24 C
Padang
Kamis, Juli 29, 2021
Beritasumbar.com

Payakumbuh Berdoa
P

Kategori -

Oleh : Riza Falepi – Walikota Payakumbuh


Masjid Istiqlal tidak hanya ada di Jakarta. Di Kelurahan Labuahbasilang, Kecamatan Payakumbuh Barat yang penduduknya terkenal heterogen, masjid dengan nama serupa telah lama berdiri. Meski tak seluas di Jakarta, tapi suasana di dalam Masjid Istiqlal Payakumbuh, sama ademnya dengan masjid di ibu kota. Di masjid itulah, Sabtu (10/1) dini hari lalu, digelar Shalat Tahajud berjamaah.

Selain digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad, shalat malam bersama itu menjadi pertanda dimulainya gerakan Payakumbuh Berdoa. Terserah, bila ada yang beranggapan, gerakan ini sebatas pencitraan untuk merebut hati umat. Tapi bagi saya, bermunajat kepada Allah adalah pilihan paling tepat. Baik di kala suka atau pun dalam duka. Baik di kala bahagia apalagi sedang lelah.

Saya yakin, anggota DPRD Sumbar Irsyad Syafar beserta pimpinan DPRD Payakumbuh Yendei Bodra Dt Parmato Alam dan Suparman, punya pandangan serupa. Karena itu pula, mereka ikut menghadiri Shalat Tahajud di Masjid Istiqlal Labuahbasilang bersama ratusaan warga. Usai shalat, kami mendengar tausiyah yang disampaikan  pendiri Kontak Tahajud  Indonesia Tengku Fajri Asmi Usman.

Mengutip Hadist Riwayat Muslim, Tengku Fajri yang pendiri Rumah Quran Violet Jakarta dalam tausiyah-nya mengatakan, “sesungguhnya di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, itu berlangsung setiap malam”. Saya haqqul yakin dengan hadis nabi ini. Karenanya, saya terus berdoa untuk kemajuan Payakumbuh.

Saya juga mengajak semua komponen, untuk berdoa bagi kota ini. Kenapa, harus berdoa? Yang awam, sudah pasti menyebut, karena kita adalah Hamba Tuhan. Yang ahli tariqat akan menjawab, berdoa penting, karena tidak akan bergerak barang sesuatu, tanpa ada yang menggerakkan. Saya setuju dua-duanya. Tapi, saya juga ingin berbagi dua pengalaman, kenapa Payakumbuh harus didoakan?

Pengalaman pertama, ada kaitannya dengan salah seorang bupati di Sumbar. Ceritanya begini, awal dilantik menjadi wali kota, saya menjalani hari-hari dengan penuh semangat. Dengan harapan, bisa berbuat terbaik untuk rakyat. Bisa berbakti bagi kampung halaman. Pembaca yang suka cemooh, saya harap tidak mencibir dulu.

Mohon dimaklumi semangat ini sebagai sebuah kewajaran. Karena saya baru pertama kali menjabat sebagai kepala daerah. Wajar, saya punya begitu banyak obsesi. Hingga akhirnya, seorang senior yang sudah lama menjadi bupati, mengingatkan saya lewat sebuah diskusi. Katanya, apa yang saya impikan tidak semudah dibayangkan. Saya sempat kaget dan hendak memotong pembicaraan bupati ini.

Untung saja, sejak kecil saya tak terbiasa memotong lawan bicara. Maka saya putuskan untuk terus mendengarkan nasihatnya. Menurut bupati itu, kalau saya mau bekerja sebagai bagian dari pemerintah, maka bekerjalah sesuai aturan. Sebab, kalau bekerja sesuai dengan apa yang saya bayangkan dan dibayangkan sebagian masyarakat tanpa memakai aturan, dijamin bakal berurusan dengan aparat hukum.

Mendengar dia bilang dijamin, saya cukup lama merenung. Sampai saya menyadari, bisa jadi pandangan bupati ini merupakan salah satu jawaban atas perbedaan persepsi yang terjadi di tengah masyarakat. Ya, selama ini masyarakat sering berharap lebih kepada pemerintah. Akan tetapi daya dukung birokrasi dan aturan yang memayunginya, ternyata tidak terlalu memberi ruang untuk memenuhi harapan-harapan tersebut.

