Rapat koordinasi bidang ketentraman dan ketertiban Kecamatan Payakumbuh Timur, di aula kantor camat setempat, Kamis lalu, menghasilkan kesepakatan positif dalam rangka  memelihara dan meningkatkan Kamtibmas di Payakumbuh Timur ke depan.

Camat Payakumbuh Timur  L. Kefrinasdi S.Sos, di Tiaka, menginformasikan, Minggu (22/3), seluruh peserta sepakat untuk menggalakkan kegiatan ronda malam di seluruh kelurahan. Warga juga didorong melahirkan Peraturan Nagari  (Pernag) yang mengatur sanksi bagi pelaku Pekat disetiap nagari.

“Kita akan ajak seluruh elemen di setiap nagari untuk membuat  Pernag,  sebagai payung hukum masyarakat dalam menindak pelaku Pekat. Karena dalam adat kita sebetulnya juga mengenal istilah pidana adat dan perdata adat,” sebut camat.

Menurut camat, kegiatan rakor  dalam rangka mengantisipasi tindak kejahatan agar tak meluas di Payakumbuh Timur.  Makanya, seluruh yang terkait, mulai dari Kapolsek Payakumbuh, AKP Basrial, Kakan Satpol PP Kota Payakumbuh,  diwakili Kepala Tata Usaha, Yulizon,  Lurah, Kasi Trantib, Ketua LPM dan Palanta Kamtibmas di sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Payakumbuh Timur, terlibat dalam rakor dimaksud.

Pasalnya, tambah camat, sepanjang sebulan  terakhir, terjadi dua peristiwa kriminal yang terjadi di Payakumbuh Timur.  “Ternyata begal yang selama ini didengar dan dilihat di televisi terjadi di kota-kota besar, sudah mulai merambah Payakumbuh. Seperti kejadian di Kelurahan Padang Tangah Payobada.  Uang, Laptop dan barang barang elektronik berhasil digasak perampok dan maling, hal ini tentu perlu kita antisipasi”, ujar Kefrinasdi.

Dikatakan camat, pihaknya sangat terbantu dengan Kapolsek Payakumbuh, AKP Basrial, untuk mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam pada setiap kelurahan. Malahan, kapolsek yang meminta untuk dibuat Pernag dimaksud, katanya. Menurut Kapolsek, untuk menciptakan keamanan lingkungan sebenarnya tidaklah terlalu rumit, asal setiap warga masyarakat memegang tegus prinsip saciok bak ayam, sadanciang bak basi, kutip camat.

Disinggung tentang maraknya penyakit masyarakat (Pekat) seperti judi, miras dan pergaulan bebas generasi muda,  nagari sudah bisa melakukan tindakan antisipatif, jika Pernagnya sudah ada. Sehingga, pihak kepolisian, Satpol PP dan nagari akan bersinergisitas dalam  pemeliharaan kamtibmas di setiap kelurahan.

 

loading...