24.8 C
Padang
Kamis, Agustus 5, 2021
Beritasumbar.com

Kurikulum Muatan Lokal Kebencanaan Untuk Sumatera Barat
K

Kategori -

Oleh: Rizki Ikhwan, S.Hum *

[dropcap color=”#000000″ font=”0″]D[/dropcap]alam diskusi singkat antara Guru dan Murid disuatu sekolah; “Pak Guru, kemarin sore rumah saya bergoyang, lemari serta semua gelas di dapur berjatuhan dan pecah. Setelah itu ayah saya menyuruh saya untuk lari keluar rumah dan ikut Paman menuju arah perbukitan di batas kota”. Pak Guru menjawab; “Wah, iya Nak. Kemaren sore daerah kita ini dilanda gempa yang cukup dahsyat. Gempa itu adalah goncangan yang terjadi ketiga lempengan / lapis bumi Kita ini bergeser dan bersinggungan. Makanya untuk mencari aman, banyak orang yang keluar rumah ketika gempa terjadi”. Begitulah ilustrasi singkat antara Guru dan salah seorang muridnya yang baru kelas III SD disuatu sekolah. Pemandangan di atas tentunya bisa saja sewaktu-waktu terjadi dan kita temui dalam kondisi yang tidak terduga. Banyak hal yang diluar kemampuan manusia yang tidak mampu mereka antisipasi, terutama yang berhubungan dengan bencana.

Berbicara terkait bencana yang ada, terkhusus melirik kepada wilayah Sumatera Barat, rentetan peristiwa alam yang terjadi beberapa tahun terakhir tentunya bisa diambil pelajaran dan antisipasi, terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan mitigasi dan kesiap-siagaan bencana. Salah satu bencana yang menimbulkan efek luar biasa dan pukulan telak yang diterima oleh masyarakat Sumatera Barat yaitu gempa bumi tanggal 30 September 2009 dengan kekuatan 7,9 SR. Gempa yang menimbulkan korban nyawa lebih kurang 1.200 orang ini (sumber: http://nasional.news.viva.co.id/27/10/2009), juga telah memporak-porandakan bangunan yang ada di kota Padang, kabupaten  Padang Pariaman, serta berbagai kota dan kabupaten lainnya yang ada di Sumatera Barat. Bencana siapa menduga dan bisa saja berulang, namun yang terpenting adalah bagaimana setiap elemen yang ada dimasyarakat mengatisipasi hal tersebut dan belajar dari pengalaman yang ada untuk menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi dengan sebuah persiapan yang matang, bukan malah dengan ketakutan ataupun trauma yang mendalam akan peristiwa dimasa lalu.

Kesiap-siagaan bencana tentunya harus menjangkau setiap elemen dan unsur lembaga yang ada disemua lapisan masyarakat, yang meliputi tempat dimana dan kapan bencana itu terjadi. Salah satunya yaitu lembaga pendidikan (red: sekolah) yang melakukan kegiatan dengan jumlah orang yang banyak terlibat didalamnya, seperti kepala sekolah, guru, dan murid. Pengetahuan kebencanaan diusia sekolah terutama sekolah rendah, seperti PAUD, TK dan SD dianggap sangat penting, karena usia sekolah tahap ini dinilai cukup rentan akan konsekuensi yang bakal diterima ketika bencana. Karena usia anak-anak sebelum remaja mempunyai respon dan pengetahuan yang masih rendah ketika terjadi bencana dibandingkan dengan tingkatan sekolah berikutnya (SLTP dan SLTA) yang dianggap mempunyai pengetahuan dan respon yang lebih.

Salah satu bentuk kesiap-siagaan bencana yang sudah pernah dilakukan oleh penyelenggara pendidikan yang ada dibeberapa sekolah di Sumatera Barat yaitu simulasi gempa dan tsunami yang diangkatkan oleh pemprov bekerjasama dengan pemda serta lembaga terkait dibeberapa kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Kegiatan seperti ini dinilai sangat positif dan bermanfaat, terutama dalam mentransfer pengetahuan mitigasi bencana kepada para siswa disetiap sekolah. Namun, ketika simulasi ini hanya berupa event dan diangkatkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan, maka yang didapatkan oleh para siswa hanyalah pengetahuan sesaat yang barangkali ketika dibutuhkan pada kondisi sebenarnya bisa lupa dan tidak terlaksana dengan baik. Salah satu bentuk mitigasi yang terukur dengan baik yaitu menerapkan sebuah kurikulum pembelajaran, sebut saja kurikulum pendidikan “Muatan Lokal Kebencanaan” yang nantinya bisa diterapkan disemua sekolah yang ada di Sumatera Barat. Kenapa mesti diterapkan dengan sebuah kurikulum pendidikan?, hal ini tentunya menjadi pertanyaan dan fikiran bagi sebagian kalangan. Kurikulum Kebencanaa dianggap penting karena ketika kita merefleksi kembali sejarah bencana yang pernah terjadi di Sumatera Barat, sudah patutlah kiranya berbagai pihak mencoba menggagas sebuah terobosan yang nantinya ini tentu sangat bermanfaat ketika diterapkan didunia pendidikan dan menciptakan “Sekolah Aman” bagi siswa.

