26.1 C
Padang
Jumat, Oktober 22, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tentang Kompensasi Lahan Di PLTMH, Ini Komentar Walinagari Tanjuang Bonai
T

Kategori -
- Advertisement -

Tanah Datar,Beritasumbar.com – Proses ganti rugi tanaman dilahan masyarakat yang telah ada proses pembayaran sebelumnya,di wilayah kerja pengembangan Perusahaan Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Nagari Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara,diduga ada permainan tidak sehat antara pemilik lahan dan salah satu lembaga nagari terhadap Ikhwan Mega Power (IMP) selaku pengembang proyek Kalo Kalo dengan pembiayaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Pasalnya lahan yang telah pernah dilakukan ganti rugi bisa di ulang kembali pengganti rugiannya,salah satunya terdapat di Jorong Pamusihan Nagari Tanjuang Bonai,”dilahan penguasaan fisik bidang tanah dengan hak kepemilikan ulayat Nagari Tanjung Bonai,diduga sudah diberikan kompensasi pada tahun 2017 bahkan dalam berita acara terdapat pembayaran ganti rugi tambahan selang lima bulan berikutnya.

Lutfi,S.Pd Walinagari Tanjung Bonai mengungkapkan kepada Beritasumbar.com.”mengenai ganti rugi,PT IMP memang menyurati Pemerintahan Nagari waktu itu guna permohonan mediasi dengan warga kami yang menuntut kompensasi lahan yang di kelolahnya longsor oleh dampak pengerjaan PLTMH.

“Karena permasalahan ini berhubungan dengan ulayat Nagari,”oleh sebab itu Pemerintahan Nagari menyurati Kerapatan Adat Nagari (KAN) untuk melimpahkan permasalahan tersebut.”hasil akhirnya sampai sekarang memang belum ada laporan KAN ke Walinagari.”kita juga belum tau kapan diberitahu,mungkin nanti.”katanya.

Saat dikonfirmasi tentang ganti rugi ulayat yang telah dibayarkan sebelumnya tersebut,Lutfi menyampaikan,”kalau permasalah itu,lebih banyak kegiatannya bersama Niniak Mamak,”ungkapnya.

Pihak pengembang PLTMH yang tidak ingin disebutkan namanya ketika di minta Klarifikasinya membenarkan,”memang benar telah adanya mediasi dan pemberian kompensasi terhadap lahan masyarakat yang terdampak pengerjaan proyek yaitunya,lahan sebelumnya terdapat longsor di Jorong Pamusihan Nagari Tanjung Bonai dalam hal ini tertuang dalam surat tanggal 16 Maret 2021.”dimana dalam notulen rapat membahas Klaim atas tanaman salah satu warga.

“Adapun poin dalam pembahasan tersebut pernyataan klaim tanaman pada lokasi Sand Trap / Intake pada Sta.0+00 S/d Sta 350 disebabkan bencana tanah longsor serta perihal tanah seluas kurang lebih 5000 m2 tersebut adalah hak Lembaga Kerapatan Adat Nagari dan permintaan surat tidak menghalangi kegiatan proyek kepada penggarap lahan berikut dangan penggantian kompensasi sebesar Rp.130 juta yang telah di bayarkan.

Sanada dengan Walinagari Tanjung Bonai perihal ganti rugi pada tahun 2017,”pihak pengembang akan mempelajari data data yang terdahulu,apakah pernah diganti rugi sebelumnya atau tidak,sebab saat ini kita ingin pengerjaan proyek berjalan lancar kedepannya tanpa ada gangguan lagi,karena kita selaku pengembang sudah mengalami kerugian hingga puluhan milyar dan ini dibiayai dari dana asing melalu perizinan Kementrian ESDM.(haries)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img