24 C
Padang
Kamis, Mei 13, 2021
Beritasumbar.com

Zina, Prostitusi dan HIV/AIDS
Z

Kategori -

Padang,BeritaSumbar.com,-Perzinahan atau perbuatan-perbuatan yang mengarah kepadanya dulu dianggap sangat tabu, namun sekarang berangsur-angsur menjadi sesuatu yang biasa saja di mata sebahagian masyarakat. Perzinahan pada zaman sekarang terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari perzinahan akibat pergaulan muda-mudi, perzinahan yang melibatkan transaksi uang, perzinahan dengan memiliki wanita simpanan layaknya seperti istri tapi tidak dinikahi, serta perzinahan akibat perselingkuhan teman kerja dan lainnya.

Semua bentuk-bentuk perzinahan itu kadang di mata masyarakat dianggap biasa. Masyarakat seolah mudah menerima istilah-istilah pengganti perzinahan itu dengan istilah lain yang sebenarnya secara berangsur-angsur akan menjadikan perbuatan itu sebagai suatu kewajaran secara psikologis tanpa sadar. Penggunaan bahasa secara ‘eufemisme’ dengan mengganti istilah zina dengan istilah lain, dengan berbagai dalih rasa kemanusian pada para penzina.

Anak muda yang keluar malam dangan lawan jenisnya hingga larut malam, dan tidak ditemani muhrim sekarang adalah sesuatu yang lumrah. Masyarakatpun banyak yang menganggap itu suatu yang wajar, dan bahkan dianggap sebagi bentuk kemajuan atau modern.

Jika terjadi hubungan seks diluar nikah pada anak muda, sebahagian orang tuanya pun mengangap hal yang wajar, karena ia melakukannnya dengan pasangan yahg disukainya. Selingkuh dengan teman kerja dianggap sebagi tren masa kini, dan bahkan tidak sedikit yang menganggapnya sebagai bentuk ‘rekreasi’ menghilangkan suntuk dalam bekerja.

Begitu juga halnya dengan perzinahan dengan transaksi uang atau pelacuran diganti istilahnya dengan ‘Pekerja Seks Komersial’ (PSK). Dengan menggunakan istilah ini, sadar atau tidak kita akan memandang pelacuran sebagai suatu pekerjaan. Lambat laun, jika pemahaman ini terus mendalam maka akhirnya akan menyamakan pelacuran sebagaimana layaknya pekerjaaan-pekerjaan lainnya, dengan hak dan kewajiban yang sama. Penggunaan istilah Pekerja Seks Komersial di Indonesia, sebenarnya dengan latah meniru dan menterjemahkan “Comercial Sex Worker” yang dipelopori oleh sebahagian dari radical feminist di beberapa Negara Barat yang menginginkan adanya legalitas pelacuran.

Hingga akhirnya, pelacuran yang dulunya dilakukan hanya oleh orang-orang dengan keterpaksaan akibat desakan kemiskinan dan tidak ada pilihan pekerjaan lainnya, kini mulai beranjak menjadi kelas-kelas hotel berbintang. Inilah yang sudah terungkap diantaranya beberapa waktu yang lalu. Para penjaja seks kelas tinggi dari kalangan selebriti degan tarif puluhan juta.

Mereka yang demikian itu tampil layaknya pekerja kantoran atau model yang selalu berpakaian menarik. Mereka melakukan itu bukanlah karena desakan kebutuhan ekonomi tapi lebih lagi karena mnginginkan kekayaan dan kemewahan dengan jalan pintas.  Pada saat yang sama, para pelanggan pelacuran adalah orang-orang yang sebenarnya menyuburkan dan melestarikan perbuatan maksiat ini.

Apapun bentuknya dan apapun alasannya, semuanya hubungan maksiat itu tetap sama yakni zina, dan zina sangat dibenci dan dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala  (Al-Isra’ [17]:32):“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”

Dalam ayat diatas jelas Allah subhanahu wata’ala melarang segala bentuk perzinahan. Tidak ada satu alasanpun yang dapat dibenarkan untuk melakukan zina, apakah alasan ekonomi, alasan keluarga atau lainnya. Apalagi jika yang melakukannya itu hanya untuk melampiaskan nafsu belaka, berfoya-foya atau mencari sensasi.

Lebih lanjut, pada ayat tersebut  juga dikatakan bahwa pada perzinahan ada sesuatu yang keji (Fahisyah) dan buruk (Syuk). Keji dan buruk dari zina terbukti dengan segala apa akibatnya dan segala yang terjadi disekitar perzinahan itu. Secara sosial, perzinahan telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan keluarga dan masyarakat. Salah satu bentuk buruk dari akibatnya itu adalah meningkatnya penularan penyakit seksual, hepatitis B dan C, dan HIV/AIDS.

