama, Bupati Eka Putra juga meninjau kawasan Rumah Gadang yang akan difungsikan sebagai lokasi makan bajamba. Tradisi makan bersama khas Minangkabau ini merupakan salah satu agenda inti yang paling dinantikan dalam festival tersebut.
Lebih lanjut, Eka Putra berharap Festival Minangkabau 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata sekaligus pelestarian budaya di Tanah Datar, yang akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
”Festival ini sempat tertunda tahun lalu karena bencana. Karena itu, tahun ini kita ingin menampilkan yang terbaik. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Tanah Datar agar acara ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat besar bagi daerah,” tutupnya. (McD)