Lubuk Basung – Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, akan mengerahkan seluruh personilnya berjumlah 334 orang untuk melakukan pengamanan pada malam pergantian tahun baru 2016.
Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan ke 334 personil ini akan dikerahkan di pusat keramaian seperti Simpang Tiga Padang Baru dan Simpang Gudang di Kecamatan Lubuk Basung. Lalu Muko-Muko Kecamatan Tanjung Raya, Kelok 44.
“Kita juga akan melakukan razia pasangan tanpa memiliki surat nikah yang menginap di hotel Melati dan lainnya,” katanya.
Polres juga akan melakukan patroli untuk mengantisipasi adanya balap liar dan kemacetan lalu lintas di daerah itu.
Pengamanan yang dilakukan ini bertujuan agar pada malam pergantian tahun tidak terjadi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, karena saat itu aktivitas warga untuk keluar rumah cukup banyak.
Agar petasan tidak beredar di daerah itu, pihaknya telah melakukan razia petasan di sejumlah pasar tradisional.
Dari hasil razia tersebut, tidak ada pedagang kedapatan berjualan petasan karena saat Idul Fitri 1436 Hijriyah, anggota telah melakukan razia besar-besaran terhadap peredaran petasan itu.
Namun pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin, sehingga saat malam pergantian tahun baru tidak ada petasan yang diletuskan di daerah itu.
“Kita akan pantau terus peredaran petasan tersebut. Apabila ada pedagang menjual petasan saat malam pergantian tahun, maka kita akan mengawasi mereka,” katanya.
Pada malam pergantian tahun, pemerintah mengambil kebijakan untuk menutup seluruh objek wisata dan pihaknya tetap melakuka pengawasan di objek wisata tersebut.
Pengelola Lawang Adventure Park, Zuhrizul mendukung kebijakan pemerintah untuk menutup semua objek wisata saat malam pergantian tahun.
“Ini akan saya lakukan karena pergantian tahun bukan kebudayaan umat muslim dan banyak mudharat dari pada manfaatnya,” katanya. (Ant/Oleh Altas Maulana)
