28 C
Padang
Senin, Juli 15, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Jendela Dunia Pertanian: Mengenal Hama Tanaman Gandum (Tritivum aestivum)
J

Kategori -
- Advertisement -

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari, SP., MP.
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas

           
Budidaya tanaman gandum (Tritivum aestivum L.), seperti halnya tanaman budidaya lainnya, tidak pernah lepas dari masalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti hama dan penyakit. Keberadaan hama dan penyakit pada tanaman gandum dapat menyebabkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman gandum, sehingga hasil produksi pun berkurang. Keanekaragaman OPT yang menyerang tanaman gandum tersebut dapat terjadi pada fase vegetatif maupun generatif.

            Adapun beberapa hama yang menyerang tanaman gandum sebagai berikut:

1). Kutudaun (Aphid sp.) (Ordo Hemiptera: Famili Aphididae)

Kutudaun (Aphid sp.) merupakan hama penting pada golongan tanaman sereal, termasuk gandum. Serangga hama ini menyerang tanaman gandum dengan menusuk-menghisap bagian daun, batang dan bulir. Serangan hama ini bisa pada fase vegetatif dan generatif tanaman gandum. Kutudaun menyerang daun dan batang ketika tanaman gandum masih muda, sedangkan bulir gandum diserang ketika bulir-bulir gandum masih dalam proses pengisian. Daun yang terserang menunjukkan gejala berwarna kuning, menggulung dan cepat kering. Gejala pada batang terlihat kering akibat pengambilan nutrisi oleh kutudaun, sedangkan bulir yang terserang terlihat hampa, kering, dan mengkerut. Akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi abnormal, seperti pada daun akan terlihat bintik-bintik putih, bagian yang dihisap mengkerut dan jumlah bunga yang dihasilkan pun menurun. Bahkan pada serangan berat hama kutudaun bisa menyebabkan bunga tanaman gandum menjadi steril dan hampa, sehingga dapat menyebabkan tanaman menjadi layu dan mati, bahkan gagal panen.

 Ada enam spesies kutudaun yang menyerang tanaman gandum di lapang, yaitu Rhopalosiphum maidis, Rhopalosiphum padi, Sitobion avenae, Schizaphis graminum, Metopolophium dirhodum, dan Diuraphis noxia. Kutudaun adalah serangga hama yang berkembang biak secara parthenogenesis. Serangga ini dapat ditemui pada daerah tropik maupun subtropik. Salah satu faktor yang mempengaruhi populasi kutudaun sebagai hama adalah ketersediaan makanan di lapang. Jika makanan tersedia dalam jumlah melimpah, maka kutudaun dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan. Selain bereperan sebagai hama, kutudaun juga berperan sebagai vektor virus beberapa penyakit tanaman. Adapun mekanismeya sebagai vektor yaitu pada saat kutudaun menghisap cairan tanaman, serangga kutudaun tersebut juga akan memindahkan toksin dan virus ke jaringan tanaman. Tanaman yang terinfeksi virus akan menunjukkan gejala perubahan warna daun menjadi tidak seragam atau “belang-belang; dimana warna daun tanaman gandum tersebut telihat hijau tua dan hijau muda”. Hama kutudaun biasanya hidup berasosiasi dengan semut, dimana semut menjadi sahabat bagi kutudaun. Itu karena semut dapat berperan sebagai pelindung kutudaun dari serangan musuh alami dan semut juga memperoleh makanan berupa embun madu yang dikeluarkan dari tubuh kutudaun. Salah satu musuh alami dari kutudaun yang dapat ditemukan di lapangan adalah kumbang predator dari famili Coccinellidae.

2). Ulat grayak Spodoptera litura (Ordo Lepidoptera: Famili Noctuidae)

            Ulat grayak Spodoptera litura merupakan salah satu hama yang banyak ditemukan menyerang tanaman gandum di lapang selain kutudaun. Stadia yang merusak dari serangga S. litura ini adalah stadia larva yang dikenal dengan sebutan ulat. Hama ini bersifat polifag, artinya dapat menyerang banyak tanaman yang berasal dari famili yang berbeda. Beberapa tanaman inang ulat grayak S. litura yaitu cabai, jagung, padi, tomat, buncis, jeruk, kedelai, kacang tanah, terung, kentang, bayam, kangkung, pisang, tembakau, dan tanaman hias.

Stadia yang merusak pada hama S. litura ini adalah stadia larva (ulat) instar 2. Itu karena larva instar 2 ini aktif bergerak dan mencari makanan. Larva (ulat) merusak daun tanaman gandum dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas daun dan tulang daun, sehingga daun terlihat transparan. Sedangkan larva instar lanjut (instar 5 dan 6) dapat merusak tulang daun, bahkan menyerang malai gandum. Serangan berat S. litura umumnya terjadi pada musim kemarau, dan bisa menyebabkan gagal panen. Kerusakan pada daun oleh serangga ulat grayak ini mulai terjadi sejak tanaman masih muda (fase vegetatif) sampai fase generatif. Daun tanaman gandum yang terserang ulat S. litura terlihat menggulung, window panning, dan menyebabkan daun berlubang bekas gigitan ulat. Sedangkan pada fase generatif, ulat juga menyebabkan kerusakan pada bagian bulir gandum (malai). Gejalanya berupa gigitan pada bulir. Serangan lebih banyak terjadi ketika bulir-bulir masih dalam proses pengisian. Tingkat serangan berat hama ulat grayak S. litura ini dapat menyebabkan bulir yang terserang terlihat tidak utuh bahkan menjadi hampa.

