26.3 C
Padang
Thursday, October 29, 2020

Ketidakhadiran Ali Mukhni Di Panggung Publik Merupakan Bentuk Ketidaksiapan Dan Kegagapan Memimpin Sumbar

Rabu malam 14 Oktober 2020 Padang TV mengadakan acara debat dengen tema Adu Strategi Pengembangkan BUMD dengan mengundang semua kandidat calon wakil gubernur yang akan berlaga pada kontestasi Pilgub Sumbar 2020. Punggung publik seperti ini sangat perlu diapresiasi karena dari sinilah masyarakat bisa mengetahui kualitas kepala daerah yang akan memimpin Sumbar lima tahun kedepan. Baik itu dari segi ide, gagasan, pemikiran serta program-program kerja yang akan dihadirkan untuk masyarakat Sumbar. Dan dengan panggung publik seperti ini, bisa langsung menakar mental calon pemimpin beradu gagasan dengan panelis maupun antar satu kandidat dengan kandidat lainnya.

Dengan kemudahan teknologi, acara ini sangat bisa langsung dilihat melalui live streaming kanal youtube Padang TV. Dapat dibayangkan ribuan mata melihat acara yang hanya berlangsung 2 jam saja. Sehingga punggung publik ini bisa dikatakan sebagai media yang sangat efektif mengkampanyekan diri dimasa pandemi. Sangat beruntung sekali jika kandidat bisa tampil dengan performa terbaik meyakinkan masyarakat.

Debat malam tadi merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat baik yang ada di Sumbar maupun luar Sumbar. Apalagi ini merupakan debat pertama yang disiarkan langsung oleh televisi daerah dengan mengangkat sebuah topik penting dengan menyeret calon wakil gubernur ke ranah publik. Masyarakat tidak lagi melihat campaign kandididat melalui spanduk, media sosial bahkan slogan yang disebar, dikarenakan hal ini sudah biasa. Akan tetapi kandidat ditarik ke ranah publik melalui siaran langsung media televisi daerah secara bersamaan merupakan hal yang luar biasa.

Cawagub Ali Mukhni Tidak Hadir

Acara Debat malam tadi yang diadakan Padang TV sangat direspon baik oleh Indra Catri, Genius Umar dan Audy Joinaldy. Mereka sangat kooperatif dengan undangan tersebut. Buktinya mereka hadir. Akan tetapi tidak untuk Ali Mukhni cawagub nomor urut satu yang berasangan dengan Mulyadi. Ali Mukhni memilih untuk berada di daerah, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Nashrian Bahzein moderator acara bahwa Ali Mukhni tidak bisa hadir dikarenakan sedang berada di daerah Lubuk Sikaping.

Perlu diketahui acara debat ini, undanganya sudah disampaikan sebelum acara diselenggarakan. Artinya ada space waktu untuk bisa mengatur jadwal atau me-reschedule jadwal agar bisa hadir di acara debat ini. Jika kandidat memiliki jiwa kooperatif, walaupun sudah ada jadwal tentu akan meluangkan waktu untuk hadir. Karena ini punya nilai dan arti tersendiri bagi masyarakat.

Dengan sikap Ali Mukhni tidak hadir, tentu menimbulkan berbagai macam spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Jika alasanya ada kunjungan ke daerah, apakah kandidat lain tidak memiliki aktivitas yang sama?. Audy Joinaldy misalnya, berani meng-cancel acara di Solok Selatan yang sudah dijadwalkan jauh hari dan itu tidak hanya satu titik, akan tetapi ada  tujuh belas titik kunjungan yang dibatalkan demi hadir di depan publik menyampaikan pemikiran, adu gagasan dan program dengan kandidat lain.