Prostotusi khususnya, telah terbukti dalam berbagai penelitian sebagai salah satu media utama transmisi infeksi HIV/AIDS. Penyakit ini sangat mematikan dan belum ada obatnya yang dapat menyebuhkan sempurna. Baik secara nasional ataupun Provinsi Sumatera Barat, pelaku prostitusi dan para pelanggannya menjadi komunitas utama dalam epidemi kasus HIV/AIDS. Harus diakui, semakin tingginya kasus HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan masalah prostitusi juga semakin marak, dengan segala bentuk cara dan gaya pemasarannya.

Lebih lanjut, jika pelaku prostitusi tersebut sudah terinfeksi maka dengan sendirinya akan menularkan ke pada semua pelanggannya. Sebaliknya, jika pelanggan yang sudah terinfeksi, maka akan menularkan pada pelaku. Selanjutnya akan menularkan pada semua pelanggan lainnya. Para pelanggan sudah beristri, maka jelas akan menularkan pula kepada istrinya. Selanjutnya jadilah penularan yang tak pernah berhenti.

Pencegahan yang dilakukan selama ini dalam mengatasi penularan HIV/AIDS dan berbagai penyakit menular seksual adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pelaku untuk meggunakan kondom. Kondom dianggapa dapat memberikan solusi dan proteksi sehingga prostitusi menjadi aman.

Namun berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pemakaian kondom pada prostitusi sangat rendah. Hal ini tidak hanya di negara-negara berkembang tetapi juga di neraga-negara maju. Rendahnya proteksi dengan memakai kondom tidak hanya karena kurang pengetahuan tetapi juga akibat dorongan seksual yang ingin diharapkan para pelanggannya. Tambahan lagi, para penjaja seks umumnya mempunyai posisi tawar yang lemah karena terkait dengan ketergantungan mereka untuk mendapatkan uang.

Oleh karena itu, pendekatan “Harm reduction strategy” dengan upaya meningkatkan kesadaran memakai kondim, dalam mencegah atau apalagi memberantas HIV/AIDS adalah sesuatu hal yang mustahil. Pencegahan penyakit yang terakit perilaku, bukan hal matematis yang dapat diukur secara teoritis.

Upaya yang mesti dilakukan adalah melalui kontrol sosial mencegah segala bentuk yang memudahkan prostitusi terjadi dan menghambat segala bentuk yang memudahlan terjadinya perzinahan. Sesungguhnya, masyarakat yang mulai permisif terhadap perilaku di lingkungannya yang mengarah pada perzinahan, tanpa sadar, ia juga mulai tidak peduli terhadap adanya prostutisi.

Oleh: Hardisman, MD, PhD

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-Bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Persatuan Juang Kencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Barat (Juken BKKBN Sumbar) melalui Gerakan Amal Sedekah Harian Anggota (Gema Sehat) mendistribusikan paket sembako kepada warga dhuafa di Kota Padang, pada Kamis (6/5/2021).
- Advertisement -

Program Rumah Sakit Peduli Dari RSUD Sijunjung Direspon Positif Masyarakat

Sijunjung, beritasumbar.com - Program Rumah Sakit Peduli yang diluncurkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung mendapat respon positif dari masyarakat sekitarnya, yang mana kepedulian para...

Banjir Bandang Tapan-Pessel; TRC BPBD Ingatkan 1078 KK Masih Tetap Waspada & Mengungsi di Rumah-Rumah Saudara Terdekat

Tapan-Pessel (12/5/2021). Sehari pasca banjir bandang yang berasal dari meluapnya sungai Batang Tapan Pesisir Selatan, Tim TCR BPBD masih mengingatkan dan menyarankan warga tetap...
- Advertisement -

Kapolres Pessel Sampaikan Pesan anggotanya Jaga Kesehatan

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,- Dalam kunjungan itu, Kapolres Pessel melihat situasi pos pelayanan tersebut. Dan, juga kesiapan anggota, termasuk sarana juga prasrana di pos pelayanan.

Tim KRYD Polres Dan Tim 7 Pemko Payakumbuh Lebih Intensif Dalam Razia Yustisi Prokes Dan Pelanggaran Perda Lainnya

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Pada minggu terakhir bulan ramadhan 1442 H tahun ini, Tim Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) merupakan Tim khusus yang dibentuk polres yang personilnya gabungan dari beberapa satuan kerja di Polres Payakumbuh. Dalam pelaksanaan operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan, tim ini bekerja sama dengan Satpol PP payakumbuh.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -