Persija hanya bisa menang lewat babak adu penalti dan tidak membantu mereka untuk ke semi-final.
Persija Jakarta mampu menutup petualangan mereka di turnamen Piala Jenderal Sudirman dengan kemenangan atas Semen Padang, Minggu (20/12) malam, di Stadion Manahan, Solo.
Sayang kemenangan tersebut didapat lewat adu penalti, yang artinya tak membantu tim Macan Kemayoran untuk bisa ke semi-final. Persija hanya bisa mengamankan lima poin, sedangkan Kabau Sirah memiliki tujuh poin untuk menjadi jawara grup D delapan besar.
Babak Pertama
Hasil dari laga Mitra Kukar kontra PS TNI membuat laga Persija Jakarta kontra Semen Padang jadi makin penting. Bukan hanya Persija, tapi juga Semen Padang. Di mana kemenangan Mitra 3-1 atas PS TNI bisa saja membahayakan tim Kabau Sirah.
Umpan Irsyad Maulana yang mampu menerobos masuk sisi kiri kotak penalti Persija nyaris saja membawa Semen Padang unggul sejak meit keempat. Sayang umpan matang Irsyad malah tak bisa disambut dengan tenang dan baik oleh Nur Iskandar, yang sebenarnya tak begitu dijaga ketat oleh barisan belakang Persija.
Menit 12′, giliran Persija yang mendapat peluang lewat tendangan bebas dari jarak ideal. Emmanuel ‘Pacho’ Kenmogne yang mengambil tendangan masih gagal menemui sasaran, bola yang diluncurkan striker berpaspor Belgia itu membentur pemain Semen Padang.
Nur Iskandar lagi-lagi membuang peluang pada menit 22′. Kecerdasan Yu Hyun-koo memberi umpan terobosan kepada Nur Iskandar di kotak penalti tak mampu diselesaikan dengan finishing yang bagus, tendangan Nur Iskandar hanya melenceng tipis dari gawang kawalan Andritany Ardhiyasa.
Laga bisa dibilang cukup alot karena kedua tim begitu sulit memaksimalkan sedikit peluang yang tercipta. Semen Padang sempat mengancam lewat tendangan bebas Satrio Syam dari sisi kanan, tapi tembakan eks PSM Makassar melenceng tipis dari target.
Di menit-menit akhir sebelum istirahat, umpan jauh Hendra Adi Bayauw membahayakan pertahanan Persija, tapi Andritany berhasil mengamankan bola sebelum dijangkau oleh Nur Iskandar. Beberapa menit berselang, Persija lewat serangan balik yang digalang Pacho hanya mampu menghasilkan tendangan yang terlalu mudah diamankan Jandia Eka.
Babak pertama pun akhirnya harus berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Babak Kedua
Di awal-awal paruh kedua, Semen Padang lebih banyak menguasai bola. Pada menit ke-53 Yu Hyun-koo melakukan tendangan bebas dari jarak ideal. Tapi Andritany Ardhiyasa masih bisa menangkap bola yang mengarah tepat ke sasaran.
Persija kesulitan untuk berkembang dan menciptakan peluang. Raphael Maitimo pun ditarik keluar untuk digantikan Dedi Hartono, tapi permainan tim Macan Kemayoran malah jadi kurang seimbang. Bahkan mereka harus dihukum penalti setelah Maman Abdurrahman melanggar Hendra Adi Bayauw yang melakukan penetrasi di menit 63′.
James Koko Lomell pun dipercaya menjadi algojo penalti, Andritany yang pernah melakukan penyelamatan saat Persija kontra Sriwijaya FC di fase grup tak bisa mengulanginya. Sebagaimana eksekusi James di menit 65′ bisa mengelabui Andritany. 1-0 untuk Semen Padang.
Jelang waterbreak, Persija coba menekan Semen Padang yang mulai menurunkan tensi serangan. Usaha Aldi Al Achya yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti masih bisa diantisipasi Jandia Eka. Semen Padang pun mengganti pemain di sektor belakang, Saepulloh Maulana nampak keram dan digantikan Novrianto.
Terlalu fokus menyerang, Persija malah kembali tersengat oleh Semen Padang. Lagi dan lagi Semen Padang menciptakan gol lewat serangan balik – taktik yang kerap mereka andalkan selama turnamen. Hendra Bayauw mampu lolos dari jebakan offside, mengelabui Andritany yang coba menerjang dan Maman yang mengejar dari belakang. 2-0 untuk armada Nilmaizar menit 82′.
Laga sempat dihentikan karena ulah suporter yang menyalakan bom asap dan flare ketika laga sedang berjalan, Persija yang sedang membutuhkan gol pun kehilangan momentum mereka. Ketika laga dilanjutkan, Persija akhirnya bisa mencuri gol balasan di menit 89′. Pacho yang menguasai bola di kotak penalti tak mendapat adangan berarti, sehingga mudah saja mencetak gol.
Empat menit termasuk waktu tambahan coba dimaksmalkan Persija, namun tak mudah karena Semen Padang sudah menumpuk pemain di daerah pertahanan. Nur Iskandar bahkan masih bisa mengancam lewat tendangan keras dari sisi kiri yang melenting dari target.
Jelang laga berakhir, Pacho harus dilanggar di kotak penalti oleh Handi Ramdhan. Pacho yang jadi eksekutor pun mampu menyempurnakan tugasnya dengan gol sekaligus menyamakan kedudukan yang memaksa laga harus ditentukan dengan babak adu penalti.
Babak Adu Penalti
Hendra Bayauw jadi penendang pertama dan mampu memberikan angka untuk Semen Padang. Persija pun mampu mengamankan penalti pertama lewat eksekusi Emmanuel Kenmogne yang tak bisa diantisipasi Jandia Eka.
Andritany Ardhiyasa mampu menggagalkan penendang kedua dari Semen Padang, Satrio Syam. Tendangan Satrio lemah ke sisi kanan dan bisa dibaca Andritany. Maman Abdurrahman sebagai penendang kedua Persija mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
