30.2 C
Padang
Thursday, December 3, 2020
Beritasumbar.com

Bonus Demografi di Sumbar Tergantung Momentum Pilkada 2015
B

Kategori -

Pemimpin Sumatera Barat kedepan mesti mengantisipasi masalah ketersedian lapangan pekerjaan dan sumber daya manusia yang ada berkemampuan bersaing di dunia kerja dan pasar internasional. Oleh karena itu semua elemen masyarakat Ranah Minang, baik di ranah maupun di rantau perlu menyikapi pemilu kepala daerah tahun 2015 dengan kearifan dan keseriusan.

Demikian pandangan Muslim Kasim, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Selasa (16/9) menyoal isu Indonesia yang diprediksi bakal mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.

Menurut Muslim Kasim, pemerintah Provinsi Sumbar periode 2015-2019 harus mampu menjadi agent of development dengan cara memperbaiki mutu modal manusia, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemampuan komunikasi, dan penguasaan teknologi. Solusi lainnya bisa dengan memberikan keterampilan kepada tenaga kerja produktif sehingga pekerja tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri.

Selain itu Pemprov Sumbar juga harus mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset aset daerah agar produktif tidak menjadi keuntungan sepihak pengelola saja.Bahkan dikatakan Muslim, bukan hanya Pemprov Sumbar saja, masyarakat di kabupaten dan kota juga harus menjadi pendukung utama pembangunan mutu manusia dengan cara menyadari pentingnya arti pendidikan, kesehatan dan aspek-aspek yang dapat mengembangkan kualitas manusia itu sendiri.

Untuk itu, Muslim Kasim menekankan, salah satu langkah untuk mengelola bonus demografi di Sumatera Barat adalah memastikan kualitas lulusan perguruan tinggi yang menguasai keilmuaannya.Selain itu, lembaga perguruan tingggi di Sumbar, baik PTN maupun PTS harus dikembangkan sehingga bisa semakin mendorong perbaikan kualitas kreativitas masyarakat.

Maka itu, Muslim Kasim menghimbau agar perguruan tinggi yang ada di Sumbar, meningkatkan kualitas lulusannya agar aplikatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sumbar.Muslim Kasim juga berbicara tentang penciptaan lapangan kerja di nagari-nagari melalui agro industri. Dikatakannya, sudah seharusnya menjadi perhatian Pemprov Sumbar dimasa mendatang untuk menyonsong bonus demografi 2020-2030 dengan penciptaan lapangan kerja di nagari-nagari melalui angro industri tersebut. (media center MK)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

13 Ranperda Akan Disiapkan Jadi Perda Di Tahun 2021

Ada 13 Perda Bakal Diterbitkan Tahun 2021, 3 Adalah Inisiatif Dewan Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- DPRD Kota Payakumbuh bersama Pemerintah Kota...

Batal Pembangunan Masjid Agung, DPRD Dukung Pemko Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Pembangunan Gedung Utama Mesjid Agung Kota Payakumbuh pada tahun 2021 mendatang dibatalkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Hamdi Agus dalam...

KPU Payakumbuh Masih Lakukan Penyortiran dan Pelipatan Surat Suara

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh terus melakukan sortir dan lipat surat suara yang akan digunakan untuk pemilihan Gubernur...

DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Apresiasi dan Dukung Komjen Pol Boy Rafli Amar Jadi Kapolri

JAKARTA - Dengan Akan memasuki masa Pensiun, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis terus melakukan Reformasi Birokrasi di tubuh Kepolisian, namun bursa calon...

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf

Sawahlunto,BeritaSumbar.com,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -