24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

21 Nagari di Pessel Beresiko Dampak Tsunami
2

Kategori -
- Advertisement -

Pesisir Selatan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan mencatat sebanyak 21 nagari berada di daerah rawan bencana tsunami. Di daerah itu hidup sebanyak 295 ribu jiwa.

“Sebanyak 21 dari 182 nagari itu berada di sepanjang garis pantai di 10 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada,” kata Kepala Bidang Kesiapsigaan dan Pengembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan Jamaluddin, Selasa (22/10/2013).

Jumlah masyarakat yang tinggal di daerah tersebut sebanyak 295 ribu jiwa. Jika bencana itu terjadi, kata Jamaludin, korban meninggal dunia diproyeksi mencapai 5.362 jiwa dan terancam sekitar 38.603 jiwa.

Jumlah korban yang akan mengungsi diproyeksi sebanyak 20.869 jiwa, pindah ke tempat lain sebanyak 7.391 jiwa, hilang 1.909 jiwa dan luka-luka sebanyak 3.071 jiwa. Sebanyak 21 nagari itu yakni di Kecamatan Koto XI Tarusan terdapat empat nagari, Bayang sebanyak dua nagari, IV Jurai dua nagari, Batangkapas tercatat dua nagari, Sutera sebanyak tiga nagari.

Di Kecamatan Lengayang tercatat dua nagari, Ranah Pesisir sebanyak dua nagari, Linggo Sari Baganti sebanyak dua nagari, Pancung Soal sebanyak satu nagari dan Silaut sebanyak satu nagari. Pasar yang semula bermanfaat untuk jual beli para pedagang dan pengunjung, diproyeksi akan terkena dampak bencana tersebut sebanyak 10 pasar.

Katanya, bencana gempa dan tsunami memang tidak dapat di prediksi oleh siapa saja. Meski demikian, manusia bukan berarti tidak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan mitigasi bencana dalam mengurangi risiko bencana.

“Masyarakat diminta harus terus waspada sehingga segala dampak buruk yang bakal timbul akibat bencana tersebut dapat diminimalisir dengan berbagai persiapan sejak dini,” ujarnya.

Dalam rangka mengantisipasi agar tidak terjadi korban dan meminimalisir segala dampak buruk dari risiko bencana tersebut, pemerintah kabupaten setempat telah dan terus melakukan beberapa kebijakan.

Pemkab setempat sudah mengerahkan semua sumber daya yang ada, melakukan koordinasi sesama instansi terkait, dengan pemerintah pusat, provinsi dan memasang rambu-rambu serta alat peringatan tsunami.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img