Workshop Standar Mutu Kopi – Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
Limapuluh Kota, BeritaSumbar.com — ALKO Sumatra Kopi kembali menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak industri kopi di Sumatera Barat dalam memasuki pasar global. Hal ini terlihat dalam Workshop Standar Mutu Kopi yang digelar di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, sebuah kegiatan strategis yang diselenggarakan dalam rangka Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi.
CEO ALKO Sumatra Kopi, Suryono, didapuk sebagai salah satu narasumber yang membuka diskusi tentang posisi kopi Indonesia di pasar ekspor dan bagaimana Sumatera Barat dapat memperkuat kembali posisinya dalam rantai pasok global melalui inovasi mutu, standardisasi proses, dan sistem ketertelusuran (traceability).
Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Kopi Dunia
Dalam pemaparan pembuka, Suryono menggambarkan situasi global yang menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam perdagangan kopi dunia. Meskipun secara volume Indonesia berada di posisi keempat atau peringkat ketiga tahun 2025 sebagai produsen kopi global, nilai tambah dan citra kopi Indonesia—terutama dari segmen specialty—masih memiliki ruang peningkatan pasar yang sangat besar.
“Dunia sudah berubah. Pembeli global bukan lagi hanya mencari volume, tetapi mencari cerita, nilai keberlanjutan penguatan petani, jejak asal, dan konsistensi mutu. Indonesia memiliki itu semua, namun perlu ditata dalam sistem yang standar dan bisa diverifikasi,” ujar Suryono di hadapan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pelaku industri, komunitas asosiasi kopi Sumbar dan petani.
Ia menekankan perubahan pasar yang kini mengarah ke transparansi rantai pasok. Negara-negara tujuan ekspor seperti Uni Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur kini mewajibkan data ketertelusuran mulai dari petani, kebun, proses, hingga lot siap ekspor. ALKO menjadi salah satu pionir di Sumatera yang menerapkan sistem traceability digital untuk menjawab kebutuhan ini yang telah dimulai export kopi dari petani dampingan ALKO di Solok Selatan, Lima puluh kota dan Lasi.
ALKO Sumatra Kopi: Model Rantai Pasok Berbasis Mutu & Data
Suryono menjelaskan bagaimana ALKO membangun rantai pasok kopi berbasis mutu dan data sejak 2018. Pendekatan ini tidak hanya bertumpu pada penyeragaman standar pascapanen, tetapi juga memperkuat posisi petani sebagai aktor utama yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar.
“Kopi Sumbar, dan khususnya Kerinci, telah memiliki reputasi global. Tetapi reputasi itu harus dijaga dengan standar yang tidak boleh turun. Mutu tidak boleh musiman. Standar harus presisi. Setiap lot kopi harus punya identitas,” jelasnya.
Model ALKO mencakup:
- Standardisasi Pascapanen
Mulai dari natural, fullwash, honey, wet hulled, hingga experimental aerob. Semua proses didokumentasikan sehingga setiap lot memiliki process sheet yang dapat ditelusuri.
- Digital Traceability System
Setiap petani, titik kebun, dan batch kopi dicatat. Hal ini menjadi nilai tambah terutama untuk buyer dari Eropa, Dubai, dan Asia Timur, yang kini meminta akses data sebelum pembelian.
- Konsistensi Cupping dan Kalibrasi Mutu
ALKO memiliki laboratorium cupping sendiri yang menjadi tempat evaluasi mutu sebelum pengiriman. Penilaian dilakukan oleh cupper bersertifikat, memastikan kopi yang keluar dari Kerinci dan Sumbar berada dalam rentang kualitas yang diterima pasar internasional.
- Kolaborasi dengan Pendidikan Vokasi
Workshop di Payakumbuh adalah bagian dari jejaring peningkatan pengetahuan. Kampus vokasi berperan penting dalam penyediaan SDM yang memahami standar mutu, keamanan pangan, dan dinamika ekspor kopi.
Eskalasi Permintaan Kopi Sumbar dari Pasar Internasional
Dalam paparannya, Suryono juga membeberkan perkembangan terbaru terkait permintaan buyer internasional terhadap kopi Minang Sumatra Barat. Dubai, Turkic countries, Eropa Timur, serta pasar Jepang mulai meningkatkan permintaan baik untuk arabika maupun robusta fine.
Beberapa tren yang ditekankan:
⭐ Natural Kerinci Menjadi Primadona Pasar Dubai
Buyer kini mencari profil fruity–sweet dengan proses terkontrol. Batch ALKO mendapatkan skor cupping tinggi di sesi Dubai Multi Commodities Centre (DMCC) akhir Oktober lalu.
