26 C
Padang
Jumat, Mei 27, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Warga Bungus Kesulitan Akses Air Bersih Pasca Banjir
W

Kategori -
- Advertisement -

Padang – Korban banjir bandang di empat kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Ka­bung, hingga kemarin ma­sih bakureh mem­ber­sihkan rumah dan per­mukiman m­ereka da­ri lumpur. Begitu pula para murid dan guru-guru di sembilan sekolah yang terena air bah, gotong-royong membersihkan sekolah masing-masing.

Selain butuh bantuan mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan permukiman, warga Bungus mengalami krisis air bersih. Air sumur yang sela­ma ini menjadi tumpuan warga un­tuk kebutuhan minum dan me­masak, keruh tertimbun lum­pur. Sedangkan air PDAM be­lum berfungsi.

Pantauan Padang Ekspres di lapangan, halaman dan pagar rumah warga penuh dengan jemuran pakaian dan kasur berlumpur. Begitu juga barang-barang elektronik seperti kulkas dan televisi, juga berlumpur. Di sana sini masih terlihat gena­ngan air dan tumpukan material banjir seperti sampah dan enda­pan lumpur.

“Air sumur kami keruh. Air PDAM juga mati. Bagaimana ka­mi mau mandi cuci kakus (MCK)? Baju juga belum dicuci,” ung­kap Herna, 35, warga Per­u­ma­han Rambai Saiyo Bu­ngus Barat kepada Padang Ekspres, kemarin (21/10).

Saat ini, menurutnya, untuk men­dapatkan air bersih, warga me­manfaatkan air tadah hujan. “Tapi, belum cukup juga untuk man­di dan kebutuhan lainnya,” ujar Herna.

Herna mengakui banjir kali ini cukup besar. “Padi saya se­kitar 5 karung hanyut dibawa ban­jir,” imbuhnya.

Anis, warga lainnya, sangat berharap bantuan Pemko dan donatur membantu air bersih. “Saya dan keluarga sudah dua hari belum mandi, dan banyak pakaian kotor karena banjir belum dibersihkan,” harap ibu dua anak ini.

Erman, Ketua RW V Kelu­ra­han Bungus Barat menga­takan saat ini yang paling dibutuhkan war­ganya air bersih dan sem­ba­ko. “Memang dua kebutuhan itu yang diharapkan warga,” ung­kap­nya.

Di tengah hiruk pikuk kam­pa­nye sepuluh calon pe­mim­pin daerah ini merebut simpati publik, korban air bah di Bu­ngus tampak terabaikan. Kor­ban galodo di Bungus ber­juang sendiri menanggung derita.

Bersihkan Sekolah
Selain di kawasan permu­ki­man warga, aksi bersih-bersih juga tampak di SDN 09 Kayuaro, dan MAN 1 kampus II Kayuaro Bungus. Sebagian besar ruangan belajar dan majelis guru di kedua sekolah itu, masih digenangi air dan lumpur.

”Kami di sini belum bisa me­mulai proses belajar. Bagai­mana bisa belajar, ruangan saja masih digenangi air,” ungkap Kepala MAN 1 Azwar.

Sekolahnya terendam banjir se­tinggi 30 cm. “Mungkin besok (hari ini, red), kami upayakan bisa memulai kegiatan belajar,” ujar­nya.

Senada dengan Azwar, Wa­kil Kepala SDN 09 Artati menga­takan belum bisa melak­sanakan ak­t­ivitas belajar mengajar. “Ka­mi masih gotong royong mem­ber­sihkan material banjir. Beso­k (ha­ri ini, red) belum bisa dipas­ti­kan bisa mulai belajar,” ujar­nya.

Artati mengatakan, 11 rua­ngan sekolah terendam ban­jir, se­h­ingga banyak perala­tan seko­lah yang rusak. “Satu set kom­puter kami rusak, sedan­g­kan 20 persen buku di perpustakaan juga ikut rusak,” ungkapnya.

Kabid Badan Penang­gula­ngan Bencana Pemadam Keba­karan Daerah (BPBPKD) Kota Pa­dang, Edi Asri mengatakan te­lah menurunkan satu unit mobil operasional, dan satu unit mesin por­table untuk membersihkan se­kolah dan permukiman warga. “Kami telah membantu empat se­kolah di kelurahan Bungus Ba­rat dan satu sekolah di kelura­han Bungus Timur,” ungkapnya.

Di Bungus Barat ada empat SD yakni SD 17 10 lokal, SD 05 11 lo­kal, SD 11 3 lokal, dan SD 09 8 lo­kal. Sedangkan di Bungus Ti­mur satu SD, yakni SD 15 13 lo­kal.

Lurah Bungus Barat Amrul mengatakan korban air bah telah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial, BPBPKD, dan PMI berupa makanan instan dan air mineral, dan alat masak. “Kami masih menunggu pendataan korban di masing-masing ketua RT. Untuk bantuan, Dinas Sosial sudah memberikan makanan instan, air mineral serta panci,” ungkapnya.

Amrul menuturkan, sekitar satu seperempat hektare dari ku­rang lebih 60 ha area persa­wa­han di Bungus Barat rusak di­terjang banjir. “Kerusakan be­rupa tumpukan material seper­ti pa­sir yang menimbun badan sa­wah,” ungkapnya.

Intake PDAM Rusak
Sementara itu, Humas PDAM Padang, Richi Gutama mengaku terjadi kerusakan pada in­take (jaringan pipa) PDAM. Ma­­terial lumpur telah menu­m­puk sehingga proses pengaliran air bersih terganggu. “Kami mem­­perkirakan dalam dua hing­­ga tiga hari ke depan air te­lah bisa me­ngalir. Untuk se­men­tara wak­tu PDAM me­nyediakan mo­bil tangki untuk menyuplai air bersih di kawasan itu,” ujar­nya.

Richi mengatakan, masy­ara­kat bisa meminta lang­sung ke PDAM karena untuk kawasan Bungus telag disiagakan empat unit tangki air bersih. “Kita upayakan secepatnya. Tidak akan lama-lama karena kita paham masyarakat di kawasan ter­sebut membutuhkan air ber­sih,” ucapnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img