30 C
Padang
Minggu, September 25, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dinkes Gandeng Kodim 0306/50 Kota Bangun 100 Jamban
D

Kategori -
- Advertisement -

Mendadak, Tim Pengawas Jamban Tak Sehat Payakumbuh melancarkan operasi di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Jum’at (4/12). Operasi dua jam dengan mengendarai sepeda ontel  itu, juga diikuti Walikota H. Riza Falepi, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Heri Sumitro, S.Pd, Kadis Kesehatan Elzadaswarman, Ketua Bappeda Rida Ananda, Ketua Forum Kota Sehat IZ. Dt. Rajo Simarajo, sejumlah pimpinan SKPD terkait serta jajaran Dinkes lainnya.

Tim Pengawas Jamban Tak Sehat, bukan sekedar merobohkan jamban-jamban yang berdiri di atas permukaan kolam ikan. Tapi, langsung membuatkan closed jongkok (bowl), septi tank dan bangunan penutupnya  untuk pemilik rumah bersangkutan. Walikota Riza dan Dandim ikut memasangkan closed pada sebuah rumah warga di kelurahan  setempat. Sambil razia jamban tak sehat, rombongan ikut melakukan sosialisasi, guna memiliki jamban yang sehat.

Sepanjang Jum’at itu, tim berhasil membangun 10 jamban parmanen siap pakai untuk sepuluh rumah di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, yang juga digotong royongkan oleh masyarakat. Pembangunan jamban itu, merupakan launching dari Gerakan Satu Juta Jamban (GSJJ)  Nasional di Payakumbuh.

Menjelang akhir tahun ini, Pemko Payakumbuh baru mampu menyediakan anggaran buat 100 closed dan septik tank untuk penduduk yang belum punya jamban sehat, pada lima kecamatan di Payakumbuh. Tahun berikutnya, pemko  bersama perusahaan swasta nasional, akan meningkatkan pembangunan jamban sehat, guna menyukseskan program nasional GSJJ dimaksud, ucap Kadis Kesehatan Elzadaswarman didampingi Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Hefi Suryani, Minggu (6/12).

Berdasarkan data yang dihimpun seluruh puskesmas, di  Payakumbuh hingga sekarang ini, masih tercatat  1.368 rumah yang sama sekali  tak punya jamban keluarga. Mereka BAB masih menggunakan kolam ikan dan pinggiran sungai. Sementara itu, 2.103 rumah masih tak punya jamban kurang sehat.  Mereka punya WC dengan closed tertutup, tapi saluran pembuangannya ke kolam ikan, sungai, saluran drainase.

Sesuai dengan instruksi pimpinan, kata Elzadaswarman, melalui rencana Strategis Sanitasi Kota (SSK)  2014, Payakumbuh telah memenuhi syarat sanitasi yang sehat, dengan  tersedianya penyediaan air bersih, drainase yang sehat, serta penanggulangan sampah dan limbah yang baik dan benar. Ditargetkan, tahun 2019 Payakumbuh telah mencapai 100% penduduk sudah memanfaatkan sarana air bersih, 0% Rumah Tidak Layak Huni, serta 100% masyarakat bersanitasi.  “Empat tahun ke depan,  seluruh rumah tangga  di kota ini, sudah punya  jamban keluarga  sehat” ujar wako dikutip Kadis Kesehatan.

Target memenuhi 100% rumah sehat dengan jamban  keluarga sehat itu, dikatakan, bakal cepat terwujud, karena pelaksanaannya dibantu oleh TNI Kodim 0306/50 Kota. Dandim 0306 50 Kota, Heri Sumitro, punya komitmen tinggi dalam menyukseskan program GSJJ ini, sebut Elzadaswarman.

Sementara itu, diungkapkannya, dari 61 kelurahan yang ada di  Payakumbuh, baru 9 kelurahan yang telah ditetapkan sebagai Open Defecation Free (ODF) yang berarti di kelurahan tersebut 100% rumah tangganya telah memiliki jamban keluarga yang sehat.  “Tinggal lagi 52 kelurahan yang akan diinterfensi untuk ODF, simpulnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img