3). Walang Sangit (Leptocorisa acuta) (Ordo Hemiptera: Famili Alydidae)

Walang sangit (Leptocorisa acuta) adalah serangga hama yang termasuk ke dalam ordo Hemiptera, dan Famili Alydidae. Hama ini umumnya merusak bulir (malai) pada fase generatif. Serangga hama ini mempunyai ciri khas yaitu apabila diganggu akan mengeluarkan bau yang menyengat sebagai mekanisme pertahanan dirinya. Selain sebagai mekanisme pertahanan diri, bau yang dikeluarkan juga digunakan untuk menarik walang sangit dari spesies yang sama. Fase pertumbuhan tanaman gandum yang rentan terhadap walang sangit adalah sejak keluarnya malai sampai matang susu. Itu disebabkan karena hama ini menghisap malai gandum sehingga dapat menyebabkan malai menjadi hampa (kosong).  Nimfa dan imago walang sangit menyerang pada fase generative. Bagian yang diserang adalah bulir dengan cara menusuk-menghisap pada saat masak susu sehingga malai gandum menjadi hampa. Adapun gejalanya adalah malai mengkerut, berwarna coklat dan tidak enak. Sebelum malai terbentuk penuh, hama ini menghisap tunas-tunas muda dan daun muda terdapat bercak bekas hisapan dan serangan lebih parah menyebabkan malai berbintik-bintik hitam.

4). Mythimna unipuncta (Ordo Lepidoptera: Famili Noctuidae)

Hama Mythimna unipuncta menyebabkan kerusakan di daun dan bulir gandum. Kerusakan pada daun oleh serangga ulat mulai terjadi sejak tanaman masih muda atau fase vegetatif sampai generative. Daun yang terserang terlihat menggulung, window panning, dan menyebabkan daun berlubang bekas gerigitan ulat. Pada fase generatif, ulat juga menyebabkan kerusakan pada bagian bulir. Gejalanya berupa gerigitan pada bulir gandum. Serangan lebih banyak terjadi ketika bulir-bulir masih dalam proses pengisian. Kerusakan lebih lanjut, bulir gandum yang terserang terlihat tidak utuh, bahkan menjadi hampa.

5). Hama Uret (Ordo Coleoptera: Famili Scarabaeidae)

            Hama uret yang menyerang tanaman gandum pada fase larva (lundi). Ciri khas hama uret ini yaitu tubuhnya menyerupai huruf C (melingkar), berwarna putih dengan kepala berwarna coklat. Hama uret menyerang tanaman gandum pada bagian akar dengan cara menggigit-mengunyah. Larva uret lebih menyukai sistem akar berserat di habitat lahan kering. Larva uret dengan ukuran yang besar dapat mengkonsumsi system akar seluruh tanaman yang masih muda. Akar yang diserang mengalami kerusakan, bahkan bisa sampai habis sehingga tanaman akan mudah dicabut maupun rebah. Serangan berat dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman gandum, bahkan tanaman menjadi mati.

6). Kepik Hijau Nezara viridula (Ordo Hemiptera: Famili Pentatomidae)

            Hama ini menyerang tanaman gandum pada bagian bulir. Serangga hama ini banyak ditemukan pada tanaman gandum di lahan kering dan basah. Kepik hijau berperan sebagai hama kosmopolitan. Kepik hijau Nezara viridula mulai menyerang tanaman gandum ketika fase generatif. Serangga ini menyerang dengan cara menusukkan stilet ke bulir gandum, kemudian menghisap cairannya, sehingga malai gandum akan mengerut dan berwarna coklat, bahkan hampa.

7). Kumbang Oulema melanopus (Ordo Coleoptera: Famili Chrysomelidae)

Kumbang Oulema melanopus atau dikenal dengan istilah kumbang daun sereal merupakan salah satu hama yang paling penting pada pertanaman gandum di Eropa, Asia dan Amerika. Kerugian ekonomis yang disebabkan hama ini dapat mencapai 50%. Fase yang paling berbahaya dan sangat merugikan tanaman gandum dari hama ini adalah fase larva. Larva kumbang Oulema melanopus sangat aktif memakan tanaman. Bahkan larva dapat mengkonsumsi bagian tanaman gandum sebanyak satu sampai sepuluh kali bobot badan mereka setiap harinya.

