25 C
Padang
Sabtu, April 17, 2021
Beritasumbar.com

Air Terjun “Pelangi” di Pelangai
A

Kategori -

Pesisir Selatan selain memiliki panorama bahari, juga memiliki sejumlah objek wisata alam menarik lainnya. Air Terjun Pelangai Gadang adalah salah satunya. Air terjun ini berada sekitar 10 Kilometer dari Balai Selasa, ibu kecamatan Ranah Pesisir. Tepatnya berada di hulu Nagari Pelangai. Keindahannya tidak kalah dari Air Terjun Bayang Sani yang sudah tersohor itu. Bila Anda sempat ke Pessel silahkan menikmati eloknnya keajaiban alam ini.

Dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang lima kilometer dari pusat Nagari Pelangai, Anda akan memukan keindahan alam yang dimaksud. Ekologi dan habitat tanaman rimba di kelilingnya tampak masih terawat dari tangan tangan jahil. Hutan, bebatuan alami dan makhluk hidup menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain.

Sebuah dinding karang lebar menghadap kebarat terpampang bak kanvas raksasa berwarna hitam, dan pada beberapa sisi ditumbuhi lumut dan gulma. Diujung atas kanvas raksasa itu adalah ujung dari sungai kecil yang mengalir dari perbukitan. Air yang berasal dari pucuk tebing yang masih bagian gugusan Bukit Barisan itupun jatuh atau terjun bebas setinggi 50 meter lebih. Sungguh pemandangan yang indah.

Air yang dari pucuk dinding itu sebelum sampai kebawah, sebagiannya terbang diterpa angin dan menjadi embun lembut. Ia melayang, ia pulalah yang membuat suasana di kawasan objek wisata menjadi semakin sejuk dan romantis. Embun yang terbang itu membentuk miliaran kristal air. Bila ditimpa cahaya mentari menghasilkan pelangi sangat indah dikaki air terjun. Masyarakat sekitar atau pengunjung yang datang kesana, biasanya akan menemukan pelangi itu. Sepanjang kawasan itu disinari mentari. Pelangi abadi, kata salah seorang pengunjung disana. Air yang tidak menjadi embun, terus jatuh ke kolam yang telah menjadi lubuk nan cantik itu. Gemericik airnya menyergap hati pengunjung, kemudian iramanya akan membalut pengunjung kesuasana yang sangat alami. Lubuk yang berupa piringan seluas dua puluh meter persegi itu juga menawarkan air yang sangat jernih.

“Jadi kekuatan Air Terjun Pelangai Gadang tersebut adalah keasrian, keindahan dan airnya yang bersih. Anda akan saksikan pelangi sepanjang waktu disana,” kata Darmawan salah seorang warga Balai Selasa.

Warga setempat selalu membersikan jalan menuju Air Terjun setiap Bulan Baik, selain itu warga disana juga berkomitmen untuk tidak mengganggu asset yang berharga itu. Batu batu karang yang terdapat di sekitar piringan dibiarkannya utuh. Tak satupun yang diganggu. Batu batu itu, juga sering dimanfaatkan pengunjung dan warga untuk duduk duduk dan aktifitas lainnya, misalnya shalat atau diabadikan.

Dikawasan ini, anda juga akan disuguhi suara kicauan burung dalam rimba. Bila siang atau sore hari dan tidak banyak pengunjung, biasanya berbagai kawanan burungpun akan singgah dilokasi tersebut. Kawanan itu tampak mandi dengan riangnya.

Objek wisata air terjun Pelangai Gadang, biasanya akan ramai dikunjungi saat menjelang bulan puasa atau balimau. Saat balimau, biasanya ribuan pengunjung datang. Mereka tidak hanya terkonsentrasi di piringan air terjun. Akan tetapi juga menyebar di iliran air terjun. Rupanya iliran air terjun juga menawarkan keindahan yang tidak kalah menariknya.

Batu batu besar disepanjang iliran air terjun menambah daya tarik kawasan air terjun. Batu besar itu akibat proses alamiah telah terbentuk menjadi batu batu antik. Disela sela batu itu mengalir air dari air terjun. Disela sela batu itu pula warga sekitar sering “mangaik” mungkuih.

Pada beberapa tempat dihilir air terjun juga terdapat sejumlah lubuk. Lubuk itu tampak jernih dan sangat menarik, sehingga bebatuan yang ada didasar lubuk terlihat dengan jelas. Pengunjung juga sering menikmati kesejukan air di dalam lubuk yang airnya sangat tenang itu. (red)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Untuk Pertama Kali, School Of Randang Digelar di Kota Payakumbuh

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Agar dapat mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal masakan tradisional ranah Minang dalam memasak Randang, Dinas Tenaga Kerja dan Industri melalui UPTD Sentra Randang kota Payakumbuh laksanakan kegiatan School of Randang yang berlangsung di dapur utama sentra rendang IKM kota Payakumbuh, Senin (12/4/2021).
- Advertisement -

Polres Pessel tangkap 5 orang Penyalahgunaan Narkoba

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Selama operasi antik 2021 digelar, tim dari satreskrim Polres Pesisir Selatan ungkap 5 kasus narkoba. Hasil ini disampaikan Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo. S.IK.MM melalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP. Hidup Mulia, SH.

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H

Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung...
- Advertisement -

Untuk Pertama Kali, School Of Randang Digelar di Kota Payakumbuh

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,— Agar dapat mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal masakan tradisional ranah Minang dalam memasak Randang, Dinas Tenaga Kerja dan Industri melalui UPTD Sentra Randang kota Payakumbuh laksanakan kegiatan School of Randang yang berlangsung di dapur utama sentra rendang IKM kota Payakumbuh, Senin (12/4/2021).

Bupati Padang Pariaman Kukuhkan H. Mahyudin Putra Minang, SE Cs Jadi Koordinator Pengurus Ranah dan Rantau Secara Nasional

JAKARTA - Ranah dan Rantau harus bersinergi untuk kemajuan kampung halaman. Acara Silaturahmi Ranah dan Rantau dengan Pemkab Padang Pariaman dilaksanakan di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta pada Sabtu malam (10-04-2021)
- Advertisement -

Tulisan Terkait

HWK Sumbar Tampil di Konser Minang Bersuara II bersama Seniman dari 5 Negara

PADANG (BeritaSumbar.com)– Eksplorasi seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara mengatasi banyak permasalahan. Seni dan budaya juga bermanfaat untuk menyukseskan program Pemerintah dalam...

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang tak asing didengar. Sebuah prosesi yang...
- Advertisement -