23 C
Padang
Kamis, Oktober 28, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pencegahan Penularan COVID-19 Bagi Lansia
P

- Advertisement -
Penulis: Fitri Mailani
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Pada era pandemi saat ini, kelompok lansia merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami keparahan/ morbiditas dan mortalitas akibat penyakit COVID-19. Di Indonesia sendiri angka mortalitas pasien COVID-19 meningkat seiring dengan meningkatnya usia yaitu pada populasi usia 45-54 tahun adalah 8%, 55-64 tahun 14% dan 65 tahun ke atas 22%. Untuk itu pencegahan penularan melalui upaya promotif dan preventif kepada kelompok lansia sangat penting dilakukan, baik di tingkat keluarga, masyarakat dan fasilitas Kesehatan. Berikut akan dijelaskan beberapa langkah pencegahan penularan COVID-19 bagi lansia secara umum:

  1. Tetap tinggal di rumah/panti wreda dan melakukan kegiatan rutin sehari-hari.
  2. Menjaga jarak (1 meter atau lebih) dengan orang lain, hindari bersentuhan, bersalaman atau bercium pipi, serta jauhi orang sakit.
  3. Menjaga kebersihan tangan dengan cara sering cuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizer, serta hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
  4. Lansia maupun pendamping selalu memakai masker.
  5. Bila batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu.
  6. Istirahat dan tidur yang cukup, minimal 6-8 jam sehari atau lebih.
  7. Menjaga lingkungan tempat tinggal agar sirkulasi udara baik dan terpapar sinar matahari.
  8. Makan makanan dengan gizi seimbang (cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral). Selain itu minum yang cukup, dan bila diperlukan minum multi vitamin serta hindari dan hentikan merokok.
  9. Melakukan aktivitas fisik yang cukup di rumah, seperti olahraga ringan didalam rumah menggunakan video tutorial, mengurus tanaman disekitar rumah sambil berjemur di pagi hari, membuat kreativitas tangan untuk melatih motorik, membaca buku dan mengisi teka teki.
  10. silang untuk mencegah penurunan kognisi, beribadah, memasak makanan yang disukai atau aktivitas lain yang menyenangkan.
  11. Jauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial, seperti arisan, reuni, rekreasi, pergi berbelanja dan lain-lain.
  12. Menjaga kesehatan jiwa dan psikososial lansia dengan cara menghindari berita/informasi yang memancing rasa khawatir berlebihan, dan lebih banyak mengakses berita/informasi positif yang memberi sugesti dan keyakinan baik serta membangkitkan optimisme. Selain itu tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan anak, cucu dan kerabat lain maupun teman melalui komunikasi jarak jauh, atau mengatur jadwal kunjungan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan.
  13. Lansia yang mempunyai penyakit kronis (seperti Hipertensi, Diabetes atau penyakit menahun lainya) dapat melakukan pemantauan kesehatan mandiri di rumah menggunakan alat kesehatan sederhana, seperti alat tensimeter digital, thermometer digital, alat cek darah sederhana. Selain itu pastikan obat-obatan rutin yang harus diminum setiap hari dalam jangka waktu lama tetap cukup persediaannya di rumah.
  14. Lansia dianjurkan untuk tidak pergi berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit, kecuali mengalami tanda-tanda kegawatdaruratan :
  15. Perubahan kesadaran (bicara meracau, tidak nyambung, lebih sering mengantuk, tiba-tiba mengompol). Nyeri dada yang memberat.
  16. Diare, muntah-muntah, tidak mau makan, lemas yang memberat, demam tinggi ≥ 38 C.
  17. Jatuh yang menyebabkan nyeri hebat/kecurigaan patah tulang/ pingsan.
  18. Nyeri yang memberat.
  19. Perdarahan yang sukar berhenti.
  20. Sesak napas yang memberat.
  21. Gangguan saraf mendadak (kelemahan anggota badan, sakit kepala hebat, bicara pelo, kejang).

Bagaimana dengan lansia yang tinggal di Panti Werda?

Pencegahan Penularan Covid-19 bagi lansia yang perlu dilakukan oleh pengelola Panti werda antara lain:

