23.8 C
Padang
Sunday, September 27, 2020

Punya Manfaat sebagai Immunodulator, Jahe Merah Segera Diuji Klinis

Beberapa waktu terakhir, media sosial Indonesia dihebohkan dengan kontroversi video di kanal Youtube musisi Anji dengan Hadi Pranoto.

Dalam video berjudul “Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! (Part 1)” itu, Hadi Pranoto disebut sebagai profesor dan pakar mikrobiologi yang mengklaim sudah menemukan antibodi Covid-19. Obat tersebut bahkan ia sebut mampu mencegah dan menyembuhkan Covid-19 hanya dalam hitungan hari.

Dalam video yang diunggah pada 31 Juli 2020 itu, Hadi menyebutkan, cairan antibodi Covid-19 yang ditemukannya itu telah menyembuhkan banyak orang dari infeksi virus corona.

Sontak, klaim Hadi tersebut menarik perhatian banyak orang dan namanya pun menjadi trending di dunia maya. Pasalnya, banyak orang yang meragukan soal kredibilitas Hadi Pranoto serta klaim obat Covid-19 yang dipertanyakan uji klinisnya.

Panen Jahe Merah | foto: Antara

Merespons klaim Hadi Pranoto tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, hingga saat ini BPOM tidak pernah memberikan persetujuan untuk obat herbal dengan klaim mengobati Covid-19.

“Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk untuk infeksi Covid-19,” kata Penny dikutip dari Kompas.com, Senin (3/8/2020).

Menurut Penny, sebelum produk obat dan makanan mendapatkan nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Produk-produk tersebut harus melewati tahap evaluasi terkait aspek keamanan, khasiat, dan mutunya.

“Jika memang memenuhi persyaratan, produk obat dan makanan bisa mendapatkan nomor izin edar Badan POM,” imbuhnya.

Harus melewati uji klinis

Selain itu, Penny menegaskan, klaim khasiat suatu obat harus dibuktikan melalui data empiris atau secara ilmiah lewat uji praklinis dan uji klinis sebelum beredar di masyarakat.

Uji praklinis merupakan tahap yang meneliti zat serta kandungan apa saja yang terkandung dalam obat. Pada tahap ini juga akan dilakukan uji coba kepada hewan yang memiliki gen serupa dengan manusia.

Mengutip Kompas.com, Kamis (23/7/2020), pengujian tersebut bisa dilakukan ke berbagai jenis hewan, seperti marmut dan monyet. Tujuannya, melihat apakah khasiat obat tersebut terbukti di hewan dan aman untuk manusia.

Setelah itu, dilakukan uji klinis pada manusia yang meliputi 3 fase, yakni fase I, II, dan III. Uji klinis fase I akan melibatkan 50-100 orang untuk melihat keamanannya. Jika lulus, baru bisa dilanjutkan ke fase II.

Pada fase II, uji klinis akan melibatkan 100-400 orang untuk melihat efektivitas obat tersebut, seperti dapat menghasilkan kekebalan, efektivitas penyembuhan, hingga melihat efek samping.

Pada uji fase III, obat kembali di ujikan kepada ribuan orang untuk lagi-lagi menguji khasiat, efektivitas, serta reaksi atau efek samping yang muncul.

Tahapan uji praklinis dan uji klinis tersebut tidak hanya berlaku untuk obat kimia dan vaksin, tapi juga berlaku untuk obat dan ramuan herbal.

Jahe merah segera diuji klinis

Contohnya, sejak pandemi virus corona merebak, pamor tanaman herbal jahe merah naik dan banyak diburu masyarakat karena disebut-sebut bisa membantu menjaga daya tahan tubuh terhadap virus corona.

Jahe merah atau Zingiber officinale var. rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih.

Mengutip laman biotek.lipi.go.id, jenis jahe ini merupakan varietas unggul karena memiliki kandungan senyawa aktif lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya sehingga lazim digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional.

Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan, jahe merah memiliki manfaat sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

Masih mengutip sumber yang sama, kandungan gingerol dan shogaol merupakan senyawa yang membuat jahe merah memiliki efek immunomodulator.

Menurut Masteria, efek tersebut mungkin bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan penyakit akibat virus corona.

