Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, minta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kota setempat, melanjutkan kegiatan pelatihan buat pemuda putus sekolah dan pengangguran tahun depan. Terhadap tenaga muda yang terlatih itu, juga akan dibantu dengan bantuan modal.
Kebijakan untuk membantu tenaga skil tersebut, menurut Walikota di Balaikota Payakumbuh, Jum’at (23/10) lalu, akan mampu menekan angka pengangguran di Payakumbuh. Menurutnya, tahun depan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Payakumbuh, harus gencar mengalil dana pusat untuk kegiatan pelatihan pemuda, dan pemko akan memfasilitasi tenaga terlatih itu dengan bantuan dana.
Dikatakan, tak perlu besar-besar penganggaran bantuannya. Pasca pelatihan, nantinya yang bersangkutan akan dibantu dengan dana Rp5 juta per orang. Sehingga, dapat dibelikan untuk pengadaan peralatan, buat membuka lapangan kerja, atau untuk transportasi jika di antara mereka ada yang diterima bekerja di daerah lain.
Tahun 2015 ini, keterangan Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Payakumbuh, Idris, pihaknya sudah melatih 80 pemuda sesuai bakat yang bersangkutan. Seperti service komputer, montir mobil, service HP dan disain grafis. Biaya pelatihan ini, seluruhnya ditanggung Kementerian Tenaga Kerja RI. Bekerjasama dengan LPK (lembaga pelatihan ketrampilan) swasta di kota ini. Berlangsung selama 100 jam.
Meski hanya mengikuti pelatihan 100 jam, namun hasilnya cukup lumayan. Karena, seluruh peserta sudah punya skil dan siap pakai bekerja disejumlah bengkel yang ada di Payakumbuh atau di kota lain. Dengan rencana bantuan modal itu, tambahnya, akan membuat Dinsosnaker makin pede mencetak tenaga terampil tahun depan, simpulnya.