25.1 C
Padang
Wednesday, October 28, 2020

Mengenal Klasifikasi Warna Zonasi Daerah Covid-19

Padang, -Bencana non alam Covid-19 menghasilkan beberapa istilah yang masih asing bagi masyarakat awam. Salah satunya mengenai warna zona daerah. Seluruh daerah di Sumbar pun diketahui telah terpetakan warna zonanya.

“Pemerintah telah mengklasifikasikan zonasi daerah Covid-19 berdasarkan warna. Ada 4 (empat) warna yang digunakan untuk mengelompokkan keadaan suatu daerah, yaitu merah, oranye, kuning dan hijau,” ujar Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal di Padang, Rabu (2/9).

Untuk menentukan warna zonasi suatu kabupaten/kota, pemerintah menggunakan belasan indikator. Masing-masing indikator akan dihitung menggunakan skor penilaian.

“Secara total ada 15 indikator utama kesehatan masyarakat yang digunakan. Indikator itu terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan,” papar Jasman.

Indikator tersebut antara lain, penurunan jumlah kasus positif, suspek, pasien yang dirawat serta pasien meninggal dunia dalam 2 minggu.

“Indikator juga dihitung dari kenaikan jumlah sembuh kasus positif dan suspek. Selain itu peningkatan pemeriksaan spesimen dalam 2 minggu, serta positivity rate kurang dari 5%,” imbuhnya.

Nantinya masing-masing daerah akan mengantongi skor berbeda dari 15 indikator tadi. Skor dan penilaian dari suatu daerah akan dijumlahkan, hasilnya akan dikategorisasikan menjadi zona berdasarkan warna.

“Merah untuk zona risiko tinggi. Oranye risiko sedang. Kuning adalah zona risiko rendah. Terakhir zona hijau bagi daerah tidak terdampak atau tidak tercatat kasus Covid-19 positif,” jelas Kadis Kominfo Sumbar ini.

Klasifikasi warna zona ikut mempengaruhi implementasi kegiatan didaerah tersebut. Jika masuk zona merah, maka sebagian besar kegiatan masyarakat harus dihentikan. Sebab, tingkat penyebaran virus tidak terkendali, dimana transmisi lokal terjadi dengan cepat dan menyebar secara luas.

“Daerah pada zona merah harus menghentikan kegiatan publik. Seperti pelarangan pertemuan melibatkan masyarakat luas dan penutupan sebagian aktivitas bisnis. Masyarakat harus tetap berada dirumah dalam melakukan aktivitasnya, baik itu belajar maupun bekerja,” terangnya.

Hampir serupa dengan zona merah, klasifikasi oranye berarti ada resiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali.
“Pada zona oranye, masyarakat diimbau tetap dirumah. Menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat keluar rumah. Aktivitas bisnis dibuka terbatas dan fasilitas pendidikan ditutup sementara.

Zona kuning bermakna penyebaran terkendali meski potensi transmisi tetap dapat terjadi. Masyarakat pada zona ini boleh beraktivitas diluar rumah dengan menjalankan protokol kesehatan. Tempat-tempat umum juga dapat beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan.

“Paling baik, zona hijau. Dengan tidak ditemukan kasus positif, aktivitas umum bisa berjalan normal. Hanya, protokol kesehatan tetap dilaksanakan sebab potensi penyebaran pada zona ini tetap ada. Untuk itu setiap kabupaten kota diharapkan mempedomani warna zona daerah dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan aktivitas publik,” pintanya.

Teranyar, berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Rabu (2/9), dari 19 kabupaten kota, 1 (satu) daerah masuk zona merah yaitu Kota Padang. 6 (enam) daerah zona oranye dan 12 kategori kuning.(humas)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang...

Dapati Pegawai Positif Covid- 19,Pelayanan Puskesmas Lintau Buo Tutup Sementara

Tanah Datar,Beritasumbar.com -Pegawai Puskesmas Kecamatan Lintau Buo di dapati Positif Covid-19,Palayanan kesehatan Puskesmas tutup sementara,Selasa 27/10/2020. Dr.Reg Adil,saat di...

Banpres Usaha Mikro Tahap Kedua Di Payakumbuh, Warga Tak Perlu Lagi Datang Bawa Berkas Permohonan Ke Kantor Dinas Koperasi dan UKM

Payakumbuh --- Kabar gembira bagi pelaku usaha mikro di Kota Payakumbuh. Ada Perpanjangan waktu pendataan Bantuan Presiden bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM)...

Salah Ketik (Typo) Jadi Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan ketidak profesionalnya lembaga negara...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Para Pengemudi Layanan “Maxim” di Padang Mendonorkan Darah untuk Palang Merah Indonesia

Padang,- Pada tangga 24 Oktober, sekitar 15 pengemudi layanan dan puluhan masyarakat yang peduli di kota ini telah mengisi bank persediaan darah...

HWK Sumbar Bantu Tiga Keluarga Tinggal Satu Atap di Kota Padang

PADANG - Pandemi Covid-19 yang belum kunjung reda semakin berdampak pada perekonomian masyarakat. Seperti yang tengah dialami oleh tiga keluarga yang tinggal satu...

HMI Sumbar Pertanyakan Kesiapan KPU Sukseskan Pemilu

Padang,- Pesta demokrasi pilkada serentak sudah hampir memasuki babak final. Komisi pemilihan umum ( KPU) provinsi ataupun kabupaten/ kota sudah menyiapkan strategi...

Club Sepak Bola LPPKI FC Ikut Ambil Bagian Dalam Turnamen U-14

Padang,- Club sepak bola LPPKI FC turut ambil bagian dalam kejuaraan sepak bola U-14 memperebutkan Piala SIWO PWI Sumatra Barat yang diselenggarakan...
- Advertisement -