Padangpariaman.beritasumbar.com Minimnya iven kesenian di Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman menyebabkan ketiadaan ruang tampil yang cukup bagi berbagai bentuk kreatifitas seni di kedua kawasan yang termasuk dalam wilayah kultural Piaman ini. Keadaan yang sudah berlarut ini, coba dipecah oleh para seniman dengan menggelar iven bersama bertajuk Batajau Seni.

Untuk gelaran pertama, iven ini akan diselenggarakan pada 30 Desember 2018 di pelataran parkir GOR Sungai Sariak Padang Pariaman. Sanadi, koordinator kegiatan ini mengatakan, Batajau Seni adalah bentuk kegiatan yang bersifat independen dari dan oleh para seniman untuk masyarakat secara umum. “Hingga saat ini sudah lebih dari 17 sanggar yang akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami yakin kegiatan akan terselenggara dengan baik berkat dukungan yang besar dari seluruh kawan-kawan pengelola dan penggerak sanggar seni se Padang Pariaman,” katanya.

Pada saat kegiatan, menurut rencana akan di pandang mata acara yakni pertunjukan kesenian, orasi budaya dan diskusi kesenian. Wendy SSn selaku stage manager mengatakan, kegiatan pertunjukan akan difokuskan pada karya-karya inovasi dan karya tradisi yang hampir punah. “Karya inovasi adalah karya seni pertunjukan yang bentuknya baru, namun tetap berakar dari karya tradisional asli Piaman. Sementara, karya tradisi hampir punah adalah karya yang benar-benar telah langka dan tidak punya ruang tampil lagi di masyarakat,” katanya.

Karya inovasi yang akan tampil menurutnya terdiri dari musik dan tari. “Karya tradisi yang akan tampil adalah tari lasuang dan silek sunua,” katanya. Menurut rencana, terang Wendy, kegiatan batajau akan digelar secara rutin 4 bulan sekali. “Karya tradisi yang ditampilkan pada batajau depan, akan direspon dalam bentuk karya inovasi pada batajau berikutnya,” katanya.

Fadhli, salah satu inisiator kegiatan menjelaskan bahwa batajau seni akan berlangsung dua tahap. “Tahap pertama adalah batajau yang digelar 4 bulan sekali ini. Kemudian, setelah 3 kali penyelenggaraan, akan digelar batajau akbar. Dalam batajau akbar ini kita tidak hanya akan menghadirkan pertunjukan tetapi juga ekspo selama seminggu penuh untuk mengetengahkan masing-masing sanggar yang ada di Piaman,” sebutnya.

Batajau, mengambil spirit dari kegiatan batajau yang memang sudah lestari dalam budaya Piaman. “Batajau ini biasanya digelar oleh kalangan perguruan silek atau penggiat tradisi tambua tasa. Nah, spirit guyub dan gotong royong ini yang kita ambil. Sementara itu, kata batajau sendiri juga kita jadikan sebagai akronim dari Bursa Pertunjukan, Jasa dan Usaha seni,” katanya. Sesuai dengan kepanjangn tersebut, maka batajau seni pada akhirnya adalah sebuah bursa besar tempat masyarakat dapat melihat spesifikasi jasa seni pertunjukan yang dapat mereka pakai dalam berbagai kegiatan seperti pesta pernikahan, acara formal, acara kepemudaan dan lain sebagainya.

“Untuk karya-karya inovasi, bursa ini bertujuan untuk menarik minat para penggerak festival. Sehingga sebagai calon ‘pembeli’ mereka dapat melihat bentuk karya yang mana yang akan mereka hadirkan dalam festival yang mereka gelar. Meski festivalnya di tahun depan, dalam batajau mereka dapat membuat kontrak dengan pengkarya sejak tahun ini,” katanya.

Akademisi ISI Padang Panjang yang juga merupakan seorang peneliti seni Piaman, Dr Asril Muchtar menilai kegiatan Batajau ini sebagai sebuah inovasi luar biasa yang penting bagi pengembangan seni di masa depan. “Selama ini sanggar-sanggar banyak tampil di ajang alek nagari. Ini tentu penting diteruskan karena di alek nagari lah seni seni tradisi di lestarikan. Namun, mereka juga butuh ruang untuk menampilkan karya baru yang berakar dari tradisi juga. Disinilah batajau akan memainkan peran,” sebutnya.

Asril optimis, Batajau seni akan menjadi ajang yang membuka gerbang kesempatan bagi para seniman Piaman untuk eksis di berbagai iven besar, baik nasional maupun internasional. “Saat ini sangat banyak festival seni yang membutuhkan talenta-talenta dan karya-karya baru. Baik ditngkat nasional maupun internasional. Melihat semangat yang ada, jika Batajau Seni terus menerus digelar, kita tingga menunggu suatu saat seniman Piaman akan tampil di ajang-ajang besar seperti festival-festival luar negeri,” katanya. (Syamsul)

loading...