24 C
Padang
Jumat, Februari 26, 2021
Beritasumbar.com

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau
B

Kategori -

Kabupaten Solok (BeritaSumbar.com)- Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Di Koto Gadang Koto Anau banyak ditemukan peninggalan sejarah, baik berupa benda maupun tak benda. Melihat potensi yang dimiliki oleh daerah tersebut, Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) yang berada dibawah naungan Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melakukan ‘Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau’ pada Kamis 4 Februari 2021 dari pukul 10.00 – 17.30 WIB di Aula Kantor Wali Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.

Jon Firman Pandu, Wakil Bupati Kabupaten Solok Periode 2021 – 2026 saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau tersebut dihadiri oleh  Undri, SS, M.Si (Kepala BPNB Sumbar), Drs. Suarman (Pamong Kebudayaan Kemdikbud RI), Dra. Zusneli Zubir, M.Hum (Peneliti Sejarah di BPNB Sumbar), Jon Firman Pandu (Wakil Bupati Kabupaten Solok Periode 2021 – 2026), Drs. Teguh Hidayat, M.Hum (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat), Wardarusmen, SE. MM (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, Rilyadi Walaputra, SE (Kasi Pertanian Barenlitbang Kabupaten Solok), Kepala BAPPEDA Kabupaten Solok, Madra Indriawan (Anggota Bidang Budaya DPRD Kabupaten Solok), Edi Setiawan, A.Md. (Wali Nagari Koto Gadang Anau), Onderus Zubir Dt. Bagindo Sati (Ketua Kerapatan Adat Nagari / KAN Koto Gadang Koto Anau), Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Solok, dan Tokoh Masyarakat Koto Gadang Koto Anau. Acara dihadiri  oleh 60 orang peserta termasuk warga sekitar, berlangsung dengan tertib dan penuh antusias.

Edi Setiawan saat membuka acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung persiapan pemajuan kebudayaan Koto Gadang Koto Anau.


Wali Nagari Koto Gadang Anau, Edi Setiawan, A.Md. saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Kabid Kebudayaan Kabupaten Solok pada kata sambutannya di acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada BPNB Sumbar karena sudah membangunkan yang ‘tertidur’ untuk pemajuan kebudayaan Koto Gadang Koto Anau.

Jon Firman Pandu mengatakan, Koto Anau Koto Gadang menjadi proyek perdana pemajuan kebudayaan. Kerjasama semua stakeholder yang ada di Kabupaten Solok sangat diharapkan untuk dapat menyukseskannya, demi kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kerapatan Adat Nagari / KAN Koto Gadang Koto Anau, Onderus Zubir Dt. Bagindo Sati saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Onderus Zubir saat mengekspos Koto Gadang Koto Anau pada acara tersebut mengatakan, “Masyarakat agar membiasakan menyebut Koto Gadang, bukan Koto Anau. Sejarahnya, Koto Gadang dibesarkan oleh koto yang anam. Nagari yang punya rajo akan memiliki kebudayaan yang tinggi. Saat ini nilai-nilai budaya sudah banyak yang hilang, butuh pelestarian. Banyak kebudayaan yang telah dilanggar pada saat ini. Rumah Gadang tidak lagi menghadap Gunung Talang. Banyak ‘kiramaik’ dan tuah yang hilang sejak arah Rumahgadang dirubah. Dengan adanya pemajuan kebudayaan nagari semoga kebudayaan yang hilang dapat dikembalikan. Di Koto Anau banyak permainan rakyat yang harus dilestarikan dan dibangkitkan kembali.  Tarian juga banyak, tapi mati suri. Semoga pemajuan kebudayaan dapat diwujudkan, kami siap mendukung.”

Tokoh Masyarakat Koto Gadang Koto Anau, Adi Rahman saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Adi Rahman, salah seorang tokoh masyarakat yang ikut tampil mengatakan, Koto Gadang Koto Anau punya potensi pariwisata yang besar. Salah satunya di Bukit Aia Angek, di puncaknya pemandangan sangat indah, terbuka 360 derajat. Danau Singkarak kelihatan dari sana, bisa jadi spot olahraga paralayang. Kuliner tradisinya sangat banyak, rendang terlezat juga berasal dari sana, bisa tahan bertahun. Sangat bagus jika Festival Koto Anau diadakan, sebagai event tahunan. Apalagi tahun 2022 kunjungan pariwisata di Sumbar akan meningkat, imbas dari pandemi. Pemerintah harus siap memanfaatkan peluang ini.

Pamong Kebudayaan Kemdikbud RI, Drs. Suarman saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Sementara itu, Suarman mengatakan, “Kebudayaan adalah magnet bangsa. Bisa memakmurkan rakyat. Gerakan kebudayaan butuh sinergitas. Naskah kuno mesti diamankan, jangan sampai dijual. Karena naskah kuno sangat bernilai yang tak bisa diukur dengan uang. Naskah kuno adalah cagar budaya. Bisa dieksplor bisa menjadi muatan lokal. Naskah kuno juga adalah pembelajaran. Selain itu, bahasa daerah harus dilestarikan. Peribahasa, petuah, pidato adat, harus dicatat, agar lestari, dan dibuat standardisasinya. Kebudayaan adalah salah satu sumber APBD. Pariwisata tanpa kebudayaan, akan jatuh.”

Peniliti Sejarah di BPNB Sumbar, Dra. Zusneli, M.Hum. saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Zusneli Zubir yang juga putri daerah Koto Gadang Koto Anau mengatakan, “Pada tahun 2007 lalu Koto Anau pernah saya usulkan untuk menjadi desa wisata. Tapi belum memperoleh dukungan. Koto Anau adalah basis perjuangan melawan kolonial dan juga di masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Koto Anau dulunya kaya dengan hasil cengkeh, membuat Belanda tertarik. Koto Anau juga punya banyak cerita rakyat. Banyak tempat yang bisa dijadikan objek wisata, seperti Medan Bapaneh, Batu Hampa, Batu Manangih. Penanaman cengkeh perlu digalakkan kembali, dengan memberi bekal penyuluhan bagi para generasimudanya. Insyaallah, BPNB Sumbar akan melakukan inventarisasi dan penelitian pada budaya dan peninggalan-peninggalan sejarah di Koto Gadang Koto Anau pada bulan Maret 2021 nanti.”

Kepala BPCB Sumbar, Drs. Teguh Hidayat, M.Hum. saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Pada kesempatan yang sama Teguh Hidayat, Kepala BPCB Sumbar mengatakan bahwa gerakan desa pemajuan kebudayaan adalah salah satu kegiatan utama di Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud.

Acara pembukaan Sosialisasi Pemajuan Kebudayaan Koto Gadang Koto Anau dilanjutkan dengan makan siang bersama, menikmati kuliner tradisi di Balai Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau, dan diteruskan dengan diskusi bersama.

Para peserta acara acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan saat menikmati kuliner tradisi, Balai Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Pemindahan arah Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan dari matahari terbit ke Gunung Talang jadi salah satu bahasan yang diusulkan oleh Ketua KAN pada diskusi tersebut. Dari hasil survei, untuk memindahkan arah Istano Rajo diprediksi akan menelan biaya Rp.500 juta.

Novi Lesmana, ahli waris Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan mengatakan, “Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan pernah ditawar oleh kolektor asal Malaysia sebesar 13 Milyar Rupiah, berikut dengan peninggalan-peninggalan yang ada di dalamnya, seperti tombak, batu angkek-angkek, gong, dan lainnya. Tapi kami tidak menjualnya, apalah artinya uang jika harus kehilangan harga diri.”

“Kami mengizinkan Istano Rajo dikembalikan menghadap ke arah Gunung Talang. Tapi hati-hati membukanya, karena sebagian kayunya sudah mulai lapuk. Dan kami harap dikerjakan sampai tuntas. Dan kami juga mengizinkan bila Istano Rajo dijadikan museum,” kata Novi Lesmana.

Sementara itu, Teguh Hidayat pada tanggapannya mengatakan, “Jika Istano Rajo Bagindo yang Dipatuan belum termasuk salah satu cagar budaya, maka perubahan arah bisa dilakukan. Insyaallah, dalam waktu dekat saya akan ke Jakarta, rapat di Kemdikbud, saya akan mengusulkan Koto Gadang Koto Anau jadi salah satu objek kunjungan wisata.”


Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Wardarusmen, SE. saat bicara di acara Sosialisasi Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

Jon Firman Pandu yang akan dilantik jadi Wakil Bupati Solok pada bulan Maret 2021 mendatang mengatakan sangat mendukung pemajuan kebudayaan di Koto Gadang Koto Anau. Wardarusmen berharap Pemerintah Kabupaten Solok berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan di daerah tersebut.

Kepala BPNB Sumbar, Undri, SS., M.Si. saat berdiskusi di Balai Adat Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kamis 4 Februari 2021. (Dok. Istimewa)

“BPNB dan BPCB Sumbar siap mendukung pemajuan kebudayaan di Koto Gadang Koto Anau, Untuk mencapai keberhasilan kegiatan tersebut diperlukan komitmen dan aksi kerja nyata dan sinergitas stakeholder terkait, mulai dari Pemkab Solok dan jajarannya, serta masyarakat Koto Gadang Koto Anau,” kata Undri.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang...
- Advertisement -

Kawasan Lembah Harau Kembali Terbakar, Diduga Pelaku Kemah Lupa Matikan Api Unggun

Sarilamak, beritasumbar.com - Kawasan Wisata Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota Kembali mengalami mengalami kebakaran pada Selasa siang, namun berhasil dipadamkan oleh petugas. "Pada kebakaran hutan...

Musda LPPKI DPW Sumbar Dibuka Langsung Ketum LPPKI Azwar Siri.SH

Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (LPPKI) Dewan Pimpinan Wilayah Sumbar menyelenggarakan Musayawarah Daerah (Musda). di Meeting Room Kave Uj By Pas Kota Padang. Sabtu kemaren.
- Advertisement -

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang tak asing didengar. Sebuah prosesi yang...

Liburan di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas

Beberapa tahun kebelakang, Lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal, letaknya cukup jauh dari kota...

Bagurau Merah Putih 24 Jam Non Stop

Padang,BeritaSumbar.com,-Malam bagurau merah putih 24 Jam Nonstop merupakan sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh gerakan malam bagurau owek owek. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud memperingati...
- Advertisement -