25 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Apel Akbar Pembukaan Pesantren Ramadhan Membludak
A

Kategori -
- Advertisement -

Gelanggang pacuan kuda yang biasanya ramai disaat event pacuan kuda, Senin (14/7) pagi, berubah menjadi lautan manusia. Tidak kurang 35 ribu jiwa, mulai dari pelajar SD/MI,  SMP/MTs/ SMA, SMK/MA serta 2.700 Guru dan Kepsek, membanjiri lapangan pacu kuda seluas 4 hektar itu.  Mereka bukan untuk melihat kuda berlari, melainkan menghadiri apel akbar pembukaan Pesentren Ramadhan yang baru  pertama kali digelar Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

 

Tumpah ruahnya pelajar ke GOR Kubu Gadang, membuat jalan menuju lokasi macet. Mulai dari pertigaan Simpang Benteng dan Simpang Labuh Basilang, arus kendaraan padat merayap, bagaikan Jalan Sudirman Jakarta. Antusias pelajar menghadiri pembukaan Pesantren Ramadhan benar-benar tinggi dan pantas diapresiasi. Turut hadir pada acara pembukaan Sekdako H. Benny Warlis, MM, Kepala Kantor Kementerian Agama Payakumbuh Drs. H. Salman S. Memed, M.Ag, Kabag Kesra Setdako Yonrefli, S.Sos, MAP, seluruh kepsek, serta buya Irsyad Syafar, LC, M.Ed, Pimpinan Perguruan Islam Arrisalah Padang dan sejumlah undangan lainnya.

 

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, ketika memberi sambutan menyampaikan rasa bangganya dengan event religius yang digelar dalam mengisi Ramadhan dengan kegiatan keagamaan. “Semangat  beribadah, mengisi Ramadhan dengan pendidikan agama, akan mampu mempercepat terwujudnya Payakumbuh sebagai Kota Religius,” sebut Walikota Riza Falepi.

 

Kota Religius disebut Walikota,  kota berbudaya yang selalu menjunjung tinggi umatnya melaksanakan aktifitas sehari- hari sesuai dengan agama yang dianutnya. Pelaksanaan Pesantren Ramadhan, diyakini, bakal mampu membentuk pelajar yang berkahlak mulia, berkharakter, beriman dan bertaqwa.  Jika seluruh pelajar sudah fokus meningkatkan ibadah selama puasa Ramadhan, akan tertular ke tengah keluarga dan  masyarakat.

 

Sebab, menurut Walikota, membangun iklim religius di Payakumbuh harus dimulai dari keluarga dan para orang tua sudah termotivasi dengan anak-anaknya itu. Keluarga sebagai bagian terkecil kehidupan bermasyarakat dinilai mampu menjadi pionir untuk membangun semangat kehidupan beragama.

 

Dikatakan, hal-hal yang sudah berkembang dengan baik ini, harus dijaga, dipelihara dan dikembangkan terus oleh seluruh warga kota tanpa kecuali. Bila suasana kondusif dan religius ini tetap langgeng,  tentu kemajuan demi kemajuan akan diraih terus oleh berbagai komponen masyarakat.


Hidup sejahtera dan sukses tidak terlepas dengan semakin terpilharanya suasana kondusif, rasa nyaman dan semakin terjalinnya rasa kebersamaan antara seluruh warga kota, tegas Walikota.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Drs. H. Salman S Memed, M.Ag, mengapresiasi program yang dibidani Pemko lewat Dinas Pendidikan dalam menggelar Pesantren Ramadhan itu. Kota ini akan dirahmati Allah SWT, jika umat benar-benar menjalani perintah Allah dan sunnah Rasulnya.

 

Rezeki berlimpah akan dikucurkan Allah Maha Pencipta, jika umat-Nya benar-benar telah beriman dan bertaqwa. Pesentren Ramadhan seperti ini, seyogianya dipertahankan dan ditingkatkan mutunya dari tahun ke tahun, sebut Kakankemenag Salman.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh H. Hasan Basri, Sy, S.Pd, melaporkan, kegiatan Pesentren Ramadhan itu, melibatkan murid kelas IV/V/VI, total 8.749 orang, pelajar SMP (8.147 orang), pelajar MTs (2.323 orang), pelajar SMA/SMK (11.141 orang) pelajar MA (1.229), total 31.589  pelajar.

 

Kegiatan Pesantren Ramadhan itu berlangsung  selama seminggu, 16-23 Juli 2014.  Mengambil lokasi pada 74 masjid dan 16 mushalla. Melibatkan, 2.750 guru, 76 kepala kelurahan/LPM serta pengurus masjid. Untuk kegiatan ini, Badan Amil Zakat Nasional Payakumbuh membantu dana Rp150 juta, serta infak  semua pelajar Rp10.000/siswa.

 

Sinergisitas kepsek, guru, kepala kelurahan/LPM dan pengurus masjid itu, akan menjamin suksesnya pelaksanaan Pesantren Ramadhan. Menurut Hasan,  tujuan kegiatan akan mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik, membiasakan peserta didik memperbanyak ibadah dalam Ramadhan, terjadinya perubahan karakter peserta didik kearah lebih baik, serta menumbuhkan sikap peduli dan sosial kepada sesama peserta didik dan masyarakat.

 

Bentuk kegiatan Pesantren Ramadhan meliputi, shalat wajib berjemaah, ceramah agama, membaca Al-qur’an, menghaval Alqur’an dan  shalat sunat. Kegiatan dimulai sebelum subuh, diawali murid SD sampai pukul 09.00 WIB. Habis itu disusul siswa SMA/SMK/MA dari pukul 09.00-14.00 WB, dan dilanjutkan pelajar SMP/MTs dari pukul 14.00 hingga usai shalat ashar berjemaah. Nara sumbernya, melibatkan da’i/ustadz/ustazah, guru-guru agama sekolah dan mahasiswa perguruan tinggi.

 

 

Pembukaan pesentren yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Walikota Riza Falepi itu, juga ditandai dengan penampilan nasyid dan penampilan hafiz/hafizah  dari berbagai sekolah, seperti SMPN 1, SMP RJ, SMAN 1 dan SMAN 2 serta SMP Insan Cendekia. Walikota juga didaulat memasangkan tanda peserta kepada perwakilan guru dan pelajar.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img