SAWAHLUNTO, Beritasumbar.com — Air yang berhenti mengalir bukan sekadar gangguan layanan bagi pelanggan. Di sekolah, kantor, dan rumah misalnya, air yang mati pada malam hari bisa menjadi masalah pada pagi berikutnya.
Karena itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra meminta Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang baru, Yufron, harus mampu bergerak cepat menangani setiap persoalan distribusi air ke masyarakat pelanggan.
Riyanda melantik Yufron, S.Kom sebagai Direktur PDAM Kota Sawahlunto untuk masa jabatan lima tahun 2026 – 2031 di KHAS Ombilin Hotel, Kamis, 17 September 2026.
Bukan Orang Baru
Dikatakan, Yufron bukan orang baru di lingkungan PDAM Sawahlunto. Punya pengalamannya bertahun-tahun di perusahaan daerah itu jadi modalnya untuk menghadapi tanggung jawab yang kini lebih besar.
“Ini merupakan tugas berat. Harus mampu dilakukan secara bersama-sama dengan pola kerja cepat, kerja cerdas dan kerja ikhlas,” kata Riyanda dalam amanat pelantikan.
Menurut dia, pengelolaan air tidak bisa dilakukan sembarangan karena air merupakan sumber kehidupan. Pemerintah kota, kata Riyanda, sebelumnya telah melihat respons cepat PDAM ketika dipimpin Pelaksana Tugas Direktur Marwan.
Selama Marwan menjabat, keluhan pelanggan terkait distribusi air direspons dengan cepat. Aduan yang sebelumnya kerap muncul di media sosial diarahkan langsung kepada jajaran PDAM untuk segera ditangani.
Riyanda mengatakan pola tersebut perlu dipertahankan oleh direktur definitif. Sebab, persoalan pelayanan air tidak mengenal batas waktu.
Kerja Cepat dan Ikhlas
“Kalau malam air mati, besok paginya anak-anak sekolah akan menjadi alarm bagi PDAM. Ini titik masalah yang harus ditangani secara cepat,” ujarnya.
Ia mengatakan pelayanan air menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam program 100 hari pertama pemerintahan Riyanda Putra-Jeffry Hibatullah.
Menurut dia, persoalan air pada periode tersebut mendapat respons yang sangat baik.
“Tentu hal serupa perlu dilakukan lagi bagi Direktur PDAM yang baru,” katanya.
Tantangan Debit Danau Menyusut
Namun, tantangan PDAM Sawahlunto tidak berhenti pada keluhan pelanggan. Musim kemarau panjang juga mulai menekan sumber air baku.
Riyanda menyinggung menyusutnya debit Danau Tandikek, Kandi.
Kedalaman air di danau yang menjadi sumber air tadah hujan itu disebut telah menyusut sekitar dua meter. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu diwaspadai agar tidak mengganggu pasokan air bagi masyarakat.
Di sisi lain, pompa Rantih yang digunakan untuk memompakan air menuju Kayu Gadang disebut telah kembali berfungsi normal. Meski begitu, pemerintah meminta jajaran PDAM tetap siaga terhadap kemungkinan gangguan atau kerusakan.
Kemampuan PDAM Raup PAD
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah kemampuan PDAM menghasilkan pendapatan bagi daerah. DPRD Sawahlunto, kata Riyanda, berulang kali mempertanyakan mengapa PDAM hingga kini belum memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) bagi pemerintah kota.
“Ini merupakan pertanyaan serius dari anggota DPRD setiap kali rapat,” ujarnya.
Riyanda berharap pengalaman Yufron selama bertahun-tahun bekerja di PDAM dapat menjadi bekal untuk menyusun langkah pembenahan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap daerah.
Komitmen Tiga Pilar Direktur Baru
Yufron menyadari tugas tersebut tidak ringan. Menurut dia, penyediaan air bersih yang sehat dan distribusi yang lancar menyangkut kebutuhan dasar masyarakat serta berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan kesehatan.
Karena itu, ia berkomitmen melakukan akselerasi dan pembenahan, baik di internal maupun eksternal PDAM.
“Keberadaan penyediaan air yang bersih, sehat dan distribusi yang lancar merupakan hajat hidup orang banyak,” kata Yufron.
Ia menetapkan tiga pilar sebagai fokus awal kepemimpinannya.
Pilar pertama adalah peningkatan kualitas pelayanan. PDAM akan berupaya memastikan distribusi air berjalan optimal, merespons keluhan pelanggan dengan cepat, serta menjaga kualitas air agar memenuhi standar kesehatan.
Pilar kedua adalah efisiensi bisnis. Salah satu fokusnya menekan angka kebocoran air dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan perusahaan.
Adapun pilar ketiga adalah sinergitas berkelanjutan. PDAM akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sawahlunto, instansi terkait, dan masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus mempercepat penyediaan jaringan air di wilayah yang masih dapat dijangkau.
Yufron juga meminta dukungan Pemerintah Kota, DPRD, dan masyarakat dalam menjalankan agenda pembenahan tersebut.
Bagi PDAM, tugas itu pada akhirnya bermuara pada satu hal, bagaimana memastikan air bersih tersedia dan mengalir ketika masyarakat yang membutuhkannya.
Di tengah kemarau dan tuntutan agar perusahaan mulai berkontribusi terhadap PAD, direktur baru kini dituntut membuktikan bahwa pelayanan publik dan kesehatan bisnis perusahaan dapat berjalan beriringan.***
Beritasumbar.com
Yufron Pimpin PDAM Sawahlunto, Tantangan Air Tak Lagi Sekedar Keluhan PelangganY
Kategori -
Sawahlunto
- Advertisement -
- Advertisement -
