26.9 C
Padang
Selasa, April 13, 2021
Beritasumbar.com

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi
W

Kategori -

Penulis: Mujiyani Rahmawati

Perguruan Tinggi / Kampus  adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Namun sayangnya kampus saat ini sudah beralih fungsi, yang awalnya adalah untuk mengembangkan potensi menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, dst ( UU No.12 Th 2020  Tujuan Pendidikan Tinggi ) berubah menjadi sarana bisnis untuk menghasilkan profit besar. Akibat tuntutan perubahan status kampus menjadi kampus otonom.

Sejak lahirnya UU no 12 Th 2012 yang menjadi pijakan dasar bagi Perguruan Tinggi beralih status menjadi PTN-BH. Sejak saat itulah kampus-kampus di Indonesia didorong  untuk menjadi PTN-BH. Salah satunya adalah Kampus Universitas Andalas Sumatera Barat yang ditargetkan oleh kemenristekdikti menjadi PTN-BH ditahun 2020 bersama dengan kampus Universitas Sebelas Maret dan Universitas Brawijaya ( medcom.id ).

Memang ketika kampus  telah berhasil beralih status menjadi PTN-BH akan banyak keuntungan yang akan diperolehnya. Kampus memiliki kewenangan menyusun STOK dibawah rektor, membuka dan menutup prodi, mengatur keuangan sendiri , serta akan medapatkan alokasi dana riset sebesar 400  sampai 600 milliar per tahun  dan alokasi dana untuk pengembangan “World Class Uiversity”  200 Milliar.

Tentunya semua itu diperoleh setelah memenuhi persyaratan dan seleksi yang ketat, tidak hanya ditingkat nasional tapi juga internasional. Akreditasi 80%  A, tercatat sebagai 500 besar kampus dunia, publikasi internasional, dan prestasi mahasiswa nasional dan internasional.

Kampus juga harus memiliki pendapatan diluar SPP 100 Milliar per tahun. Berperan  dalam mengembangkan UMKM, kepedulian sosial seperti pemberian beasiswa kepada mahasiswa dan menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi yang bermutu.

Berbagai persyaratan ini harus ditempuh oleh kampus agar menjadi PTN-BH. Keinginan Kampus Unand menjadi kampus PTN-BH memang sudah tampak nyata. Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak tahun 2019 agar lulus dari persyaratan.

Tiga program studi di Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan meraih sertifikasi internasional dari the Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET). Pemberitahuan disampaikan langsung melalui surat resmi Engineering Accreditation Commission (EAC) ABET kepada pimpinan Fakultas Teknik, Universitas Andalas.

Hal ini menandakan bahwa proses pendidikan tiga prodi diatas sudah mencapai kesetaraan dengan universitas-universitas ternama di seluruh dunia serta lulusannya akan mampu bersaing di kancah internasional. ( antaraews.com 30/8/2020 ).

Perhatian Pemerintah mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk beralih menjadi PTN-BH sangat besar . hal ini semakin dipermudah dengan adanya program baru Kemendikbud yaitu “ Kampus Merdeka “. Program ini bertujuan untuk meraih visi pendidikan baru. Perguruan tinggi di Indonesia harus menjadi ujung tombak yang bergerak cepat dan dekat degan dunia kerja. Hal ini akan mejadi solusi untuk mengatasi masalah utama pendidikan yaitu menyelesaikan pengangguran.

Namun benarkah beralihnya status PT menjadi PTN-BH serta terwujudnya program kampus akan mampu mengatasi problem pendidikan serta meningkatkan mutu pendidikan PT di Indonesia?

Intelektual Terjajah Korporasi

Sistem pendidikan di indonesia sudah banyak mengalami perubahan demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan mencetak intelektual yang profesionalitas . jika diteliti secara mendalam justru harapan itu hanya menjadi angan-angan. Pendidikan justru diarahkan untuk meraih keuntungan bagi para pemilik modal. Sedangkan para intelektual akan dicetak sebagai budak industri.

