foto dekadepos.com

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,-Jajaran Sat Reskrim Polres Limapuluh Kota pada Jumat 29/5 bekuk seorang pria yang sehari hari bekerja sebagai tukang cat. HW (32) dicokok salah satu jorong di kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota.

Penangkapan pria yang selain tukang cat ini juga nyambi bekerja sebagai dukun karena ada laporan dari salah seorang keluarga korban. Keluarga ini melaporkan kepihak berwajib karena diduga pelaku telah melakukan tindakan asusila kepada anaknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP.

Tidak menunggu lama, tim dari Polres Limapuluh Kota yang langsung dipimpin, AKP. Zul Andri, KBO. Satreskrim, IPTU. Armi Ariosa serta Kanit Reskrim, APDA. Bainur lansung bergerak. Alhasil Jumat Siang sore sekira jam 15.30 wib pelaku berhasil diamankan dan di bawa ke Mapolres Limapuluh Kota di Ketinggian Nagari Sarilamak Kecamatan Harau.

Kepada Polisi, tersangka mengaku telah beberapa kali menyetubuhi korban yang masih tetangganya itu, bahkan untuk memuluskan aksi bejat itu, ia tak segan-segan mengancam akan membunuh korban jika berani melapor kepada orang tuanya. Tersangka yang mengaku sebagai orang pintar “dukun” itu memperdayai korban dengan menyebutkan ia pandai mengobati dan mengurut. Karena korban pernah mengeluh badannya sakit dan butuh diurut, saat itulah korban melakukan aksinya.

Terbongkarnya perbuatan tersangka, berawal dari kecurigaan paman korban yang sering melihat tersangka datang kerumahnya dengan alasan akan mengurut korban. Dari kecurigaan itu, sang paman meminta ponakan yang tinggal serumah dengan ibu dan pamannya tersebut untuk menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi. Dari mulut korban akhirnya muncul pengakuan kalau ia kerap disetubuhi oleh pelaku, bahkan ia juga kerap diancam. Aksi bejat itu dilakukan tersangka saat mengurut korban korban dirumah pamannya itu.

” Iya, kita mengamankan seorang pria yang diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Kejadian itu diketahui ibu korban setelah paman korban bercerita kepadanya terkait perbuatan tersangka. Hingga mereka melapor ke Mapolres.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo didampingi Kasat Reskrim, AKP. Zul Andri, KBO. Satreskrim, IPTU. Armi Ariosa serta Kanit Reskrim, APDA. Bainur, Jumat 29 Mei 2020 sekitar pukul 19.00 Wib, seperti dilansir dekadepos.

AKBP. Sri Wibowo juga menambahkan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, agar semua pihak ditengah-tengah masyarakat diminta untuk lebih meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak dan kemenakan. Terutama orang-orang yang terdekat anak juga harus lebih peduli.

“Kedepan, mari kita terus tingkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak dan kemenakan. Semoga kasus serupa tidak terulang lagi.” Ucapnya diamini AKP. Zul Andri.(*)

loading...