27 C
Padang
Sabtu, Agustus 13, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Masjid Ijtihad Padang Sikabu Mulai Bangun TPA
M

Kategori -
- Advertisement -

Baru berumur satu tahun, semenjak diresmikan pada bulan Januari 2012 yang lalu, Masjid Ijtihad Nagari Parambahan di Kelurahan Padang Sikabu, kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina) tengah berbenah melengkapi sejumlah fasilitas kebutuhan umat. Sebuah bangunan berlantai dua yang akan diperuntukkan sebagai tempat berwudhu dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di areal lingkungan masjid tersebut baru dimulai.

 

 

 

Hal ini ditandai dengan peletakkan batu pertama pembangunan gedung berlantai dua, oleh Walikota Riza Falepi pada Senin (9/9) siang. Acara peletakkan batu pertama yang dihadiri oleh Staf Ahli Edvianus, Kabag Kesra Yonrefli, Camat Latina Doni Prayuda, Lurah Padang Sikabu, LPM, sejumlah alim ulama, tokoh masyarakat, dan warga kelurahan Padang Sikabu.

 

 

 

Walikota Riza dalam pidato sambutannya mengharapkan bahwa, dengan dimulainya pembagunan TPA ini berarti adanya niatan tulus dari warga untuk meningkatkan pendidikan agama bagi anak-anak. Sehingga sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota untuk mewujudkan masyarakat yang religius akan semakin nyata dan tampak.

 

 

 

“ TPA adalah salah satu bentuk sistem dan media pengajaran peningkatan keimanan dan ketaqwaan bagi generasi muda khususnya anak-anak. Dengan adanya TPA keseimbangan resapan ilmu pengetahuan terutama pendidikan agama bagi mereka akan dapat dipenuhi,”, ujar Walikota.

 

 

 

Sementara itu melalui tokoh masyarakat Jon Lisman Dt. Asa Batuah dan pengurus masjid mengucapkan terima kasih atas dan perhatian Pemko dengan diterimanya bantuan dana hibah. Dan Jon Lisman menginformasikan, pembangunan TPA ini sangatlah mendesak, berhubung murid yang menimba ilmu Al Quran di Masjid Ijtihad sangat banyak yaitu sekitar 140 orang santri. Dan juga saat ini pula tempat berwudhu jamaah masih kurang layak untuk ukuran sebuah masjid.

 

 

 

“Tidak mungkin ke-140an santri belajar dalam masjid secara serentak dan bersamaan di tengah masjid. Situasi proses belajar mengajarnya pasti tidak kondusif dan gaduh,” ujar Dt. Asa Batuah mengakhiri.

 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img