Belum lagi porsi anggaran yang terlalu kecil untuk pembangunan, dibandingkan untuk membayar kebutuhan rutin seperti gaji, listrik, ATK, dan lain-lain. Sehingga banyak tuntutan masyarakat yang belum terpenuhi. Meskipun mungkin hanya untuk urusan sepele, seperti memberi honor guru mengaji beberapa ratus ribu per bulan. Inilah yang kemudian memunculkan persepsi beragam di tengah masyarakat.

Sejujurnya, apa yang dirasakan oleh masyarakat tersebut, sama dengan apa saya rasakan pada awal menjadi wali kota. Begitu banyak harapan-harapan saya. Namun, saat berada ’di dalam’ pemerintahan, barulah saya menyadari, segalanya tidak sesederhana yang dibayangkan kebanyakan orang. Benar, pendapat bupati tadi, bahwa kita adalah pemerintah yang bekerja sesuai aturan. Setiap kegiatan, harus ada landasan hukumnya.

Hanya saja, kenyataannya dunia demokrasi tetap menuntut lebih terhadap pemimpin hasil pilihan langsung. Inilah sisi buruk sekaligus sisi baik demokrasi. Sisi buruk yang saya maksud adalah sepanjang bisa mengelola isu dan citra, maka orang yang biasa-biasa pun akan tetap dianggap berprestasi. Ini juga diakibatkan tuntutan sebagian besar masyarakat yang terlalu mudah untuk dikalahkan oleh citra dan pencitraan yang ada.

Lebih sedih lagi, masyarakat banyak tidak tahu tentang parameter kinerja objektif seorang kepala daerah. Bahkan sebagian mereka merasa cukup, apabila kepala daerah sudah menyapa, sudah memberinya sesuatu, atau bahkan terpengaruh oleh pengkultusan. Sehingga, akal sehat pun kadang tidak dipakai. Namun demokrasi juga ada keuntungan bagi kita. Setidaknya rakyatlah yang memilih pemimpin di era demokrasi.

Itulah, pengalaman pertama yang ingin saya ceritakan. Barangkali, belum terlihat korelasinya dengan pertanyaan, kenapa Payakumbuh harus didoakan? Karena itu, saya lanjutkan dengan pengalaman kedua. Begini, selama dua tahun didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting sebagai kepala daerah, saya sering mendapat pertanyaan dari banyak pihak. Pertanyaan paling sering, diajukan oleh mereka yang melek politik.

Mereka bilang, apa yang bisa kita perbuat untuk Payakumbuh? Saya jawab, pada dasarnya kita akan bekerja sesuai visi-misi yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun, bila kita memandang jabatan merupakan amanah, tentu RPJMD tersebut hanyalah target kerja ’minimal’. Sementara, target maksimalnya adalah memberikan semua yang kita mampu bagi rakyat Payakumbuh. Tentu kitalah yang tahu posisi dan seperti apa Payakumbuh hari ini.

Sederhananya, kalau diikuti semua prosedur pembangunan yang berlangsung saat ini dengan usaha maksimal, tetap saja perubahan itu lambat terjadi, karena memang APBD dan APBN kita tidak cukup. Sementara secara kasat mata terlihat, daerah yang menggeliat pembangunannya banyak di Pulau Jawa. Sebab itu, kita butuh inovasi untuk menghasilkan PAD agar mampu menciptakan pertumbuhan tinggi dan berkelanjutan.

Dengan kata lain, kita perlu bermimpi dan kreatif, menciptakan peluang baru yang memungkinkan Payakumbuh berlari kencang. Berlari seperti daerah di Pulau Jawa atau bahkan di luar negeri. Baik Malaysia, Turki dan Eropa yang lebih maju. Hanya saja, bisa jadi keinginan ini tidak dipahami dan bukan menjadi tuntutan rakyat. Untuk itu, kepada mereka yang melek politik tadi, saya sampaikan pula harapan, agar mereka ikut meyakinkan rakyat bersama-sama membangun impian Payakumbuh.

