24.4 C
Padang
Selasa, Oktober 19, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Masuk 100 Pelaksana, Puluhan Peserta Ikuti Sekolah Kader Pengawasan Di Limapuluh Kota
M

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kotaberitasumbar.com – Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat menjadi salah satu daerah dari 100 titik yang ditunjuk oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sebagai salah satu daerah dalam program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tingkat dasar. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi di Aula Hotel Mangkuto, Kota Payakumbuh, Selasa (21/9).

Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra dalam sambutannya menyebutkan program SKPP tingkat dasar tidak terlepas dari pelaksanaan program kerja Bawaslu, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan partisipatif pengawasan bagi masyarakat.

“Kesuksesan Bawaslu dalam melakukan tugas pengawasan disetiap proses pesta demokrasi tidak lepas dari partisipasi serta keterlibatan unsur masyarakat. Makanya, program ini ditujukan agarmemberi pendidikan atau transfer ilmu pengetahuan pada para kader Bawaslu,” katanya.

Saat pembukaan SKPP tingkat dasar itu, hadir Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner dan Nurhaida Yetti, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo, perwakilan Walikota Payakumbuh serta unsur jajaran Muspida Luak Limopuluah. 

Yoriza menjelaskan SKPP tingkat dasar yang dipercayakan kepada Bawaslu Limapuluh Kota sebagai panitia lokal akan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 21-23 September 2021. Sekolah kader pengawasan tersebut menyasar sedikitnya 86 peserta.

Para peserta sendiri, katanya, merupakan orang-orang pilihan berusia produktif yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Pariaman.

“Harapan kita, para kader pengawasan ini nantinya dapat ikut serta memberikan kontribusi pengawasan dalam Pemilu 2024,” tutur Yoriza.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengucapkan apresiasi kepada Bawaslu Limapuluh Kota dan Bawaslu Provinsi Sumbar yang telah menginisiasi pendidikan bagi masyarakat Limapuluh Kota. Program tersebut, katanya, setidaknya akan memberi pencerdasan politik bagi masyarakat.

“Program ini tentunya juga akan berimplementasi kepada kemajuan demokrasi di Limapuluh Kota. Kalau demokrasi kita sehat, tentu dalam setiap proses pemilihan, baik itu pemilu dan Pilkada akan menciptakan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas,” papar Bupati dalam sambutannya.

Komisioner Bawaslu Sumatera Barat, Vifner mengatakan, adanya program SKPP bagi masyarakat diharapkan akan menciptakan para kader-kader baru yang memiliki pengetahuan tentang politik dan demokrasi di daerah. Sehingga, kelak mereka akan secara aktif ikut berkontribusi memastikan pelaksanaan pemilihan sesuai aturan berlaku.

“Kenapa kami kami sebut sebagai kader bukan anggota, karena berdasarkan filosofinya, kader itu merupakan orang-orang baru yang produktif. Bisa saja nanti mereka terlibat menjadi penyelenggara, masuk ke partai politik, atau menjadi pemilih yang cerdas,” tuturnya.

Ia mengharapkan para kader yang dijaring dari masyarakat umum tersebut bakal menjadi lokomotif baru dalam menciptakan demokrasi yang sehat. Bawaslu RI bersama pemerintah pusat, lanjutnya, bahkan menjadi program ini sebagai prioritas karena menilai saat ini tengah terjadi penurunan kualitas dari demokrasi Indonesia.

Bawaslu juga memastikan, karena negara masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, program penyelenggaraan SKPP dipersyaratkan terlaksana sesuai protokoler kesehatan yang ketat. Seluruh peserta sebelum mengikuti pendidikan, bahkan diwajibkan mengikuti Rapid Tes Antigen. (Rel/Di)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img