32 C
Padang
Jumat, Januari 22, 2021
Beritasumbar.com

Membangun (lagi) Generasi Intelektual Muda Islam
M

Kategori -

Ditulis oleh Pangestu B Darmo

Pernah ada dalam sejarah peradaban manusia, dimana Islam mengalami kejayaan dan menjadi penguasa pada zaman tersebut. Menjadi rujukan seantero bumi ini dan dinasti Abbasiyah tampil sebagai protagonis dengan peradaban yang ada di Baghdad ataupun Andalusia.

Tingginya peradaban tersebut hingga digambarkan bahwa Baghdad ialah kota intelektual dan para sarjana dari berbagai negeri datang berduyun-duyun untuk menimba ilmu di kota tersebut. Sama halnya dengan Andalusia, ketika London yang dianggap sebagai salah satu kota utama di Eropa masih dalam kondisi yang kumuh, gelap dan becek di malam hari, Andalusia telah tumbuh dan maju pesat layaknya pasar malam di benua Eropa.

Keilmuan berdasarkan keimanan

Sesungguhnya tidak ada pertentangan antara ilmu dan islam, justru ilmu akan menguatkan keislaman itu sendiri. Seperti kisah penciptaan manusia (al-Mu’minun:14) yang akhirnya dikuatkan oleh ilmu pengetahuan modern atau kisah Musa AS yang mencari Khidir AS di pertemuan dua lautan yang tidak saling tercampur yang dibenarkan oleh ilmu kelautan modern.

Pemahaman ini telah mengantarkan islam menjadi imperium pada masanya. Masa ini telah mencetak tokoh-tokoh macam Ibnu sina, Al Kindi, Al-Farabi, Imam Al-Ghazali dan tokoh-tokoh lainnya yangtidak hanya ahli dibidang ilmu pengetahuan bahkan juga ilmu agama.

Baghdad, sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam. Itulah sebabnya, Philip K. Hitti menyebutnya sebagai kota intelektual. Menurutnya, di antara kota-kota dunia, Baghdad merupakan professor masyarakat Islam. Al-Manshur (khilafah islam ketika itu) memerintahkan penerjemahan buku-buku ilmiah dan kesusastraan dari bahasa asing: India, Yunani lama, Bizantium, Persia, dan Syiria. Para peminat ilmu dan kesusastraan segera berbondong-bondong datang ke kota ini.[1]Sayangnya imperium ini mengalami kehancuran di tangan pasukan Mongol.

Pemuda dan tantangan masa kini

Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata;

Sesungguhnya tampilnya agama karena tampilnya ummat

Tampilnya ummat karena tampilnya pemuda

Tampilnya pemuda karena kemuliaan akhlak, pemikiran dan aqidahnya

Ada sebuah tuntutan bagi para pemuda sebenarnya untuk memanfaatkan usianya dengan baik. Allah SWT mengatakan bahwa pemuda diapit oleh dua kelemahan yaitu ketika masih kanak-kanak dan ketika sudah tua. Hadist pun menjelaskan bahwa salah satu hal yang akan ditanyakan saat yaumil hisab nanti ialah “engkau habiskan untuk apa usia mudamu?”

Memang tidak bisa dipungkiri ketika Islam menjelma menjadi imperium, bi’ah (kondisi lingkungan) sangat kondusif untuk memperdalam ilmu agama dan pengetahuan tidak seperti hari ini dimana bi’ah tidak cukup kondusif untuk memperdalam kedua hal tersebut. Hanya hal itu tentu bukan menjadi sebuah alasan untuk akhirnya mengendurkan niat untuk menjayakan kembali Islam dengan ilmu pengetahuan yang ada. Pepatah Arab mengatakan “Bukanlah pemuda yang berkata ini bapakku, tetapi adalah pemuda yang berkata inilah aku” dan memang terlihat aneh jika melihat pemuda mudah menyerah. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji – panjinya.[2]

Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan motivasi untuk memperdalam ilmu dan iman di dalam diri setiap muslim dalam surat Al-Mujadilah:11, bahwa;

“ Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Ayat tersebut mengajak kita untuk banyak menghabiskan waktu dalam majelis-majelis ilmu, baik yang didapat secara formal maupun nonformal. Tingginya derajat seorang muslim tentunya akan berdampak dengan semakin tingginya pandangan orang terhadap agama Allah SWT ini, karena bagaimanapun seorang muslim ialah sebuah representasi dari agama islam itu sendiri. Oleh karena itu, menjadi seorang muslim memiliki tanggungjawab yang besar mempelajari agama islam itu sendiri dan juga mempelajari ilmu pengetahuan umum. Jika kedua ilmu sudah berada dalam diri seorang muslim dan hal ini difahami oleh setiap muslim maka menghidupkan kembali peradaban islam dengan melahirkan generasi intelektual muda islam hanya masalah waktu saja.

Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau akan menanggung perihnya kebodohan

(Imam Syafi’i)

[1]http://ajiraksa.blogspot.com/2011/09/pusat-pusat-peradaban-islam-baghdad.html

[2]Hasan Al-Banna, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, Era Intermedia, Solo 2005 (cetakan ke tiga belas), hal 128

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Sekolah TK dan Paud Dimasa Pandemi, Ini Komentar Bunda Paud Payakumbuh

Guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19 dan aktifitas masyarakat bisa berjalan, Pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan.
- Advertisement -

Beny Dwifa Yuswir Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD Golkar Sijunjung

Beny Dwifa Yuswir, Bupati terpilih,mendapat Amanah secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Partai Golkar Kabupaten Sijunjung, priode 2020-2025, dalam Musyawarah Daerah ( Musda) X Partai Golkar Kabupaten Sijunjung, di Gedung Pancasila Muaro. Minggu ( 17/1).

Bantuan Randang Siap Saji Dari Pemko Kepada Yayasan Cahaya Islam Yang Alami Musibah Kebakaran

Pemerintah Kota Payakumbuh memberikan bantuan berupa randang kepada Pondok Pesantren Cahaya Islam yang dilanda musibah. Asrama putri ponpes yang berada di Kawasan Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate itu ludes dilahap si jago merah, Sabtu (16/1) dini hari.
- Advertisement -

Sidang Di Lokasi Perkara, PN Batusangkar Periksa Objek Sengketa

Tanah Datar, beritasumbar.com - Guna menentukan dan pemeriksaan Objek sengketa,Pengadilan Negeri Batusangkar melakukan sidang di lahan perkara yang terletak di Pinggang Bukik Gunung Seribu...

Covid-19 Merambah Tenaga Pendidik, Dinkes Payakumbuh Prediksi Kasus Bakal Meningkat

Dalam seminggu terakhir, di Kota Payakumbuh telah ditemukan sebanyak 42 orang guru terpapar Virus Corona (Covid-19), 8 diantaranya berdomisili di luar daerah atau daerah tetangga. Mulai dari guru TK, SD, SMP, dan SMK.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...
- Advertisement -