23 C
Padang
Selasa, Januari 19, 2021
Beritasumbar.com

Kekuatan (Sosial) Untuk Perubahan (Sosial)
K

Kategori -

Sulit sekali untuk membantah bahwa daya/kuasa ( power ) adalah sumber dari kemenangan atas apapun di dunia ini. Dalam situasi damai maupun perang, tanpa daya/kuasa ( powerless ) maka manusia -secara individual maupun sosial- maka akan sulit mengembangkan potensinya bahkan mempertahankan kehidupannya secara keseluruhan. Bahwa pada akhirnya tidak ada daya/kuasa dan upaya/kuasa yang mampu mengalahkan kedigdayaan/kekuasaan Tuhan, namun Tuhan tetap menuntut manusia untuk terlebih dahulu berikhtiar/berusaha ( effort ).

Artinya, ada ikhtiar/usaha dahulu sebelum ada daya/kuasa yang dibutuhkan untuk mengubah nasib/kenyataan/keadaan setiap manusia bahkan semua orang. Lalu, apakah yang dibutuhkan manusia secara individual dan sosial untuk berikhtiar/berusaha? Maka jawabannya adalah kekuatan pendorong ( force ). Jadi, sebelum ada perubahan ( change ) mensyaratkan adanya daya/kuasa yang mensyaratkan ikhtiar/usaha yang mensyaratkan kekuatan yang mendorong untuk itu. Power dan effort membutuhkan force yang mungkin lebih nyata atau material ketimbang dua hal sebelumnya, karena power dan effort lebih lekat dan seringkali berkelindan dengan sesuatu yang non-material atau bersifat ideal.

Power menjadi sebuah situasi dan kondisi yang dibentuk karena adanya effort dimana force membuatnya ada atau meng-ada-kan atau membentuknya. Jika kemudian digunakan untuk membicarakan situasi dan kondisi sosial dalam dinamika kehidupan masyarakat modern yang tidak bisa lagi dilihat sebagai sepenuhnya alamiah atau natural, maka perubahan (sosial) yang makna sesungguhnya adalah rekayasa (sosial)/kehidupan bersama, maka dikerangkai dengan apa yang disebut struktur (sosial). Sehingga konsepsi tentang force, effort, dan power, ada dalam konteks yang struktural ketimbang yang natural. Meskipun ketiganya kemudian disebut sebagai bagian dari perilaku manusia secara sosial yang disebut sebagai kultur/budaya. Sehingga setiap tindakan yang berpola sebagai perilaku seringkali disifati sebagai kultural.

Dalam struktur, maka power sangat identik dalam konteks politik, dan effort dalam konteks budaya, dan force lebih identik dengan ekonomi. Sehingga tidak sulit memahami mengapa dalam struktur ada yang disebut dengan struktur dasar ( base/infra structure ) yang ekonomikal dan struktur atas ( super/supra structure ) yang politikal, lalu yang menghubungkan keduanya yang kultural. Yakni perilaku politik yang powerful dipengaruhi oleh effort yang forceful. Lalu bagaimana kekuatan yang mendorong bahkan mampu memaksa orang untuk berusaha/berikhtiar agar berdaya/berkuasa atas hidupnya sendiri bahkan memperdaya/menguasai atau memberdaya/menguasakan orang lain?

Jawabannya adalah produksi. Sehingga hal yang paling mendasar dari power adalah production. Oleh sebab itu tidak ada perubahan (sosial) tanpa ada kekuatan (sosial) yang dihasilkan dari produksi. Meskipun produksi dan reproduksi akhirnya juga dilekatkan pada sektor ekonomi, budaya, dan politik yang kelihatannya semua itu setara sejajar kedudukannya, padahal sesungguhnya tidak.

Lalu, bagaimana kekuatan itu diproduksi? Mungkinkah setiap manusia mampu mewujudkannya secara individual? Ternyata berproduksi dalam berbagai sektor kehidupan (sosial) tidak bisa bersifat personal atau orang per orang secara individual, namun bersifat komunal atau terbentuk secara sosial.

Kemudian, kekuatan sosial dari produksi itulah yang membutuhkan kapabilitas material/apapun yang dimiliki, ide/gagasan untuk memprosesnya, dan institusi yang mengorganisasikannya. Tanpa itu semua dimiliki secara sosial, maka yang ada adalah bentuk-bentuk hirarki di mana yang berkuasa/berdaya adalah individu sehingga penguasaan kapital/modal terkonsentrasi dan penguasaan atas pengaturan tersentralisasi pada pemegang puncak hirarki. Di titik inilah mengapa demokrasi politik juga harus disertai dengan demokrasi ekonomi. Maka, bagaimana hal itu bisa terjadi? Jawabannya adalah dengan berkoperasi.

Padang, 15 Oktober 2020.
Virtuous Setyaka, Dosen HI FISIP UNAND & Ketua KMDM

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pemko Payakumbuh Gelar Rapat Sekolah Tangguh

Menindaklanjuti persiapan program sekolah tangguh pada rapat evaluasi covid 19 beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Rapat persiapan sekolah tangguh yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Payakumbuh, Rabu(13/1/2021).
- Advertisement -

Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor Di Solok Selatan, Dua Meninggal

Padang Aro, beritasumbar.com - Akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir, sebanyak enam orang penambang emas asal Jawa Tengah tertimbun longsor di...

Pemko Payakumbuh Gelar Rapat Sekolah Tangguh

Menindaklanjuti persiapan program sekolah tangguh pada rapat evaluasi covid 19 beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Rapat persiapan sekolah tangguh yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Payakumbuh, Rabu(13/1/2021).
- Advertisement -

PWI Tanah Datar Gelar KLW

Persatuan Wartawan Indonesia Tanah Datar gelar karya latihan wartawan di pendopo Indojalito Kamis (14/01) ini.

Diduga Takut Lihat Polisi Patroli, Sopir L 300 Tinggalkan Mobil Bermuatan Kayu

Diduga takut saat melihat anggota Polsek Lengayang melakukan patroli wilayah, mobil L 300 warna bermuatan kayu diduga hasil Ilegal Logging ditinggal sopir ditengah jalan, di simpang Lubuak Bagalung, Nagari Lakitan Induk, Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan...
- Advertisement -