Kalaupun tidak bisa hadir, harusnya Ali Mukhni bisa mencari alternatif lain agar sosok dan pemikiranya tetap hadir diacara debat semalam. Misalkan dengan video conference atau via telepon conference. Sungguhpun tidak bisa dikarenakan akses signal internet dan telepon tidak memadai didaerah, setidaknya ada perwakilan yang ditunjuk untuk bisa hadir mewakili. Apakah itu dengan mendelegasikanya ke perwakilan tim sukses sesuai dengan kompetensi yang dimiliki di bidang BUMD atau bisa langsung mendatangkan tandemnya Mulyadi calon gubernur. Hal tersebut lebih terhormat dibandingkan tidak datang dan tidak mendatangkan pewakilan sama sekali.

Disisi lain timbul pertanyaan, apakah Ali Mukhni tidak siap untuk beradu gagasan, ide dan pemikiran dengan kandidat lain di panggung publik?. Dengan pengalaman sebagai Bupati Padang Pariaman dua periode seharusnya pertanya tersebut terjawab. Akan tetapi dengan ketidak hadirnya tadi malam, spekulasi masyarakat makin kuat bahwa Ali Mukhni tidak percaya diri tampil ke publik disandingkan dengan kandidat lain walaupun mempunyai pengalaman.

Hal ini sangat berbeda dengan Audy Joinaldy yang belum punya pengalaman jabatan politik akan tetapi tetap kooperatif hadir dan menyampaikan gagasan pemikiran serta narasinya. Hal hasil anak muda millenial ini mampu menyampaikan pemikiranya begitu sistematis,  terstruktur, dan terukur dengan topik yang diangkat. Walaupun berhadapan dengan kandidat yang sudah menjadi walikota dan bupati sekalipun.

Sebuah kata bijak mengatakan ketidakhadiran calon pemimpin di depan publik dalam rangka adu gagasan, ide dan pemikiran dengan berbagai alasan yang tidak begitu urgent, sudah menandakan  ketidaksiapan dan kegagapan dalam berkompetisi.

Panggung publik ini sangat penting, dan punya arti tersendiri bagi masyarakat. Apalagi semua kandidat dihadirkan di waktu dan tempat yang sama untuk adu gagasan. Sehingga bisa meyakinkan masyarakat siapa kandidat yang pantas dan berkualitas memimpin Sumbar lima tahun kedepan.

Oleh Reido Deskumar

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Geger Penemuan Mayat Didasar Jurang kelok 9

Limapuluh Kota, Minggu Sore kelok Sembilan Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota digegerkan dengan ditemukan seseorang yang jatuh ke jurang. 

21 ASN Kecamatan Payakumbuh Timur Dimutasi, Camat Irwan : Kebutuhan Organisasi dan Penyegaran

Payakumbuh --- Roda mutasi bergulir di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Senin (26/10) Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi menggelar mutasi terhadap ratusan ASN...

Amrizal Munaf Pimpin Tim Pemenangan Darma Tani Batipuah

Tanah Datar,- Puluhan orang yang tergabung dalam barisan pemenangan darma tani berkumpul sambil santap siang dirumah makan pak martin kota padang panjang...

Bea Serendy Ajak Generasi muda Peduli Pantai di Peringatan Hari Sumpah Pemuda

YOGYAKARTA - Satu nusa jadi isi pertama pada Sumpah Pemuda, dimaknai Bea Serendy dengan peduli pada pantai. Penyanyi lagu U Give Me...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mahyeldi Audy Dan Sumpah Pemuda

Oleh Reido Deskumar Peringatan sumpah pemuda tahun 2020 begitu berbeda dari biasanya. Peringatan sumpah pemuda kali ini bersamaan dengan...

Tidak Ada Gunanya Peringatan Sumpah Pemuda Jika Pemuda Tidak Diberikan Ruang Dan Kepercayaan Menjadi Pemimpin

Oleh Reido Deskumar Setiap tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai hari sumpah pemuda. Salah satu momen bersejarah dari perjalan...

Omnibus Law, Simalakama Kaum Buruh Dan Angin Segar Pengusaha

Omnibus law adalah melakukan penyederhanaan, pemangkasan dari sekian banyak peraturan perundang-undangan yang ada saat ini dan mengatur ulang beberapa ketentuan dalam undang-undang...

Salah Ketik (Typo) Jadi Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan ketidak profesionalnya lembaga negara...
- Advertisement -