Jahe merah juga memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan. Lihat Foto Jahe merah merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe yang memiliki efek immunomodulator (Dok. PT Bintang Toedjoe) “Secara umum, corona virus menyebabkan gejala peradangan berlebih pada paru-paru.

Aktivitas anti-inflamasi yang dimiliki oleh jahe merah dapat meredakan gejala tersebut,” kata Masteria. Selain untuk daya tahan tubuh, jahe merah juga diketahui memiliki berbagai manfaat lain, seperti menurunkan tekanan darah, antibakteri, menurunkan asam urat, menurunkan kadar kolesterol, dan afrodisiak.

Jahe merah pun bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis degeneratif, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes pada orang-orang lanjut usia (lansia).

Karena berbagai manfaat tersebut, PT Bintang Toedjoe berinisiatif akan melakukan tahap uji klinis terhadap khasiat tanaman obat asli Indonesia jahe merah sebagai immunomodulator Covid-19.

Dalam melakukan tahap uji klinis itu, PT Bintang Toedjoe akan bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Selain itu, pada Senin, 31 Agustus 2020 mendatang akan diadakan pula webinar yang membahas penegakkan Hoax atau Fakta Uji klinis Jahe Merah sebagai Immunodulator untuk pasien Covid-19.

Untuk diketahui, PT Bintang Toedjoe adalah perusahaan farmasi yang menghasilkan produk obat-obatan dan jamu yang banyak memanfaatkan tanaman herbal.

Contohnya, produk Bejo Jahe Merah dan Bejo Susu Jahe Merah yang memiliki kandungan jahe merah di dalamnya.

Untuk memproduksi kedua produk tersebut, PT Bintang Toedjoe bekerja sama dengan lebih dari 10.000 petani yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ekosistem kerja sama itu terbentuk sejak 2015 dengan menggandeng pemerintah dan partner-partner extractor untuk memastikan standar kualitas ekstrak jahe merah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Punya Manfaat sebagai Immunodulator, Jahe Merah Segera Diuji Klinis”.
Penulis : Anissa Dea Widiarini
Editor : Sheila Respati

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Yuswir Arifin, Tidak Ada Nomor Keramat

Sijunjung, Berita Sumbar---Tidak ada nomor keramat, hanya Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kete tuan siapa yang akan menjadi Bupati Lima Tahun mendatang,...

Nomor Urut Calon Gubernur Sumbar Dan Bupati Limapuluh Kota Yang Sama, Ini Komentar Ketua DPD Golkar Payakumbuh

Payakumbuh - Ketua DPD Partai Golkar Kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam mengungkapkan ada hikmah baik yang dapat dilihat dari dengan...

BERSAMA BANTU ARSAD

"luangkan waktu untuk membaca"BERSAMA BANTU ARSAD Setelah saya membaca di medsos kepedulian TIM Piladang Peduli terhadap remaja yang menderita...

Macan Kumbang, Grebek Gelanggang Judi Sabung Ayam

Pesisir Selatan,-Tim opsnal macan kumbang, Satreskrim Polres Pesisir Selatan, Sabtu (26/9) pukul 14.46 Wib, membubarkan gelanggang judi sabung ayam di Kampung Sungai Sarik...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Konsumsi Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19

Padang,-Covid19 telah menyebar hampir di seluruh negara di dunia dan ditetapkan sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia...

Benalu Kopi Dan Khasiatnya Bagi tubuh Manusia

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Selama ini kita kenal yang namanya benalu adalah tanaman parasit. Sebab dimana tumbuh selalu merusak tanaman induk. Bahkan sampai tanaman tempat dia menumpang hidup...

Malaysia Perkenalkan Wisata Kesehatan

BeritaSumbar.com,-Malaysia diperkirakan terus aktifkan kembali dalam bidang wisata kesehatan dimulai tahun depan setelah satu tandatangan nota kesepahaman (MOU) yang akan diadakan dalam waktu terdekat. Ketua...

Menteri Kesehatan RI: Jadikan Yoga Untuk Bisa Mereformasi Diri

Jakarta,BeritaSumbar.com,-Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengatakan Kegiatan Saka Yoga Festival dalam rangka hari raya Nyepi ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mereformasi diri kita...
- Advertisement -