24.5 C
Padang
Thursday, December 3, 2020
Beritasumbar.com

Corona Minggat, Keluarga Tanaman Rimpang Mampu Mengusir Virus, Benarkah?
C

Kategori -

Apa kabar vaksin? Huru hara masyarakat akan datangnya vaksin yang tak kunjung memiliki anginbaik, sehingga membuat masyarakat benar-benar mampu untuk beradaptasi dengan kondisi pandemic yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Disatu sisi, vaksin yang katanya akan didistribusikan akhir tahun ini diharapkan mampu untuk menekan penyebaran covid 19 dan juga masalah ekonomi yang tak kunjung henti dan semakin memburuk.

Namun, disisi lain masyarakat perlu merasa was was dan takut akan pendistribusian vaksin yang masih belum sempurna dan tergesa gesa dimana vaksin yang baik dan sempurna menurut WHO paling tidak selesai pada pertengahan tahun 2021. Lalu, jika pendistribusian vaksin ini terlalu tergesa gesa dan malah berdampak buruk untuk kesehatan manusia, bagaimana dengan nyawa manusia? Apakah hanya untuk dipermainkan? Entahlah.

Bimbang pastinya, tentu sangatbanyak hal yang harus dipertimbangkan dan dikaji oleh pemerintah agar pendistribusian vaksin yang cepat ini tidak membawa efek buruk untuk tubuh manusia. Banyak hal yang diperhatikan oleh pemerintah seperti pendidikan dan ekonomi sangat terdampak oleh covid-19 ini, sehingga membuat pemerintah harus terdesak dan segera dalam mendistribusikan vaksin agar kondisi yang memburuk saat sekarang ini dapat ditekan dan dihentikan.

Disamping itu, menerka nerka dan menunggu akan datangnya vaksin yang tidak tahu entah kapan datangnya dan seberapa efektivitasnya akan lebih baik jika kita tetap menjaga dan meningkatkanimun agar terhindar oleh covid-19. Sebagian masyarakat telah berupaya untuk meningkatkan imunitasnya dengan menggunakan tanaman herbal sebagai alternative untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Family dari Zingiberaceae atau dikenal dengan tanaman rimpang ini menjadi incaran oleh banyak orang dan dipercaya dapat untuk meningkatkan imun tubuh.

Sejak dulu masyarakat telah menggunakan tanamanyang dijadikan obattradisional untuk mencegah virus seperti virus influenza. Masyarakat di Indonesia sebenarnya telah menggunakan tanaman sebagai obat flu seperti kunyit, jahe dan bawang merah. Dalam beberapa penelitian telah dilaporkan bahwa tanaman yang mengandung polifenol mempunyai aktivitas antivirus dan secara efektif mampu mengurangi risiko resistensi dan relatif aman bagi tubuh manusia.

Kunyit (Curcuma longa L)dijadikan obatan dan dianggapsebagai salah satu herba yang sangat bernilai karena bisa digunakan sebagai bahan antibiotik dan berguna untuk memudahkan proses pencernaan dan memperbaiki perjalanan usus dalam tubuh. Lalu, apakah tanaman rimpang ini mampu untuk menangkal virus corona? Akhir akhir ini beredar kabar bahwa tanamanherbal mampu untuk menangkal corona. Pernyatan ini tidak sepenuhnya benar dan tidak juga salah karena memang senyawa yang ada dalam tanaman rimpang mampu untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas orang dan jika imun seseorang baik maka tubuh juga akan bisa menangkal virus corona.

Akan tetapi belum terdapat penelitian bahwa dengan penggunaansenyawanya mampu untuk menyembuhkan virus corona.Tanaman rimpang mengandung senyawa antioksidan, antivirus, antibakteri, antiinflamasi dan antifungi. Manfaat dari senyawa yang terkandung pada tanaman rimpang dinilai bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga orang-orang berasumsi dengan mengonsumsi olahan dari tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, kencur dan temulawak bisa mencegah tertularnya covid-19. Selain itu kandungan minyak Atsiri memberikan efek hangat pada tubuh. Yang mana virus tidak dapat bertahan pada keadaan yang panas. Kajian penelitian secara ilmiah belum bisa memastikan asumsi mengonsumsi tanaman rimpang menghindari covid-19 itu benar.

Maka sebaiknya informasi mengenai kebenaran khasiat yang beredar disikapi secara bijak.Wakil Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia(PD-IAI) menyatakan jahe, kunyit dan temulawak paling disarankan di dalam formularium obat tradisional. Jahe memiliki kandungan utama, yakni gingerol dan shogaol. Kedua kandungan inilah yang menyebabkan jahe terasa pedas dan hangat, sehingga sangat baik untuk metabolisme tubuh, pencernaan dan mengurangi rasa mual. Jahe juga memiliki efek sebagai antiinflamasi, antiradang, antibakteri dan antioksidan.

Umumnya rimpang memiliki kandungan antioksidan yang tahan pada pemanasan. Itulah yang membuatnya populer dan dicari. Begitu pula kunyit, memiliki kandungan utama yang membuat kunyit memiliki kemampuan antioksidan paling kuat karena adanya kandungan curcumin dan kunyit juga memiliki efek sebagai antiradang, antinyeri dan anti penggumpalan darah. Temulawak memiliki kandungan utama tumerol dimana punya kemampuan antioksidan, antiradang, antibakteri dan melancarkan metabolisme tubuh.Sehingga itulah yang membuatkenapa rimpang menjadi booming di masyarakat. Karena perpaduan di dalam rimpang sangat baik sebagai peningkatan daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19.

Walaupun belum terbukti bahwa tanaman rimpang mampu untuk menyembuhkan corona setidaknya dengan mengkonsumsi olahan dari tanaman rimpang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Badan yang sehat dapat memperkecil kemungkinan masuknya penyakit melalui virus bakteri maupun kuman. dengan mengkonsumsi bahan-bahan tradisional dapat dijadikan kebiasaan untuk pola hidup sehat di tengah pandemi dan setelah pandemi. Biar lebih efektif mencegah virus Corona makapatuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan memakai masker dan jaga jarak.

Penulis: Dika Putri Sehati & Shania Refka Fandesti
Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kantor Wali Kota Payakumbuh Didatangi KPK RI

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Datang dari Gedung Merah Putih, Ibu Kota Indonesia, Jakarta, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Lili Pintauli Siregar mandatangi...

Laporan Kinerja DPRD Kota Payakumbuh Tahun 2020, Sampai Bentuk Pansus Tangani Covid-19

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com (adv)- Tentunya banyak hal yang penting dan perlu diketahui oleh masyarakat terhadap apa yang telah diperbuat oleh wakil rakyat Kota...

Pemko Payakumbuh Bentuk Tim Gugus PAUD HI 2020

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Gugus Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) Tahun 2020 di Kota Payakumbuh digelar di Ruang...

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf

Sawahlunto,BeritaSumbar.com,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

7 Pelaku Yang Mengumandangkan Seruan Jihad Minta Maaf

Jawa Barat,- Sempat viral di media sosial akhirnya 7 orang pelaku yang mengubah seruan azan minta maaf. Mereka diketaui dari hasil gerak...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -