28.9 C
Padang
Sunday, November 29, 2020
Beritasumbar.com

Calon Doktor Ekonomi Berdarah Minang yang Penuh Prestasi
C

Kategori -

Di usianya yang baru akan menginjak 24 tahun, Rully Prasetya bersiap untuk menempuh pendidikan doktoral di University College London (UCL). Saat ini, Rully—biasa dia disapa—telah menggenggam dua gelar master dari UCL dan National University of Singapore (NUS). Kepada generasi emas seperti Rully inilah, negara melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan beasiswa.

Rully yang saat ini bekerja sebagai peneliti di Economics Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), dibesarkan dalam keluarga yang bersahaja. Ayahnya merupakan Mantan Kepala Sekolah Menengah Pertama yang kini bekerja di Dinas Kearsipan Kabupaten Darmasraya, Sumatera Barat. Sementara sang ibu adalah seorang bidan. Rully memiliki satu kakak dan dua adik

Anak muda kelahiran Solok. 2 Februari 1990 itu sudah terbiasa hidup mandiri sejak di bangku Madrasah Tsanawiyah I Padangpanjang (setingkat SMP). Di kabupaten itu, dia menyelesaikan pendidikan hingga lulus dari SMA 1 Padangpanjang. Kampus Universitas Indonesia (UI) kemudian menjadi almamater tempatnya menempuh pendidikan sarjana akuntansi.

Sejak duduk di bangku sekolah, Rully sudah menjadi anak muda yang berprestasi. Di antara segudang pencapaiannya, kesempatan mengikuti pertukaran pelajar selama satu semester di University of Utah, Amerika Serikat lah yang membuka pandangan Rully tentang pentingnya menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Program pertukaran pelajar itu dijalani Rully dengan beasiswa Fullbright. Setelah kembali ke Indonesia, Rully mendapatkan beasiswa dari NUS untuk menyelesaikan program magister dual degree di Public Policy Programme The Lee Kuan Yew School of Public Policy, NUS, Singapura dan Graduate School of Public Policy, The University of Tokyo, Jepang.

Tak tanggung-tanggung, Rully menambah gelar MSc. in Economics dari University of College London tak lama sesudahnya. Di Inggris, dia belajar dengan beasiswa dari LPDP. Karena berhasil lulus dengan sangat memuaskan ( distinction ), Rully langsung diterima di program doktor ilmu ekonomi UCL, kembali dengan beasiswa LPDP. Pada bulan September tahun ini, Rully akan kembali terbang ke London.

Prestasi akademik dan organisasi

Menurut Rully, salah satu kunci untuk meraih beasiswa adalah memiliki prestasi akademik dan pengalaman organisasi yang seimbang. “Ketika kuliah, pastikan kita aktif di kampus, misalnya dengan memanfaatkan seminar dan kesempatan berorganisasi. Itu sangat baik untuk melatih diri,” kata Rully. Selama belajar di UI, Rully termasuk aktif dalam pergerakan mahasiswa. Bahkan tak jarang terlibat dalam aksi demonstrasi.

Menurut Rully, dengan bekal prestasi dan pengalaman organisasi, kesempatan meraih beasiswa lebih terbuka.“LPDP pun mencari orang-orang yang pengalaman organisasinya banyak dan berprestasi,” ujar Rully. Untuk menjadi mahasiswa yang aktif, kemampuan mengatur waktu menjadi kunci. Rully terbiasa mencatat semua jadwal kegiatannya setiap hari dengan sangat detail dalam secarik kertas.”Saat kuliah saya sangat-sangat sibuk,” kata Rully. Dia pernah menjadi pengurus inti dalam lima organisasi sekaligus.

Jual donat

Di antara kesibukan kuliah dan berorganisasi, Rully mengaku sempat berjualan donat di koperasi kampus Fakultas Ekonomi UI. Yang menarik, aktivitas itu dilakukannya bukan untuk memenuhi biaya kuliah atau biaya hidup sebagai mahasiswa perantauan. Keuntungan 80 hingga 90 ribu yang dia dapatkan dari berjualan donat seringkali disumbangkan atau digunakan untuk menambah biaya organisasi. “Waktu itu, setiap subuh saya harus ambil donat ke pabrik dan kemudian menitipkannya di koperasi,” kata Rully.

Terbiasa memiliki segudang aktivitas sejak masih di Indonesia berlanjut saat menempuh pendidikan di London. Tantangannya, menurut Rully, kurikulum ekonomi program magister di sana dirasakan sangat sulit. Setiap hari, Rully harus menghabiskan waktu 14 jam sehari, termasuk di akhir pekan, untuk belajar. Perpustakaan menjadi tempat favoritnya.“Kalau saya masuk perpustakaan dan melihat buku-buku jadi excited sendiri,” tutur Rully.

