spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Jalan Rusak di Maek Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lakukan Perbaikan Swadaya
J

Kategori -
- Advertisement -

Lima Puluh Kota, Beritasumbar.com,- Warga Nagari Maek kembali melakukan aksi perbaikan jalan secara swadaya setelah lebih dari dua tahun ruas jalan utama di nagari tersebut mengalami kerusakan parah tanpa adanya penanganan dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. 

Kerusakan jalan yang berupa lubang besar dan permukaan yang tidak rata telah lama dikeluhkan masyarakat, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak pemerintah.

Dalam dokumentasi yang diterima redaksi, sejumlah warga terlihat bergotong-royong memperbaiki jalan dengan menggunakan papan kayu dan material seadanya. Perbaikan darurat ini dilakukan untuk menjaga akses masyarakat, terutama petani gambir, pelajar, serta kendaraan yang melintas setiap hari.

Seorang warga yang terlibat dalam gotong-royong mengatakan bahwa kondisi jalan sudah tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan.

 “Sudah dua tahun lebih jalan ini rusak dan berlubang. Kami sudah sampaikan ke nagari, ke kecamatan, bahkan ke kabupaten, tapi tidak ada juga perbaikan. Akhirnya kami perbaiki sendiri supaya tidak ada yang jatuh atau terperosok,” ujarnya.

Lokasi jalan yang rusak tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan pemukiman warga dengan area pertanian, sekolah, dan akses ke pusat kecamatan. Kondisi jalan yang memburuk bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota segera turun tangan, mengingat jalan rusak telah menjadi hambatan besar bagi roda ekonomi nagari.

 “Kami ini petani gambir. Kalo pakai swadaya buat apa kami bayar pajak . Kalau jalan seperti ini terus, hasil panen susah dibawa keluar. Biaya angkut naik, harga jual makin rendah. Pemerintah harusnya peka,” tambah salah seorang petani.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terkait keluhan masyarakat Maek. 

Warga menilai pemerintah daerah lebih sibuk mengurus fasilitas pejabat daripada memperhatikan kebutuhan mendesak masyarakat di tingkat nagari.

Kondisi ini memicu kekecewaan luas dan memperkuat tuntutan agar pemerintah lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar yang menyangkut hidup orang banyak.

Saat ini banyak kondisi jalan di nagari Maek Kecamatan Bukit Barisan sangat membahayakan pengguna jalan. Terutama jalan utama menuju nagari Seribu Menhir ini. Sudah bertahun tahun dalam keadaan rusak dan membahayakan pengguna jalan namun tidak ada perbaikan sama sekali sampai sekarang. 

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img