Tanah Datar – BeritaSumbar.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat menangani dampak bencana banjir, longsor, dan banjir bandang (galodo) yang melanda sejumlah wilayah. Di bawah komando Kepala Dinas Kesehatan, dr. Aries Sumantri, M.Kes, jajaran kesehatan mendirikan 15 titik pos kesehatan yang tersebar di area terdampak sebagai garda terdepan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam keterangannya di ruang kerja, Kamis (11/12), dr. Aries Sumantri menjelaskan bahwa pendirian 15 pos kesehatan ini merupakan bagian dari langkah nyata Dinas Kesehatan dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau para pengungsi dan warga terdampak, terutama kelompok rentan.
“Fokus utama kami adalah pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia di lokasi bencana. Mereka paling berisiko terserang penyakit pascabencana, sehingga harus mendapat perhatian khusus,” ujar dr. Aries.
Pos-pos kesehatan ini melayani pemeriksaan umum, penanganan keluhan kesehatan akut, pemantauan kondisi ibu dan anak, serta deteksi dini penyakit menular yang berpotensi muncul di lokasi pengungsian.
Obat-obatan Mencukupi, Didukung Tenaga Medis Lintas Daerah
Dr. Aries menegaskan, hingga saat ini ketersediaan obat-obatan dinilai mencukupi untuk mendukung pelayanan di 15 pos kesehatan. Obat untuk penyakit infeksi, penyakit kronis, serta obat pendukung kesehatan ibu dan anak telah disalurkan ke titik-titik layanan.
Ia juga mengungkapkan, Dinas Kesehatan Tanah Datar tidak bekerja sendiri. Sejumlah bantuan datang dari berbagai pihak, antara lain:
Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya yang mengirimkan petugas kesehatan dan bantuan obat-obatan.
Tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Payakumbuh yang turut memperkuat layanan di lapangan.
“Alhamdulillah, banyak bantuan yang masuk, baik tenaga maupun obat-obatan. Ini sangat membantu memperkuat pelayanan kesehatan di posko-posko,” kata dr. Aries.
Tantangan Akses Medan, Komitmen Layanan Tetap Maksimal
Meski layanan kesehatan telah berjalan di berbagai titik, dr. Aries tidak menutup mata terhadap kendala di lapangan. Akses menuju beberapa lokasi terdampak masih menjadi tantangan utama, terutama di daerah yang infrastruktur jalannya rusak atau terputus akibat bencana.
“Kendala utama kita di lapangan adalah akses. Kalau akses sudah lancar, semua kegiatan akan jauh lebih mudah dan cepat. Namun, meski demikian, petugas kami tetap berupaya menjangkau seluruh warga terdampak,” jelasnya.
Dr. Aries menegaskan, Dinas Kesehatan Tanah Datar akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lintas sektor, serta organisasi profesi, agar pelayanan kesehatan bagi pengungsi dan warga terdampak tetap terjaga.
“Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat sampai situasi benar-benar pulih. Kesehatan warga, terutama kelompok rentan, adalah prioritas kami dalam penanganan bencana ini,” tegas dr. Aries.
Dengan 15 pos kesehatan yang aktif, dukungan obat-obatan yang mencukupi, serta kolaborasi lintas daerah, kerja nyata Dinas Kesehatan Tanah Datar di bawah kepemimpinan dr. Aries Sumantri menjadi salah satu pilar penting dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar.
Dinas Kesehatan juga berkordinasi dengan perangkat daerah terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial dalam menangani kesehatan para pengungsi, sesuai pesan Bupati untuk tetap menjaga kekompakan dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. (McD)