spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Baju Kurung Basiba Jadi Jalan Baru Pemberdayaan Ekonomi Warga Parik Malintang
B

Kategori -
- Advertisement -

Padang Pariaman, BeritaSumbar.com, — Upaya melestarikan budaya Minangkabau sekaligus membuka peluang ekonomi baru terus dilakukan di Nagari Parik Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan baju kurung basiba yang dipadukan dengan pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan Koperasi Merah Putih.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Universitas Negeri Padang (UNP) 2026. Kegiatan dipusatkan di Aula Nagari Parik Malintang dan diikuti 25 orang masyarakat setempat.

Program ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan menjahit. Lebih jauh, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal. Baju kurung basiba diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan nagari, sementara Koperasi Merah Putih menjadi wadah untuk mengelola dan mengembangkan usaha tersebut.

Nagari Parik Malintang yang merupakan ibu kota Kabupaten Padang Pariaman dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi kreatif. Perempuan, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), menjadi salah satu kelompok yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di Nagari Parik Malintang membutuhkan penguatan kapasitas pengurus agar tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi mampu menjadi lembaga ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Padukan Budaya dan Ekonomi

Baju kurung basiba dipilih karena memiliki keterkaitan kuat dengan identitas budaya Minangkabau. Pakaian tersebut tidak hanya digunakan dalam kegiatan adat, tetapi juga masih dikenakan dalam berbagai kegiatan resmi dan kegiatan masyarakat.

Potensi budaya itu kemudian diarahkan menjadi peluang ekonomi kreatif.

Melalui pelatihan, masyarakat diperkenalkan dengan teknik pembuatan baju kurung basiba, mulai dari pemilihan bahan, pembuatan pola, pemotongan kain, teknik menjahit hingga penyelesaian akhir atau finishing. Peserta juga didorong untuk mengembangkan desain yang lebih variatif tanpa menghilangkan ciri khas baju kurung basiba.

Langkah tersebut dinilai penting karena tantangan yang dihadapi masyarakat bukan hanya bagaimana membuat pakaian tradisional, tetapi bagaimana menghasilkan produk yang memiliki kualitas konsisten dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Dengan keterampilan yang lebih baik, baju kurung basiba diharapkan tidak berhenti sebagai pakaian tradisional, tetapi berkembang menjadi produk fesyen yang memiliki nilai ekonomi.

Perkuat Koperasi Merah Putih

Selain pelatihan tata busana, program PPUB juga memberikan pembekalan mengenai pengelolaan Koperasi Merah Putih.

Pengurus koperasi mendapatkan materi mengenai manajemen organisasi, administrasi, pembukuan, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha. Pembekalan tersebut diperlukan agar koperasi mampu dikelola secara lebih tertib, transparan dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, tim menghadirkan Hari Setia Putra, S.E., M.Si. dari Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Padang sebagai narasumber untuk memberikan materi pengelolaan koperasi dan kewirausahaan.

Koperasi juga diarahkan untuk memiliki produk unggulan yang dapat menjadi sumber kegiatan usaha. Baju kurung basiba menjadi salah satu produk yang diproyeksikan untuk dikembangkan melalui kelembagaan koperasi.

Dengan demikian, keterampilan produksi masyarakat dan kekuatan kelembagaan koperasi dapat berjalan beriringan.

Dorong Masyarakat Berani Berusaha

Aspek kewirausahaan menjadi bagian lain yang tidak kalah penting dalam program tersebut.

Masyarakat dibekali pengetahuan mengenai bagaimana melihat peluang usaha, menentukan harga produk, menghitung biaya produksi, membangun merek, hingga memanfaatkan media digital untuk pemasaran.

Pembekalan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat tidak hanya menjadi tenaga produksi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Apalagi, pemasaran produk saat ini tidak lagi terbatas pada pasar di sekitar nagari. Pemanfaatan media sosial dan platform digital membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal oleh konsumen dari luar daerah.

Berawal dari Koordinasi hingga Pelatihan

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim pelaksana dan Pemerintah Nagari Parik Malintang. Koordinasi dilakukan untuk menyepakati jadwal, peserta serta teknis pelaksanaan program.

Pertemuan awal dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Parik Malintang dan difasilitasi oleh pemerintah nagari.

Selanjutnya, kegiatan resmi dibuka di Aula Nagari Parik Malintang dengan dihadiri peserta pelatihan, perangkat nagari serta staf kantor wali nagari.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nagari Parik Malintang menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran program pengabdian UNP di wilayahnya. Dukungan pemerintah nagari juga diberikan melalui penyediaan tempat dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan selama kegiatan.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti pelatihan pengelolaan koperasi dan kewirausahaan. Materi diarahkan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan pengurus dalam mengembangkan kegiatan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih.

Sehari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan baju kurung basiba. Sebanyak 14 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias.

Pelatihan dibimbing langsung oleh dosen dari bidang Tata Busana. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung teknik pembuatan baju kurung basiba.

Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut juga membangkitkan kembali keterampilan yang pernah mereka miliki beberapa tahun sebelumnya.

Harapan Menjadi Gerakan Berkelanjutan

Pelaksanaan program secara umum berlangsung lancar. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama mengikuti setiap sesi pelatihan.

Program ini diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Pendampingan menjadi bagian penting agar keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan.

Ke depan, baju kurung basiba diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan Nagari Parik Malintang yang dikelola secara bersama melalui kelompok masyarakat dan Koperasi Merah Putih.

Jika dikelola secara konsisten, perpaduan antara keterampilan tata busana, kewirausahaan dan kelembagaan koperasi dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Lebih dari sekadar menghasilkan pakaian, program tersebut membawa pesan bahwa pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Baju kurung basiba pun tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi didorong untuk menjadi bagian dari masa depan ekonomi kreatif masyarakat Nagari Parik Malintang.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img