Pembangunan kios dan los paket V di Pasar Ibuah Blok Timur, kian mempercantik wajah pasar tradisional Payakumbuh itu. Bangunan yang dibangun Dinas Koperasi UMKM Industri Perdagangan, melalui dana alokasi khusus (DAK) atau APBN Rp1,64 miliyar, plus dana pendamping APBD Rp160 juta, itu diresmikan pemakaiannya oleh Walikota Riza Falepi, ditandai dengan pengguntingan pita, dalam acara di dalam los tersebut, Kamis (19/11).
Peresmian kios dan los tersebut dihadiri Ketua DPRD Payakumbuh diwakili Edwar DF, sejumlah anggota Forkopinda, pimpinan SKPD, Ketua Pokja Pasar Sehat, Pokja Pasar Sejahtera dan pengurus Asosiasi Pedagang Kaki Lima Payakumbuh dan sejumlah undangan lainnya.
Revitalisasi kios dan los yang mampu menampung 75 pedagang itu, dilaporkan Kepala Koperasi UMKM Industri Perdagangan, Dahler, SH, merupakan keinginan pedagang. Karena kondisi kios dan los itu sebelumnya cukup memprihatinkan, kurang layak ditempati pedagang. Dengan hunian baru itu, mudah-mudahan pedagang yang menempati akan lebih bergairah berjualan dan dapat memelihara pasar itu dengan baik.
Harapan pedagang seperti disampaikan salah seorang perwakilannya, H. Syamsuar, pada acara peresmian, menyangkut penertiban parkir dan PKL yang menempati badan jalan, dijanjikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Industri Perdagangan, Dahler, SH, untuk disikapi sesegeranya. “Kami berjanji, untuk ketertiban dan kenyaman pedagang, segala persoalan yang menghambat akan kita tertibkan,” tegas Dahler yang langsung diapresiasi oleh walikota.
Selain membangun fisik, berupa 13 unit kios serta 62 petak los, sesuai peraturan berlaku, prasarana berdagang buat pedagang UMKM ini, juga dilengkapi dengan prasarana umum, berupa mushalla, MCK dan ruang kesehatan.
Walikota Riza Falepi, dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pedagang di Pasar Ibuah. Dukungan dan partisipasi yang diberikan pedagang selama ini, cukup banyak memberikan kontribusi kepada pemko.
Selain memberikan pendapatan daerah yang cukup tinggi, juga sukses mengantarkan Payakumbuh memperoleh anugerah Pasar Sehat dan penghargaan Inovasi Managemen Perkotaan, dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ke depan, semangat kebersamaan itu perlu dipelahara dan ditingkatkan, imbaunya.
Walikota juga menyampaikan rasa senang dan bangganya, karena Pasar Ibuah juga sudah menjadi acuan atau pembelajaran bagi kota-kota lainnya di Tanah Air. Malahan puluhan kota-kota anggota asosiasi peduli sanitasi di Indonesia, juga telah berkunjung dan belajar dalam menata pasar tradisional di Pasar Ibuah. Desember nanti, Pemrov Jateng juga akan belajar ke Pasar Ibuah ini, ucap Kadis Koperindag Dahler.
