30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tim Penyuluh Kemensos RI Temu Kelompok Di Payakumbuh
T

Kategori -
- Advertisement -

Kota Payakumbuh menjadi perhatian serius Kementerian Sosial sebagai kota  peduli permasalahan sosial di Tanah Air.  Untuk itu,  Kemensos RI mengirim tim penyuluh dipimpin langsung Kepala Pusat Penyuluhan Sosial Kemensos,  Tati Nugrahati, ke Payakumbuh, guna menjelaskan berbagai program Kemensos, kepada kelompok masyarakat di kota ini, selama dua hari, Rabu-Kamis (25-26/9).

Di Payakumbuh, rombongan Pusat Penyuluhan Sosial Kemensos bersama Dinas Sosial Sumatera Barat, menggelar acara temu kelompok di Kantor Kecamatan Payakumbuh Selatan. Temu kelompok berthemakan Bersama Kita Galang Partisipasi Sosial Menuju Indonesia Sejahtera, itu dibuka Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh diwakili Asisten I Yoherman, SH, S.Sos. Dalam acara ini juga hadir Camat Payakumbuh Selatan Dra. Elfriza Zaharman  serta Kabid Kelembagaan Sosial Dinsos Propinsi Sumbar Muchtar Lufi Hasan.

Temu kelompok ini diikuti 30 peserta, terdiri dari unsur tokoh adat, tokoh agama, karang taruna, kader pekerja sosial masyarakat, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, tagana dan organisasi sosial lainnya. Di awal acara, seluruh peserta serentak berpakaian rompi sebagai penyuluh sosial yang diberikan Kemensos.

Di depan peserta Kepala Pusat Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial, Tati Nugrahati, menyampaikan secara sejumlah program Kemensos yang berkaitan dengan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Temu kelompok dimaksudkan,  membangun pemahaman yang sama  dan memiliki pengetahuan yang sama antara jajaran Kemensos dengan pelaku sosial di tengah masyarakat. Artinya, semua  elemen masyarakat   tahu,  mau dan    bisa berbuat dalam menuntaskan persoalan sosial disetiap kelurahan.

Tati Nugrahati berharap,  melalui kegiatan temu kelompok,  dapat menumbuhkan  partisipasi aktif dari seluruh sasaran dan munculnya kepedulian seluruh pihak terkait dalam penanganan tujuh prioritas masalah kesejahteraan sosial,  sesuai dengan UU No 11 Tahun 2009, tentang kemiskinan, keterlantaran,  kecacatan, keterpencilan, ketunaan sosial, dan penyimpangan prilaku korban bencana dan korban tindak kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Ke depan, ungkap Tati Nugrahati, pasca menjalani temu kelompok sosial, masyarakat dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang diperolehnya kepada seluruh elemen masyarakat dan stakeholder lainnya, agar mengenal program-program Kementerian Sosial. Menurut Tati,  semangat menumbuhkan sikap peduli dan berbagi merupakan wujud kesetiakawanan sosial.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img