  1. Beri motivasi dan edukasi agar lansia tetap beraktivitas, namun lansia harus selalu memakai masker jika berinteraksi dengan petugas panti dan rekan lansia penghuni panti lainnya, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Sebisa mungkin hindari kontak fisik dengan petugas panti atau rekan Lansia lainnya di panti (berjabat tangan, berpelukan dan lainnya).
  3. Petugas panti dapat membuat aturan tentang pembatasan kunjungan anggota keluarga kepada Lansia di panti selama pandemi Covid-19.
  4. Usahakan menu makanan yang disiapkan adalah buatan dapur panti dan Lansia makan dikamarnya masing-masing untuk meminimalkan kontak fisik.
  5. Sediakan media KIE di panti untuk mendorong petugas panti dan penghuni panti melakukan cuci tangan sesering mungkin dan melakukan pembatasan kontak fisik.
  6. Petugas panti memastikan setiap penghuni Lansia memiliki jaminan Kesehatan dan memastikan jejaring fasilitas Kesehatan yang akan dihubungi apabila ada Lansia yang sakit
  7. Apabila diperlukan dan dimungkinkan, petugas panti dapat berkoordinasi dengan puskesmas atau dinas kesehatan setempat untuk pemeriksaan Covid-19 bagi semua penghuni panti (termasuk petugas panti).
  8. Apabila terdapat Lansia yang harus melakukan isolasi mandiri atas anjuran dokter, maka siapkan kamar tersendiri yang jauh dengan kamar penghuni panti lainnya dan sediakan kebutuhan dasar Lansia setiap hari. Apabila tidak memungkinkan maka petugas panti dapat berkoordinasi dengan ketua RT/RW/Puskesmas terdekat untuk penyediaan kamar isolasi mandiri dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
  9. Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat digunakan petugas panti adalah APD level 1: sarung tangan, masker bedah, penutuh kepala, baju kerja dan alas kaki khusus.
  10. APD yang digunakan petugas panti dikenakan ketika bekerja di panti, dan harus dilepas dan atau dibuang sesuai standar aturan yang berlaku, untuk menghindari kontaminasi ketika meninggalkan panti.
  11. Tangan harus dicuci dengan benar sebelum dan sesudah memakai APD.
  12. Bersihkan lingkungan panti sesering mungkin, menggunakan larutan disinfeksi yang dianjurkan, terutama benda-benda yang sering disentuh banyak orang
  13. Jaga agar ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dan cukup terpapar sinar matahari.

Peran Keluarga, Pengasuh Panti Dan Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Bagi Lansia

Berdasarkan data Susenas tahun 2019, sebagian lansia (88%) yang tinggal bersama tiga generasi/tinggal bersama keluarga/ tinggal bersama pasangan, sedangkan sisanya hanya sekitar 9,4% yang tinggal sendiri dan 2,6% lain-lain. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan kualitas dan menyelamatkan hidup lansia selama masa pandemi Covid-19, maka sangat dibutuhkan peran dan dukungan keluarga dan masyarakat.

Dukungan yang dapat diberikan oleh keluarga dan masyarakat kepada Lansia selama masa pandemi Covid-19 adalah :

  1.  Memberikan pemahaman kepada Lansia (dan pendamping Lansia) mengenai pandemi Covid 19 dengan sabar dan sesuai dengan kemampuan Lansia menangkap informasi: menggunakan bahasa yang dipahami Lansia, menggunakan alat bantu seperti foto/gambar/video mengenai pandemi Covid-19, memberikan informasi yang berimbang dan menanamkan semangat optimis dan positif. Perhatikan bila lansia mengalami masalah pendengaran, perlu dilakukan cara khusus agar pesan diterima dengan baik.
  2. Apabila Lansia memiliki pendamping Lansia yang bukan anggota keluarga, pastikan jadwal jaganya tetap berlanjut, tekankan penerapan protokol pencegahan penularan dengan ketat.
  3. Pastikan ketersediaan masker, sabun, alat-alat disinfektan untuk kebersihan tempat tinggal Lansia Pastikan ketersediaan makanan bergizi dan kalau perlu minum multivitamin bagi Lansia dan pendamping Lansia.
  4. Jadilah pendengar yang baik apabila Lansia membutuhkan teman bercerita. Arahkan untuk bercerita mengenai hal-hal yang menyenangkan dan positif. Sambil tetap memperhatikan jarak fisik.
  5. Bila mungkin dapat mengajarkan Lansia cara menggunakan alat komunikasi jarak jauh seperti telepon selular, serta menggunakan sarana pertemuan virtual seperti video call menggunakan aplikasi zoom, skype, cisco webex dan lainnya.
  6. Ajak, temani dan dukung lansia untuk melakukan senam atau latihan fisik dengan memanfaatkan video tutorial senam dan sejenisnya.
  7. Ketahui hobi Lansia dan fasilitasi Lansia agar dapat melakukan hobinya didalam rumah atau di sekeliling/halaman rumah.
  8. Apabila Lansia tinggal sendiri:
  9. Buatlah jadwal tetap kontak per hari menggunakan alat komunikasi jarak jauh, agar keluarga dapat tetap memantau Lansia secara teratur,
  10. Keluarga dapat mengkontak ketua RT/RW setempat untuk minta dibantu memantau,
  11. Penuhilah kebutuhan dasar Lansia (sandang, pangan, papan), dan kebutuhan preventif lansia terhadap Covid-19, dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan.

Referensi:

Kemenkes R1. (2020). Panduan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia pada Era Pandemi COVID-19. Jakarta: Kemenkes RI

Kemenkes RI. (2017). Analisa Lansia di Indonesia. Diunduh pada tanggal 07 Januari 2017 dari http://www.depkes.go.id/.

Kuntjoro, Z.S. (2007). Masalah Kesehatan Jiwa Lansia. Diakses pada tanggal 10 Januari 2016 dari http://www.epsikologi.com/usia/160402

WHO. (2020). Pelayanan kesehatan berbasis komunitas, termasuk penjangkauan dan kampanye, dalam konteks pandemi COVID-19. World Health Organization dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), 2020. Lisensi: CC BY-NCSA3.0 IGO.

United Nations Population Fund. 2020. UNFPA Global Technical Brief. Implications of COVID-19 for Older Persons: Responding to the Pandemic. UNFPA Georgia. 24 April 2020.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img