Selain kurikulum yang berat, atmosfer belajar di sana sangat kompetitif. UCL, kata Rully, merupakan salah satu dari empat kampus terbaik di dunia saat ini. Dari 120 orang mahasiswa dari berbagai negara yang mengambil program magister ekonomi, hanya ada dua orang Indonesia di dalamnya. Dalam situasi belajar yang berat itu, Rully nyatanya masih sempat bergabung dalam kegiatan-kegiatan pengajian warga Indonesia di London. Segala usaha Rully menyelesaikan pendidikan S2 di Inggris tak sia-sia. Dia berhasil lulus dengan predikat distinction dan berkesempatan langsung melanjutkan pendidikan program S3.

Berbagi inspirasi

Jika ada hal yang digemari Rully selain belajar, maka itu adalah memberikan kontribusi kepada masyarakat.“Setiap Sabtu dan Minggu saya sering diminta sharing dan mentoring dengan mahasiswa di kampus atau SMA,” ujar Rully. Setelah menyelesaikan program doktoralnya kelak, Rully mengaku ingin memberikan kontribusi penuh kepada masyarakat. Dia bercita-cita menjadi dosen atau staf ahli menteri.

Kepada anak-anak muda yang ingin meraih beasiswa LPDP, Rully memiliki pesan khusus.”Maksimalkan waktu. Saat belajar di kampus pastikan dapat ilmunya dan aktif,” ujar Rully. Optimalisasi diri dan waktu yang baik, lanjutnya, tidak hanya akan mempermudah jalan untuk meraih beasiswa.”Kalau sudah terbentuk menjadi karakter, maka itu akan sangat diperlukan di dunia kerja,” Rully menambahkan.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Tenaga Pendidik Dari Payakumbuh Raih 5 Besar Penghargaan GTK PAUD

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Salah satu tenaga pendidik dari Kota Payakumbuh berhasil meraih prestasi membanggakan, menjadi 5 besar dalam nominasi Kepala Sekolah Inovatif dan Inspiratif...

Pendapatan Daerah Berkurang, Pembangunan masjid Raya Batal

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Harapan warga Kota Payakumbuh miliki masjid raya dalam waktu dekat tidak dapat terealisasi. Pembangunan Masjid raya yang direncanakan dimulai tahun depan gagal...

Curah Hujan Tinggi, Batang Aia Tembok Itam Lintau Meluap

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,- Akibat curah hujan yang cukup tinggi dikawasan Lintau Rabu ( 25/11/20) sore hingga malam mengakibatkan polongan jembatan tembok itam jorong...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Heboh Beredar Beras Bergambar Kandidat, Bawaslu Tanah Datar Bergerak

Tanah Datar,BeritaSumbar.com,-Santer beredarnya informasi penyebaran diduga " beras politik" dimedia sosial FB Sontak membuat warga kabupaten Tanah Datar heboh.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Temukan Pungli Di Padang Panjang, Segera Lapor Ke Rumah Aspirasi

Padang Panjang, beritasumbar.com - Kepala Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang Dwi Indrayati, SH, MH melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Minang...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Bappeda Sumbar Gelar FGD di Payakumbuh Timur untuk Susun Profil Daerah Irigasi Batang Agam

Payakumbuh, BeritaSumbar - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat menggelar fokus grup diskusi (FGD) dalam rangka penyusunan profil sosial ekonomi teknik...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Meski Defisit Anggaran, Payakumbuh Tetap Alokasikan Insentif Guru Mengaji-Tahfiz

Payakumbuh, beritasumbar.com- Meski mengalami defisit anggaran pada 2021 karena adanya pemotongan akibat Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan tetap menganggarkan intensif bagi...

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk

Payakumbuh, beritasumbar.com -Tingkat pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh melebihi jumlah penduduk, bahkan angkanya mencapai empat kali lipat dari jumlah penduduk 138.000 jiwa,...

Ratna Dewi Pettalolo Resmikan Pusat Layanan Informasi Publik Bawaslu 50 Kota

Limapuluh Kota, beritasumbar.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo mengunjungi Luak Limopuluah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus meresmikan...

Peminat KPPS Di Kecamatan VII Koto Padang Pariaman Melimpah

Padang Pariaman, beritasumbar.com -Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan VII Koto Sungai Sariak menyerahkan hasil seleksi calon Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) oleh...
- Advertisement -