8). Kumbang Zabrus tenebrioides (Ordo Coleoptera: Famili Carabidae)

Zabrus tenebrioides termasuk ke dalam kelompok ordo Coleoptera (bangsa kumbang) yang dikenal dengan istilah kumbang tanah sereal. Hama ini sering ditemukan pada areal pertanaman gandum di negara-negara Mediterania. Kerusakan yang disebabkan oleh hama ini adalah batang dan akar tanaman gandum terpotong-potong. Akibatnya hasil panen total berkurang pesat. Tanaman inang dari serangga hama ini adalah gandum (Triticum sp.). Larva Zabrus tenebrioides sangat aktif merusak perakaran tanaman gandum. Gejala yang ditimbulkan adalah akar terpotong-potong, sehingga bisa membuat perakaran tanaman menjadi mati. Dengan terjadinya gangguan serius pada sistem perakaran, tentunya tanaman gandum tidak akan tumbuh secara optimal. Kondisi ini jika tidak dikendalikan akan menyebabkan kerugian hasil yang sangat serius.

Hama ini sangat sulit dikendalikan, karena berada di dalam tanah. Namun salah satu cara pengendalian yang dianjurkan adalah dengan cara kultur teknis (pengolahan tanah yang baik). Dengan pengolahan tanah yang baik diharapkan larva yang ada dalam tanah bisa terangkat ke permukaan dan mati. Alternatif terakhir pengendalian yaitu dengan menggunakan insektisida yang bersifat sistemik (dapat diserap oleh jaringan tanaman), sehingga dengan memakan jaringan tanaman kumbang tersebut mati oleh insektisida, Contoh pestisida kimia yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama jenis ini adalah Chloropyrifos 25 WP, Dursban 25 WP, Agro 45 WP, Lindexan 25 WP, dan Geofos G.

9). Hama Thrips sp. (ordo Thysanoptera: Haplothrips tritici)

Thripsadalah serangga hama yang berasal ordo Thysanoptera.Hama ini dapat ditemukan di kawasan Eropa, Afrika, dan juga Asia Barat. Kerusakan tertinggi ditemukan terutama pada pertanaman gandum. Tanaman inang dari serangga hama ini adalah gandum dan gulma

Sumber foto: agro.se-ua.net  
Sumber foto: 2012.pole-online.com  

. Gejala awalnya yaitu ada bintik-bintik putih dan kotoran dalam bentuk bola kecil hitam pada daun. Larva memakan bagian dalam daun, terutama bunga dan biji-bijian. Sedangkan pada bulir gandum warna menjadi kekuning-kuningan. Serangan berat dari hama ini dapat mengakibatkan bunga menjadi steril, pengisian bulir gandum tidak lengkap dan mengering. Adapun teknik pengendalian yang dapat dilakukan yaitu, rotasi tanaman, kultur teknis (mulai dari pengolahan lahan, sanitasi lahan, sampai panen), dan secara kimia (menggunakan pestisida kimia). Contoh pestisida kimia yang dapat digunakan untuk pengendalian hama Thrips ini adalah Dursban 25 WP, Pestan 25 WP, Chloropyrifos 25 WP, Pyrinex 25 WP, Lindafor 25 WP, Lindexan 25 WP, Eirilid 25 WP, dan Lindal 25 WP.

10). Mayetiola destructor

Hama Mayetiola destructor dapat ditemukan di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara dan Selandia Baru. Gejala serangan yang paling tinggi biasanya pada tanaman muda, karena bisa mengakibatkan tanaman menjadi kerdil. Hama ini selalu ditemukan pada area pertanaman gandum di seluruh dunia. Tanaman inang dari serangga hama ini adalah gandum, barley, dan gulma rumput-rumputan. Gejala serangan hama ini adalah memakan jaringan batang dari tanaman gandum sampai terbentuk ekstrak berkas serangannya. Serangan berat bisa menyebabkan kehilangan hasil yang bisa mencapai 75%.

11).  Kumbang Agriotes sp. (Ordo Coleoptera: Family Elateridae).

Serangga hama Agriotes lineatus dikenal dengan istilah “kumbang klik”. Itu sesuai dengan namanya, hama ini adalah hama kosmopolitan, dimana dia mempunyai mekanisme “klik” dengan sesama mereka (dari bentuk morfologi sayapnya yang khas). Daerah penyebaran dari hama ini adalah Eropa dan Asia. Beberapa spesies dari kumbang klik ini ada yang berperan sebagai hama serius pada areal pertanaman gandum, contohnya: Agriotes lineatus, dan Agriotes obscurus. Fase larva hama jenis ini bersifat polipaghus, yang artinya bisa memakan beberapa jenis tanaman dari famili yang berbeda. Selain itu, hama ini juga bisa bertahan selama 3 sampai 4 tahun di dalam tanah. Kondisi ini mempersulit tindakan pengendalian yang dilakukan untuk melindungi tanaman gandum.

Oke sahabat pembaca setia, itulah serba serbi pengetahuan tentang hama yang menyerang tanaman gandum. Semoga dapat menambah wawasan sahabat pembaca mengenai hama yang menyerang tanaman gandum. #Silvia Permata Sari#DosenMudacalonProfesor

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img