Tapanuli Selatan, – Tim Penelitian SiNergi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) yang diketuai oleh Prof. Dr. Rince Alfia Fadri, S.ST., M.Biomed., didampingi tim peneliti Coffee Education Research Institute (CERI), melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Berkah Bersama Darul Mursyid atau yang lebih dikenal sebagai PDM Coffee di Desa Sidapda Simansor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penelitian terkait ketertelusuran dan hilirisasi kopi yang bertujuan membangun sistem informasi rantai pasok kopi yang transparan dan terverifikasi.
Ketua tim penelitian, Prof. Dr. Rince Alfia Fadri, S.ST., M.Biomed., menyampaikan bahwa pengamatan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan validitas data yang dikumpulkan.
“Kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan untuk melakukan pengamatan dan melihat secara langsung bagaimana kopi diproses hingga siap dikonsumsi. Meskipun fokus penelitian berada pada aspek hilirisasi, kami perlu memahami seluruh proses pengolahan kopi agar data yang nantinya dimasukkan ke dalam sistem dapat dipastikan valid dan telah diverifikasi langsung oleh para pelaku usaha kopi,” ujarnya.
PDM Coffee Dibangun untuk Pemberdayaan Umat

Direktur Utama PDM Coffee, Drs. H. Yusri Lubis, menyambut baik kunjungan tim peneliti. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha kopi akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kualitas produk serta memperkuat kepercayaan konsumen.
Dalam diskusi yang berlangsung bersama jajaran pengelola PDM Coffee, Yusri Lubis menjelaskan bahwa PDM Coffee resmi berdiri pada 6 Oktober 2018 dengan semangat memberikan manfaat bagi umat melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“PDM Coffee dibangun sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menghasilkan kopi berkualitas yang mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional,” jelasnya.
Sebagai unit usaha yang berada di bawah naungan lembaga pendidikan, PDM Coffee juga memiliki misi sosial untuk membantu mendukung operasional pesantren serta memberikan dukungan bagi tenaga pendidik yang memasuki masa purnabakti.
Membina Ratusan Petani Kopi
Hingga saat ini, PDM Coffee telah membina sekitar 400 petani yang tergabung dalam 54 kelompok tani yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam pola kemitraan yang diterapkan, PDM Coffee tidak hanya berperan sebagai pembeli hasil panen, tetapi juga sebagai pendamping dan penyedia dukungan permodalan. Petani yang belum memiliki modal awal dapat memperoleh bantuan berupa bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya yang kemudian dapat diangsur setelah petani mulai memperoleh hasil panen.
Sebelum bergabung, calon petani binaan juga mendapatkan pelatihan dan pembinaan terlebih dahulu guna memastikan mereka memahami praktik budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan.
Dukungan Bank Indonesia Dorong Pengembangan PDM Coffee
Buah kopi yang diolah oleh PDM Coffee berasal dari petani binaan yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga standar kualitas bahan baku dapat terjaga. Salah satu syarat utama yang diterapkan adalah hanya menerima buah kopi merah matang (petik merah).
Sejak tahun 2018, PDM Coffee memperoleh dukungan dari Bank Indonesia dalam berbagai bentuk, mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan kompetensi profesi, penguatan branding produk, pemasaran, hingga fasilitasi pengadaan mesin produksi dan rumah jemur kopi.
Saat ini, PDM Coffee mampu memproduksi specialty coffee dengan kapasitas sekitar lima ton per bulan. Produksi tersebut berasal dari kebun inti PDM Coffee seluas kurang lebih 50 hektare dan kebun petani binaan yang mencakup area sekitar 300 hektare.
Menghasilkan Kopi Premium hingga Specialty
Perkebunan kopi PDM Coffee berada pada ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kopi yang ditanam pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl menghasilkan kopi kategori premium, sedangkan kopi yang ditanam pada ketinggian sekitar 1.200 mdpl berpotensi menghasilkan specialty coffee dengan kualitas yang lebih tinggi.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam, PDM Coffee menerapkan berbagai metode pengolahan pascapanen, di antaranya natural process, honey process, hydro honey process, dan full washed process.
Menurut Yusri Lubis, kualitas produk yang dihasilkan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, mulai dari Q-Grader, profesional roaster, processor, hingga konsultan budidaya kopi.
Selain itu, PDM Coffee juga telah mengantongi berbagai sertifikasi penting, seperti Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Sertifikasi Halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Torehan Prestasi di Tingkat Nasional dan Internasional
Komitmen terhadap kualitas telah membawa PDM Coffee meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa pencapaian yang berhasil diraih antara lain mengikuti Singapore Coffee Auction tahun 2021, mewakili Indonesia pada London Coffee Festival tahun 2022, serta meraih predikat Kopi Terbaik Sumatera Utara pada Festival Kopi Sumatera Utara tahun 2019.
PDM Coffee juga memperoleh penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Sumatera Utara tahun 2020, menjadi finalis Kontes Kopi Specialty Indonesia XII tahun 2020, finalis nasional Kontes Kopi Specialty Cup of Excellence tahun 2021, serta meraih predikat Kopi Terbaik Tapanuli Selatan pada Festival Kopi Tapanuli Selatan tahun 2022.
Melalui kunjungan ini, tim penelitian SiNergi PPNP dan CERI memperoleh gambaran langsung mengenai praktik budidaya, pengolahan, dan hilirisasi kopi yang diterapkan oleh PDM Coffee. Data yang diperoleh akan menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem ketertelusuran kopi yang mendukung transparansi, keamanan pangan, dan peningkatan nilai tambah kopi Indonesia.