Berdasarkan PERKA BNPB No.4 tahun 2012, sekolah aman adalah; “Sekolah yang menerapkan standar sarana, prasarana, serta budaya yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungannya dari bahaya bencana”. Kurikulum muatan lokal tersebut merupakan sebuah implikasi atas PERKA diatas dan juga kesiapan sekolah ketika menghadapi suatu bencana yang tak terduga datangnya. Ibarat sebuah pepatah “sedia payung sebelum hujan”, maka kurikulum ini nantinya merupakan persiapan menyeluruh yang bisa dipakai disetiap sekolah.

Ketika bicara kurikulum, tentunya tidak akan lepas dari persoalan anggaran. Baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaanya. Bentuk materi ajar, modul serta buku-buku yang dibutuhkan, sampai pada pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan untuk para pengajar yang akan mentransfer ilmu itu sendiri. Hal ini tentu sulit terlaksana ketika ancaman bencana alam masih dianggap sebelah mata. Sementara kita mengetahui bahwa Indonesia berada di dua patahan lempeng raksasa dunia, dan salah satunya yang besar tersebut berada di sekitar pantai Barat pulau Sumatera tepatnya disekitar pesisir Barat provinsi Sumatera Barat yang mengarah ke Kepulauan Mentawai. Artinya, dengan posisi geografis seperti ini tentunya  bisa menimbulkan peluang terjadinya bencana alam, salah satunya yang cukup besar yaitu gempa bumi. Namun ketika kita berfikir jauh kedepan atas konsekuensi yang bakal diterima atas sebuh bencana alam, kita patut merencanakan sesuatu yang dinilai berharga, bukan sebatas berapa anggaran yang keluar, tetapi manfaat dari penerapan sebuah sistem atau kurikulum yang kita sebutkan di atas tadi. Setiap elemen bisa besinergi dalam menyusun sebuah kurikulum pendidikan kebencanaan ini, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, pemda, dan juga lembaga negara serta swasta yang mumpuni di bidang bencana tersebut. Terkhusus pada Sumatera Barat, Kurikulum Muatan Lokal Kebencanaan mesti menjadi harga mutlak berlatar atas kondisi alam yang ada didaerah ini. Jika diambil perbandingan dengan daerah lain, kabupaten Wakatobi di Sulawesi Tenggara sukses menggagas Kurikulum Muatan Lokal Kelautan untuk menjaga stabilitas dan ekosistem laut di daerahnya. Sumatera Barat dengan segala upaya yang dimiliki tentunya juga bisa melakukan hal serupa. Pemerintah setempat juga bisa belajar terkait Kurikulum Kebencanaan ini ke sekolah-sekolah yang ada di negara lain seperti halnya Jepang, yang mana Mereka sudah terlebih dahulu menerapkannya.

 

*  (Koordinator Program School of Master Teacher, Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa Sumatera Barat)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru

Cerita Berseri, Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 4/1000 cerita “8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru” Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Sebutan 8...
- Advertisement -

Kadiv Pemasyarakatan Kemenkunham Sumbar Serahkan Bantuan Sembako

Sijunjung, Berita Sumbar—Kepala Divisi Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat M. Ali Syeh Banna, menyerahkan bantuan dalam bentuk Paket Sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 didampingi Bistok Aloan Situngkir Kalapas kelas ll B Muaro Sijunjung, Subhan Maliq Karutan Sawahlunto dan Robi Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto di Lapas Kelas ll B, Muaro Sijunjung, Kamis (29/7).

Instruksi Gubernur Sumbar Dalam Memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI

Padang,BeritaSumbar.com,-Gubernur Sumatera Barat secara resmi menginstruksikan jajaran pemerintahan dan seluruh masyarakat di Sumbar untuk turut serta dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 RI.
- Advertisement -

Instruksi Gubernur Sumbar Dalam Memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI

Padang,BeritaSumbar.com,-Gubernur Sumatera Barat secara resmi menginstruksikan jajaran pemerintahan dan seluruh masyarakat di Sumbar untuk turut serta dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 RI.

Qori Lestari Semangati Masyarakat Jalani PPKM Lewat Rilis Lagu Jangan Menyerah

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat Qori Lestari tersentuh dan terinspirasi menulis lagu Jangan Menyerah. Dokter cantik asal Kota Bandung tersebut ingin menyemangati masyarakat Indonesia dalam menjalaninya.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kuliah Daring, Belajar Sambil Bekerja Di Masa Pandemi

Penerapan Kuliah Daring berawal sejak pandemi Covid-19 pada bulan Maret tahun 2020 di Indonesia, dimana segala aktivitas perkuliahan di lakukan melalui Program Daring, adapun beragam fitur media sosial di gunakan untuk bertatap muka guna kegiatan tersebut antara lain ; Zoom Meeting, Google Meet, WAG, E-Learning,serta aplikasi media lainnya.

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.
- Advertisement -