spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Sesalkan Terjadinya Insiden di Final futsal Porprov Sumbar 2026, Ketua KONI 50 Kota Ajak Publik Dukung Atlet Muda
S

Kategori -
- Advertisement -


Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com,— Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Taufik Hidayatullah Ihsan, menyayangkan insiden kekerasan yang terjadi pada akhir pertandingan final cabang olahraga futsal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 di Situjuh.
‎
‎Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan perjuangan dan proses panjang yang telah dilalui para atlet kedua tim, hingga berhasil mencapai partai puncak.
‎
‎Menurut Taufik dalam keterangannya kepada wartawan di Payakumbuh, Selasa (13/10/2026) sore, final tersebut sejatinya menyajikan pertandingan yang menarik dengan tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot, saling melancarkan serangan, dan bertukar gol sehingga menghadirkan pertandingan yang layak disebut sebagai final ideal.
‎
‎Namun, pria yang akrab disapa THI ini menegaskan bahwa apa pun alasan yang melatarbelakangi insiden tersebut, tindakan kekerasan di lapangan tidak dapat dibenarkan.
‎
‎“Pada dasarnya, kita sangat mengapresiasi pertandingan dengan tensi tinggi yang tersaji. Kedua tim bermain ngotot, saling menyerang, dan bertukar gol. Ini merupakan final yang sangat ideal. Namun, kita sangat menyayangkan kejadian di akhir laga. Apa pun alasannya, kita tidak membenarkan adanya aksi kekerasan di lapangan,” ujarnya.
‎
‎Ia menjelaskan, jajaran pelatih dan ofisial tim Kabupaten Limapuluh Kota telah melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut. Bahkan, Wakil Bupati Limapuluh Kota turut memberikan nasihat kepada para atlet yang terlibat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
‎
‎Taufik juga mengingatkan bahwa para atlet yang bertanding pada cabang futsal Porprov Sumatera Barat 2026 masih berusia sekitar 17 tahun. Pada usia tersebut, mereka masih labil dan membutuhkan pendampingan, bimbingan, dan pembinaan secara intensif.
‎
‎“Adik-adik kita ini masih remaja dan membutuhkan bimbingan, termasuk dalam mengendalikan emosi dan euforia. Tentu ini menjadi proses pembelajaran bagi mereka agar ke depan bisa menjadi atlet yang lebih matang dan profesional,” sebutnya.
‎
‎Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat perjuangan kedua tim secara utuh, bukan semata-mata mengingat insiden yang terjadi pada penghujung pertandingan.
‎Menurutnya, keberhasilan kedua tim mencapai final merupakan hasil dari latihan, kerja keras, kedisiplinan, dan pengorbanan selama berbulan-bulan. Karena itu, proses panjang tersebut juga patut mendapat apresiasi.
‎
‎Terlebih, setelah insiden terjadi, para atlet dari kedua tim telah menunjukkan upaya untuk berdamai dengan saling berangkulan dan berpelukan.
‎
‎“Jangan hanya insiden ini yang kita kenang. Kita juga harus mengapresiasi proses latihan berbulan-bulan yang telah mereka jalani hingga akhirnya layak menjadi tim terbaik dan tampil di partai final. Kita juga harus melihat bahwa setelah kejadian itu, mereka telah berangkulan dan berpelukan untuk berdamai,” tutur Taufik.
‎
‎Ajak Masyarakat Hentikan Hujatan di Media Sosial
‎
‎Anggota DPRD Limapuluh Kota Fraksi PPP itu juga menilai, kritik terhadap tindakan yang keliru tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara proporsional dan mendidik, bukan dalam bentuk hujatan yang berpotensi merusak masa depan atlet.
‎
‎Menurutnya, para atlet tersebut masih memiliki perjalanan panjang dalam dunia olahraga. Kesalahan yang mereka lakukan harus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran, bukan alasan untuk menutup kesempatan mereka berkembang.
‎
‎“Jangan kita hina adik-adik kita ini di media sosial. Mereka masih remaja, masih membutuhkan bimbingan, dan sedang dalam proses pembinaan. Apalagi dengan prestasi di ajang Porprov ini, nantinya para atlet Futsal kita dari Luak Limopuluah tentu akan banyak menjadi atlet PON membela Sumbar di tingkat nasional,” tambah Taufik.
‎
‎Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, insan olahraga, pelatih, dan keluarga untuk bersama-sama memberikan nasihat serta dukungan agar para atlet mampu memperbaiki diri.
‎
‎Baginya, pembinaan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi dan kemenangan, tetapi juga harus membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan mengendalikan diri.
‎
‎Fokus Menyiapkan Atlet untuk PON 2028
‎
‎Menutup pernyataannya, Ketua KONI Kabupaten Limapuluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi dan tanggung jawab organisasi dalam memperbaiki pembinaan olahraga ke depan.
‎
‎Dia berharap persoalan itu dapat menjadi pelajaran bersama bagi seluruh pihak, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak membebankan seluruh kesalahan kepada para atlet.
‎
‎“Selaku Ketua KONI Kabupaten Lima Puluh Kota, saya memohon maaf atas kejadian tersebut. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki pembinaan ke depan. Mari kita beri nasihat, dukungan, dan bimbingan agar anak-anak kita bisa menjadi atlet yang lebih profesional serta menjadi harapan bagi Sumatera Barat,” tutupnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img