Memang, impian ini tidaklah mudah. Apalagi, bila Payakumbuh dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya yang Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya sudah tinggi. Walaupun kepala daerahnya tetap memikirkan peningkatan PAD dari tahun ke tahun, tapi untuk APBD, mereka tinggal menghabiskan saja. Sementara, kita di Payakumbuh berpikir menaikkan PAD setinggi-tingginya sambil membelanjakan APBD dengan optimal.

Untuk menaikkan PAD ini, saya sampaikan kepada mereka yang melek politik tadi bukanlah pekerjaan satu malam. Karena kita dengan ketersediaan payung hukum yang ada harus bisa membuat terobosan. Kemudian, terobosan itu perlu diyakinkan kepada birokrat yang akan mengeksekusinya, tapi kerap kadang ragu apa bisa dilaksanakan. Selanjutnya, kita perlu mengemas menjadi rencana-rencana yang matang dan terukur. Meminjam istilah Porter, seorang ekonom berpengaruh, kita harus menciptakan sesuatu dengan cara kita sendiri, sehingga kita unggul dalam pencapaian kemakmuran.

Misalnya, jika Kota Bukittinggi sudah begitu menggeliat dengan pariwisatanya. Maka, kita Payakumbuh dengan apanya? Sehingga, itulah yang menjadi ikon pembeda sekaligus pengungkit kemakmuran kota. Kita harus temukan itu. Ibarat permata di dalam lumpur, perlu terus digali dan diasah, agar kilaunya menyinari semua harapan dan mimpi kita. Kerja yang demikian ini, tentu sangat berat. Bisa jadi melelahkan. Kita tidak tahu apakah bisa untuk itu atau hanya sekedar wacana belaka.

Makanya, tidak salah, dari Masjid Istiqlal Payakumbuh, saya mengajak rakyat untuk bermunajat dan berdoa kepada Allah, agar menunjukkan jalan bagi kerja-kerja yang barangkali hampir mustahil ini. Mudah-mudahan dengan jalan yang diberikan-Nya nanti, bisa memberi inspirasi bagi semua orang yang mau merubah nasib. Untuk itu, sekali lagi mari berdoa. Di samping, tetap kerja, kerja, kerja! (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

ACT Cabang Pasaman Barat Salurkan 10 Ekor Sapi Qurban

Pasaman Barat. BeritaSumbar.com,- Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) Cabang Pasaman Barat mendistribusikan 10 ekor sapi Qurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat. Pendistribusian dilakukan dari tanggal 20 sampai 23 Juli 2021.
- Advertisement -

MENUJU MEJA MAKAN

Cerita Berseri: Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 5/1000cerita Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA)IV-e Kembali ke meja makan, pernah menjadi “trendy topic” pada tahun...

8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru

Cerita Berseri, Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 4/1000 cerita “8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru” Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Sebutan 8...
- Advertisement -

Kawa Naik Daun Terima Kujungan Tim Penilai Pemuda Pelopor Provinsi Sumatera Barat

Limapuluh Kota_ Beritasumbar.com _ Pada tahun 2021 ini, Kawa Naik Daun dipercaya sebagai peserta lomba Pemuda Pelopor tingkat provinsi Sumatera Barat, mewakili Kabupaten Limapuluh Kota, menerima kunjungan dari tim penilai lomba Pemuda Pelopor tingkat Sumbar Pada Selasa 27/07. Bertempat dikediaman M.Hadid Qosim.ST sekaligus rumah produksi Kawa Naik Daun, Padang Ambacang Situjuh Limo Nagari Kab. Limapuluh kota.

Pemko Payakumbuh Apresiasi kegiatan Rehab Rumah Dari Alumni SMEA Negeri Payakumbuh Milenial

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Atas dasar solidaritas dan kemanusiaan, Ikatan Alumni SMEA Negeri Payakumbuh (Snepa) laksanakan kegiatan bedah/rehab rumah bagi salah seorang alumni mereka yang kurang mampu yang berdomisili di kelurahan Padang Data Tanah Mati, kecamatan Payakumbuh Barat.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -