33 C
Padang
Rabu, Februari 28, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bunga Raphis Excelsa di Kabupaten Agam Siap Masuki Pasar Internasional
B

Kategori -
- Advertisement -

Bunga atau tanaman hias, Raphis Excelsa yang dibudiyakan Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mekar Sari”, Koto Panjang, Nagari Kamang Hilir, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam yang sudah ditanam dua tahun lalu, tahun 2014 mendatang akan dirangkai dan siap memasuki pasar internasional ke beberapa Negara, yaitu Belanda, Jepang dan Thailand.

Ketua KWT Mekar Sari, Deswati, saat dihubungi RRI, Jum’at (20/12/2013) mengatakan, tanaman hias Raphis Excelsa yang ditanam pada perkebunan KWT dua tahun lalu saat ini jumlahnya sekitar 5.000 batang.

“Dengan usia dua tahun itu Raphis Excelsa sudah bisa untuk dirangkai dan dipasarkan. Insya Allah 2014 mendatang kelompok kami akan mulai merangkai untuk dipasarkan ke beberapa Negara diantaranya, Belanda, Jepang dan Thailand. Pemasaran ke luar negeri itu melalui perusahaan yang bergerak dibidang ekspor Raphis Excelsa,“ jelasnya.

Deswati menambahkan, seluruh tanaman yang dirangkai belum bisa dijamin semuanya akan diekspor ke luar negeri, karena sebelum dikirim terlebih dahulu disortir oleh perusahaan yang akan memasarkan. Hanya tanaman yang betul-betul memenuhi syarat dari segi kebersihan (steril) yang bisa dikirim.

“Mungkin saja misalnya, dari 600 paket yang sudah dirangkai bisa saja 500 yang memenuhi syarat sementara sisanya terpaksa harus ditinggalkan. Semenjak berdirinya KWT Mekar Sari tahun 2007 lalu, khusus untuk budidaya Raphis Excelsa baru dua tahun belakangan, tepatnya 2011,“ tuturnya.

Sementara itu Camat Kamang Magek Surya Wendri mengatakan, Anggota KWT yang merupakan kelompok binaan Dipertahornak Agam diberi pembinaan dan bimbingan teknis bagaimana membudidayakan Raphis Excelsa yang baik. Bimbingan juga diberikan Kepala UPT BP4K2P Kecamatan Kamang Magek, Bakhrizal beserta PPL-nya.

“Selain mendapatkan bimbingan, anggota KWT juga diberi kesempatan melakukan studi banding ke kelompok Ademas Payakumbuh yang sudah lebih dahulu bergerak dibidang budidaya Raphis Excelsa, malahan sudah mengekspor ke luar negeri, “terangnya.

KWT Mekar Rasa disamping membudidayakan Raphis Excelsa juga bergerak di bidang pembuatan “karupuak Kamang” dengan bahan mentahnya ubi kayu, dan juga menanam jagung. Saat ini anggota KWT Mekar Rasa yang aktif sebanyak 26 orang. Ada yang bergerak dibidang budidaya Raphis Excelsa dan juga pada usaha memproduksi

Surya Wendri menambahkan, bibit Raphis Excelsa yang dikembangbiakkan oleh KWT Mekar Rasa berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Tahap awal dulu sebanyak 24 ribu stek didatangklan. Seluruh biaya pengadaan bibit dananya berasal dari pemerintah pusat.

“Pemerintah kecamatan memberikan support terus kepada KWT Mekar Sari yang sudah membudidayakan tanaman hias berharga tersebut. Aktivitas anggota KWT sangat kita pujikan, walaupun hanya beranggota perempuan seluruhnya. Pembinaan dan monitoring terus kita lakukan agar hasilnya nanti menjadi yang terbaik, dengan kata lain mampu menembus pasar internasional,”ungkap Surya Wendri.

Sekarang kebutuhan akan bunga sebenarnya sangat tinggi, tidak hanya untuk diekspor malahan untuk kebutuhan lokal seperti pajangan saat pesta atau “baralek” saja sudah sulit terpenuhi.

“Kabupaten Agam dapat dijadikan salah satu daerah yang siap memasarkan bunga. Dengan proram Agam Menyemai sudah banyak warga maupun kelompok yang bergerak dibidang budidaya bungan atau tanaman hias itu,“ ulasnya

Sebagai bukti kata Surya Wendri, saat ini di Kecamatan Matur semangat menanm bunga dan tanaman hias oleh masyarakat di sana mulai bangkit alias “terbudur”, dan kondisi itu sangat menggembirakan. Sepanjang jalan dari pasar Matur menuju Padang Gelanggang terlihat kiri kanan jalan sudah berjejer tanaman bunga. (rri.co.id)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img