Padang,BeritaSumbar.com,–Pendamping jangan sampai mendapat bantuan,karena ada lebih kurang 29 ribu warga Sumatera Barat yang termasuk dalam keluarga rawan sosial ekonomi, kataJumaidi S.Pd.MPd.Kepala Dinas Sosial provinsi Sumatera Barat, di hadapan pendamping wanita rawan sosial ekonomi (WRSE), di hotel Roky Padang, selasa (11/2).

Pendamping adalah pekerja sosial yang memiliki nilai luhur, untuk berbuat mulia kepada masyarakat yang membutuhkan bimbingan kasih dan sayang, demi peningkatan kesejahtetaan sosial, bagi wanita rawan sosial ekonomi.
Pendamping diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memahami pemberdayaan wanita rawan sosial ekonomi, supaya berkembang lebih baik kedepannya.
Ketua pelaksana bimbingan teknik wanita rawan sosial ekonomi, Esti Pratiwi S.H, M.H, pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan bimtek ini diikuti oleh 17 kabupaten kota se- Sumateta Barat.
Bimtek ini dilakukan selama 3 (tiga) hari sejak 11 Februari sampai 13 Februari 2020.
Selesai bimtek ini, diharapkan kepada para pendamping memiliki kesamaan persepsi tentang pembinaan dan pendampingan terhafap program pemberdayaan sosial, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahtetaan Sosial (PMKS).
Kemudian, diharapkan kepada para pendamping, bekerja dengan sungguh-sungguh, lakukan varifikasi data dilapangan secara baik.jangan sampai terdapat data ganda atau data yang tidak valid.

Untuk itu dibutuhkan seriusan dan profesional pendamping dilapangan .Komunikasi dilapangan dan koordinasi dengan berbagai lintas sektor, akan mempermudah kinerja untuk meraih keberhasilan, harap Esti.( alim).
Beritasumbar.com
Jumaidi S.Pd.MPd, Pendamping Jangan Sampai Mendapat Dana BantuanJ
- Advertisement -
- Advertisement -