30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Memilih Capres dan Menulis Disertasi
M

Kategori -
- Advertisement -

Iseng-iseng menungu azhan shubuh waktu Andalusia dan sekitarnya. Saya membuat coretan sederhana (versi saya tentunya yang sangat mungkin salah) bagaimana memilih capres berdasarkan flow chart dalam menulis disertasi smile emoticon Analoginya sebagaimana dalam gambar smile emoticon

Pertama: setiap capres memiliki visi-misi yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan atau dalam penelitian sama dengan research question yang ingin dijawab. Bagian ini harus tacit dalam diri calom presiden. Namun demikian, hampir semua capres akan memiliki visi dan misi yang sama kurang lebih akan berputar pada : melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,.. (UUD 1945)

Kedua : model kepemimpinan apa yang akan diterapkan atau kalau dalam riset/disertasi adalah meta-theoretical rationale yang dipakai dalam research. Bagian ini juga harus tacit dalam diri calon presiden. Dalam riset bagian ini yang menjelaskan apakah peneliti/doktorand seorang positivist, objectivist, penganut quantitative/qualitative, penganut deductive/inductive/abductive. Kalau pas saya sekolah dulu di Swedia, bagian ini penting karena figure opponent/penguji kita ketika sidang akan diundang semirip mungkin sebagaimana best practice meta-theoretical yang kita anut (apakah ekonom, apakah ekonom partly lawyer, atau engineer partly ekonom, apakah Agnes Monica atau Soendari Soekotjo, dsb).

Nah, bagian ini yang menurut saya paling penting dalam menilai karaketer kepemimpinan seorang capres, sama juga dalam penulisan disertasi di mana bagian ini menjadi rangka baja dalam keseluruhan bangunan disertasi. Misalnya kalau dalam bidang ekonomi, seorang capres harus memilih antara beberapa pandangan yang saling trade-off (tidak ada yang benar-benar murni benar atau salah). Contohnya, apakah seseorang dia lebih condong ke open market ataukah cenderung protectionist, mana yang lebih dipentingkan economic growth vs. (to some extent) equality, growth vs inflasi, inflasi vs. pengangguran, dan sejenisnya.

Ketiga: operational level dalam isu-isu strategis (ekonomi, sosial, hukum, energi, dsb dsb). Kita tidak sedang menyeleksi gubernur bank sentral atau menko perekonomian, tapi menyeleksi kepala negara dan pemerintahan yang cakupannya lebih luas dari sektor. Pemahaman (yang mendalam) atas isu strategik ini penting ( a BIG plus). Namun, pada prakteknya nanti (dan ini yang membedakaan dengan menulis disertasi, di mana kita harus menulis sendiri dengan bimbingan supervisor) bagian ini akan diisi secara bersama-sama dengan kementrian, kepala daerah, pun dengan persetujuan DPR.

Seleksi : Kalau hemat saya seorang capres dan nantinya menjadi pres akan memiliki waktu untuk belajar pada level-3. Level 1 sifatnya lebih generik. Nah level-2 yang akhirnya menjadi penting dalam melihat capabilitas seorang capres. Inkonssistensi pada level kedua menurut saya lebih mengkhawatirkan daripada ketidaktahuan di level ketiga. Misalnya: di satu waktu seorang capres mengatakan “kita harus meningkatkan kinerja kita sehingga cost of doing business akan lebih mudah agar investasi masuk”, di sisi lain mengatakan “kita harus menciptakan proteksi untuk melindungi pelaku ekonomi domestik”. Atau mencampuradukkan beberapa goal atau objective yang seharusnya dipilih karena trade off

Inkonssistensi pada level ini bisa dipengaruhi beberapa hal : (1) ybs memang tidak memiliki pijakan yang kuat, (2) ybs sebenarnya memiliki satu pijakan yang kuat tapi harus mengakomodir banyak kepentingan yang saling trade-off (entah karena perbedaan madzhab orang terdekatnya atau partai politik pendukungnya).

Mekaten atur kawulo, nyuwun agenging gung pangeksami menawi katah lepatipun..

Memilih Capres dan Menulis Disertasi

Dituis oleh: Ibrahim Kholilul Rohman

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img