⭐ Experimental Aerob Lasi Mulai Diminati Pasar Premium
Kopi dengan proses aerob, anaerob, atau mixed fermentation kini bernilai tinggi karena menawarkan karakter unik. Permintaan 1 ton batch experimental Lasi Marapi dari buyer Dubai menjadi contoh kuatnya respon pasar.
⭐ Robusta Fine Sumbar Menembus Pasar Eropa Timur Solok Selatan dan pesisir selatan
Terutama Ukraine, yang kini mencari robusta fine dengan ketelusuran jelas. ALKO menjadi salah satu pemasok dari Kerinci yang konsisten menyediakan mutu robusta sesuai standar ekspor.
“Pasar luar itu tidak melihat kabupaten atau provinsi. Mereka melihat konsistensi mutu dan ketelusuran. Kalau kita bisa jaga mutu, Sumbar akan kembali menjadi kekuatan baru kopi dunia,” tegas Suryono.
Peran Kampus Vokasi dalam Penguatan Standar Mutu
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi ruang penting komitmen peningkatan kualitas melalui pendidikan terapan. Suryono menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mencetak SDM yang mampu mengelola proses pascapanen secara presisi, terukur, dan sesuai standar ekspor.
“Sertifikasi mutu, keamanan pangan, dan traceability bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kewajiban. Dan di sinilah kampus vokasi punya peran: mengisi ruang kompetensi itu,” tambahnya.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan sesi praktik, diskusi teknis pascapanen, manajemen mutu, standar keamanan pangan, hingga strategi hubungan buyer dan eksportir.
Tantangan Global dan Arah Penguatan Kopi Sumbar
Suryono menyampaikan beberapa tantangan besar yang perlu dihadapi agar kopi Sumatra Barat mampu bersaing:
- Konsistensi Proses di Setiap Level Petani
Masih banyak proses manual tanpa SOP baku, sehingga mutu sering berubah-ubah.
- Pemahaman Traceability
Petani dan prosesor perlu terbiasa dengan pencatatan data. Ini bukan beban; ini nilai tambah.
- Kebutuhan Kalibrasi Rasa
Cupper lokal perlu terus dilatih agar mampu membaca tren rasa global.
- Percepatan Logistik Ekspor
Bandara dan pelabuhan di Sumbar perlu memperbaiki manajemen logistik agar eksportir tidak harus transit ke provinsi lain.
- Penambahan luas lahan penanam kopi di Sumbar.
“Produksi kopi Sumbar yg terus menurun mengharuskan dukungan di perkuat di tingkat petani itu yang Paling fundamental” ujar Suryono. Petani atau hulu sebagai kata kunci, Harapan dari Paparan tentang potensi pasar export ini dapat dilihat oleh petani sebagai peluang kepastian pasar sehingga petani tidak ragu untuk terus menanam disamping ada sebagain kecil untuk pasar kopi specialty. Kepastian pasar dan suport pengadaan benih unggul untuk petani harus menjadi program utama pemerintah Sumbar.
Namun, Suryono optimistis Petani kopi Sumbar memiliki masa depan cerah.
“Di Kerinci, Lampung, Aceh, Agam, dan Solok Selatan, kita punya ekosistem. Ini fondasi yang kuat. Tinggal kita naikkan kelasnya melalui mutu dan data. Kalau ini terus jalan, dalam lima tahun Sumbar bisa menjadi pusat ekspor kopi biggest scale di Sumatra berbasis ekosistem”
ALKO sebagai Role Model Pengembangan Kopi Berbasis Ekspor
Workshop di Payakumbuh ini menjadi salah satu momen penting yang menegaskan bahwa ALKO Sumatra Kopi bukan hanya eksportir, tetapi juga knowledge hub yang membawa standar mutu ke tingkat yang lebih tinggi.
Pesan penting Suryono:
“Kita tidak boleh lagi berpikir bahwa kopi hanya soal hasil panen. Kopi adalah soal kesejahteraan petani, soal data, proses, konsistensi, dan reputasi. Dan reputasi ditingkat petani binaan yang harus di jaga itu yang dapat membawa kopi Sumbar melanjutkan perjalanan ke pasar global.”
Dengan pendekatan komprehensif yang mencakup mutu, teknologi, edukasi, dan kolaborasi, ALKO terus mendorong agar kopi Sumatera Barat memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional.
Workshop di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara industri dan pendidikan vokasi mampu membawa standar baru dalam tata kelola kopi Indonesia.