 Hal ini tampak Melalui program “ Kampus Merdeka” pendidikan semakin dikapitalisasi. Konsep program yang mengharuskan kampus bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk membuka Prodi baru begitupun Dalam penyusunan kurikulumnya. Kampus bekerjasama dengan perusahaan multinasional, sturup, BUMN, bahkan sampai organisasi Dunia.

Terwujudnya program ini adalah dengan melalui empat poin penting. Pertama kampus negeri dan swasta bebas membuka prodi baru, Kedua pembaruan sistem akreditasi, ketiga mempermudah kampus negeri menjadi badan hukum, dan keempat Mahasiswa bisa magang 3 semester.

Sudah jelas bahwa semua Kebijakan ini adalah untuk mencetak para sarjana tukang  karena orientasinya adalah keuntungan. Ditambah lagi perusahaan ikut andil dalam pembuatan kurikulum pendidikan. Maka jelas kampus tidak lagi menjadi badan yang independen melainkan menjalankan pendidikan sesuai dengan permintaan pasar. Dengan kata lain kampus terjajah korporasi.

Kondisi ini juga membuktikan bahwa negara juga berlepas tangan dari kewajibannya memberikan fasilitas pembiayaan pendidikan. Pasalnya PTN-BH menjadikan kampus harus mandiri, terutama dalam hal keuangan. Karena Negara tidak lagi memberikan subsidi penuh untuk kampus.Kalaupun ada, hanya beberapa persen saja, sisanya PT harus berjuang sendiri untuk mempertahankan hidupnya.

Ini adalah kebijakan yang jelas memberikan bahaya nyata bagi dunia pendidikan perguruan tinggi. Kekayaan intelektual muda terkorporasi oleh kepentingan industri yang akan menjauhkan perannya untuk membantu menyelesaikan masalah umat. Ditambah Campur tangannya korporasi semakin memperpanjang liberalisasi pendidikan yang bahkan menyentuh titik sempurna.

Jika sistem pendidikan dikendalikan oleh mekanisme industri yang berorientasi mengejar materi. Lantas narasi perguruan tinggi sebagai wadah pencetak generasi pemimpin dan peradaban bangsa hanya ilusi.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Provinsi Aceh

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pemko Payakumbuh Berduka, Roza Thomas Wafat Usai Tabrakan Dengan Truk Colt Diesel

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Kabar duka datang dari lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Pasalnya Roza Thomas (40), ASN di Kecamatan Payakumbuh Selatan mengalami kecelakaan lalu lintas setelah bertabrakan hebat dengan mobil colt diesel pada Kamis (8/4), pukul 22.30 WIB malam.
- Advertisement -

Asisten 1 Pemko Payakumbuh Buka Mukerda LPM

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Yufnani Away membuka secara resmi musyawarah kerja daerah (mukerda) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Payakumbuh tahun 2021, di Aula Ngalau Indah Lt. III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (08/04).

Wako Erman Safar Ditunjuk Sebagai Ketua Alumni SMALBI 2020 – 2023

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar ditunjuk sebagai Ketua Alumni SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi, atau yang lebih akrab disebut alumni SMALBI...
- Advertisement -

Erman Safar Larang Tempat Hiburan Beroperasi di Bulan Ramadhan

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, mengimbau seluruh kegiatan yang berhubungan dengan hiburan, agar dihentikan pada waktu ibadah puasa dan shalat tarawih di...

Kota Payakumbuh kembali Raih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2021

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,– Kota Payakumbuh berhasil meraih juara II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2021 yang diserahkan langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah kepada Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi pada acara Musrenbang RKPD tingkat provinsi tahun 2021 di Hotel Grand Inna, Jumat(9/4).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...

SEKOLAH MERDEKA-KU (1)

“Ketika ruh ditiupkan sang Khalik dalam Rahim ibumu dan diterima,Sebuah modal hidup; mata, mulut, hati dan fikiran dan lainnya sudah tersediaNamun, kenapa engkau penjarakan,...
- Advertisement -